welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 31 Oktober 2011

UNSUR DAN UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR


MAKALAH
UNSUR DAN UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR

Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas kelompok
Mata Kuliah : Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dosen : Arif Rahmawan


 







Oleh :
              NAMA                                        NPM
*    Anita Misriyah                        08410204
*    Febri Biyan R.                         08410217
*    Hafid Rahmawanto                 08410218



IKIP PGRI SEMARANG
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
2009

KATA PENGANTAR

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan atas bimbingan dosen Arif Rahmawan, sehingga penulis dapat membuat karya tulis ini dengan judul “Unsur dan Upaya Peningkatan Motivasi Belajar”.

Makalah ini penulis susun guna memenuhi tuntuan tugas kelompok dalam mata kuliah Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Dalam penulisan makalah penulis telah berusaha untuk mencapai hasil yang sempurna, Tetapi karena keterbatasan pencarian data dan keterbatasan kemampuan penulis, maka dari itu makalah ini hanyalah sekedar hasil setapak.
Pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Dosen pengampu Pembelajaran Bahasa Indonesia IKIP PGRI Semarang yang telah memberikan petunjuk atas penyusunan makalah ini.
2.      Teman-teman kelas 3 E yang telah membantu penulis dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca terhormat.



           
                                                                                                                                                                                                                        Semarang, 9 September 2009



                                                                                                   Penulis,


DAFTAR ISI


Halaman Judul....................................................................................................... 1
Kata Pengantar...................................................................................................... 2
Daftar Isi............................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah.................................................................................. 4
B.     Rumusan Masalah........................................................................................... 4
C.     Tujuan Penulisan............................................................................................. 5
D.    Manfaat Penulisan........................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
v  Macam-macam Motivasi Belajar..................................................................... 6
v  Motif Menggerakkan Anak Mau Belajar........................................................ 7
v  Unsur-unsur Motivasi Belajar.......................................................................... 9
v  Teknik Meningkatkan Motivasi Belajar.......................................................... 10
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan.......................................................................................................... 11
B.     Saran................................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………12










BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Adapun yang melatarbelakangi penulis membuat makalah ini dengan judul Unsur Dan Upaya Peningkatan Motivasi Belajar yaitu mengingat pentingnya motivasi belajar bagi siswa untuk melakukan sesuatu karena adanya tujuan atau kebutuhan yang hendak dicapai.


B.     Rumusan Masalah

Permasalahan dalam makalah ini adalah:

1.      Sebutkan macam-macam motivasi belajar?

2.      Apa motif yang digunakan untuk menggerakkan sang anak mau belajar?

3.      Apa unsur-unsur dari dari motivasi belajar?

4.      Bagaimana teknik meningkatkan motivasi belajar?









Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui macam-macam motivasi belajar.

2.      Menggerakkan sang anak agar mau belajar

3.      Mengetahui unsur-unsur motivasi belajar

4.      Mempraktekkan teknik meningkatkan motivasi belajar


C.    Manfaat penulisan

Adapun manfaat dalam penulisan makalah ini yaitu memberikan informasi tentang unsur dan upaya peningkatkan motivasi belajar karena selama ini dirasa masyarakat Indonesia kurangnya motivasi belajarnya sehingga hasil / prestasi belajar kurang maksimal.













BAB II
PEMBAHASAN
            Salah satu aspek psikologis yang ada pada diri seseorang adalah motivasi. Menurut Egsenck (Slameto, 2003:170) motivasi merupakan suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsisten, serta arah umum dari tingkah laku manusia. Seseorang termotivasi atau terdorong untuk melakukan sesuatu karena adanya tujuan atau kebutuhan yang hendak dicapai.
            Tujuan atau kebutuhan tersebut akan mengarahkan perilaku seseorang. Begitu pula perilaku seseorang dalam kegiatan belajar mengajar juga memerlukan motivasi untuk belajar. Motivasi mempunyai arti dalam belajar, menurut teori Kebutuhan Manusia termotivasi untuk bertindak kalau ia ingin memenuhi kebutuhannya. Para ahli psikologi mengartikan kebutuhan dalam kaitannya dengan motivasi dengan menggunakan cara yang berbeda-beda, di antaranya ada yang mementingkan kebutuhan fisik, seperti kebutuhan untuk rnakan, minum, udara, istirahat, ha! ini yang memotivasi manusia untuk bertingkah laku.Sedangkan ada ahli psikologi lain menitikberatkan kebutuhan emosional, seperti kebutuhan disetujui, disayangi dan dihargai. Ahli yang lain lagi menekankan kebutuhan kognitif, seperti memecahkan informasi yang bertentangan, berbeda atau tidak sesuai. Ada lagi ahli psikologi yang percaya bahwa semua kebutuhan sama pentingnya dalam mempengaruhi motivasi orang untuk bertingkah laku.
Menurut Sardiman (1987), motivasi belajar ada 2 yaitu:
a. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu ada perangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian, tingkah laku yang dilakukan seseorang disebabkan oleh kemauan sendiri bukan dorongan dari luar.
b. Motivasi Ekstrinsik.
Motivasi ekstrinsik merupakan motif yang aktif dan berfungsi arena adanya dorongan atau rangsangan dari luar. Tujuan yang diinginkan dari tingkah laku yang digerakkan oleh motivasi ekstrinsik terletak diluar tingkah laku tersebut.Penguatan motivasi-motivasi belajar tersebut berada ditangan para guru pendidik dan anggota masyarakat yang lain. Guru sebagai pendidik bertugas memperkuat motivasi belajar selama minimum 9 tahun pada usia wajib belajar. Orang tua bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat. Ulama sebagai pendidik juga bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat.
            Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi dalam belajar Pengaruh alam sekitar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak mempunyai arti yang penting. Sekalipun cara bekerjanya tidak dengan kehendak, kesadaran dan tidak teratur. Oleh karena itu disebut fungsional bagi masyarakat. Pendidikan tensional, artinya pengaruh yang diadakan dengan sengaja, oleh orang dewasa kepada anak, supaya dengan pertolongan itu anak dapat mencapai tujuan pendidikan.
Dengan demikian berarti pendidikan harus merenungkan tentang tujuan yang harus dicapai. Sebab apa anak belajar? Mengapa ia mau dan suka belajar, apakah sebabnya ia harus belajar?
            Menurut Atto Wilmann di dalam uraiannya tentang pertumbuhan dan pembentukan manusia ada enam motif yang menggerakkan anak mau belajar antara lain:
1. Motif psikologik. Setiap makhluk hidup mempunyai dorongan untuk berkembang sesuai dengan caranya masing-masing. Menurut kodratnya manusia ingin mengetahui sesuatu, bukan hanya kesanggupan mengetahui sesuatu begitu saja, tetapi juga terdapat kecenderungan untuk bekerja dan mengenal.
2. Motifpraktis. Serriuapengetahuan mempunyai nilai praktis. Untuk memperoleh kedudukan dalam hidup pada hakikatnya kita berhasil memenuhi kebutuhan tertentu.
3 . Motif pembentukan kepribadian. Pengetahuan dan kesehatan tidaklah hanya menghasilkan saja, tetapi juga menaikan kepribadian dalam segi estetik dan intelektualistik.
4. Motif kesusilaan. Terbentuknya kepribadian berarti bahwa wataknya ikut terbentuk dalam kesusitaan. Belajarlah agar engkau menjadi lebih bersusila.
5 . Motif sosia!. Sebagai makhluk sosial, manusia harus belajar segala sesuatu yang layak diketahui dan dikerjakan dalam hidup pergaulan.
6. Motif ketuhanan. Belajarlah agar dapat mengabdi padaTuhan. Segalapengetahuan, dan kecakapan kita, harus kita arahkan pada suatu tingkatan di mana kita dapat menyadari hubungan kita sebagai manusia dengan Tuhan.
Semua motif memberi dorongan kuat terhadap belajar. Tetapi motif secara sendiri-sendiri tidak mencukupi bagi murid untuk belajar, maupun bagi guru yang akan mengajar. Dorongan atau untuk berkembang dapat dinyatakan oleh kegiatan sendiri terhadap bahan pengajaran yang menarik. Motif praktis dan minat praktis memperoleh alat yang tepat dalam pengajaran untuk hidup manti (Jen Lighart). Motif kepribadian menganggap bahan pengajaran sebagai media untuk pembentukan etik. Motif sosial membantu dalam pembentukan anak sebagai makhluk sosial. Motif Ketuhanan meliputi semua motif lainnya dan mempersatukannya, karena pertumbuhan dan perkembangan pada hakikatnya harus diarahkan pada pengabdian pada-Nya.






Menurut Dimyati & Mudjiono (1994:89), unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:
a. Cita-cita atau aspirasi siswa
Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari cita-cita dalam kehidupan. Dari segi emansipasi kemandirian, keinginan yang terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar. Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan kemudian kemauan menjadi cita-cita.
b. Kemampuan siswa
Keinginan seorang anak perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan.
c. Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani sangat mempengaruhi motivasi belajar.
d. Kondisi lingkungan siswa
Lingkungan siswa berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, kehidupan kemasyarakatan. Dengan kondisi lingkungan tersebut yang aman, tentram, tertib dan indah maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.



TEKNIK-TEKNIK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

  Memberikan penghargaan dengan menggunakan kata-kata, seperti ucapan bagus sekali, hebat, dan menakjubkan. Penghargaan yang dilakukan dengan kata-kata (verbal) ini mengandung makna yang positif karena akan menimbulkan interaksi dan pengalaman pribadi bagi diri siswa itu sendiri
  Memberikan nilai ulangan sebagai pemacu siswa untuk belajar lebih giat. Dengan mengetahui hasi yang diperoleh dalam belajar maka siswa akan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi.
  Menumbuhkan dan menimbulkan rasa ingin tahu dalam diri siswa. Rasa ingin tahu dapat ditimbulkan oleh suasana yang mengejutkan atau tiba-tiba.
  Mengadakan permainan dan menggunakan simulasi. Mengemas pembelajaran dengan menciptakan suasana yang menarik sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan dapat melibatkan afektif dan psikomotorik siswa. Proses pembelajaran yang menarik akan memudahkan siswa memahami dan mengingat apa yang disampaikan.
  Menumbuhkan persaingan dalam diri siswa. Maksudnya adalah guru memberikan tugas dalam setiap kegiatan yang dilakukan, dimana siswa dalam melakukan tugasnya tidak bekerjasama dengan siswa yang lainnya. Dengan demikian siswa akan dapat membandingkan hasil pekerjaan yang dilakukannya dengan hasil siswa lainnya.
  Memberikan contoh yang positif, artinya dalam memberikan pekerjaan kepada siswa guru tidak dibenarkan meninggalkan ruangan untuk melaksanakan pekerjaannya lainnya.
  Penampilan guru; penampilan guru yang menarik, bersih, rapi, sopan dan tidak berlebih-lebihan akan memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Termasuk juga kepribadian guru, guru yang masuk kelas dengan wajah tersenyum dan menyapa siswa dengan ramah akan mebuat siswa merasa nyaman dan senang mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung.

BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Motivasi merupakan suatu proses yang menentukan tingkatan kegiatan, intensitas, konsisten serta arah umum dari tingkah laku manusia. Seseorang termotivasi atau terdorong untuk melakukan sesuatu karena adanya tujuan atau kebutuhan yang hendak dicapai.
v  Macam-macam motivasi belajar:
1.      Motivasi intrinsik
2.      Motivasi ekstrinsik
Motif menggerakkan anak mau belajar : Motif Psikologik, Motif Praktis, Motif Pembentukan Kepribadian, Motif Kesusilaan, Motif Sosial, Motif Ketuhanan.

v  Unsur-unsur Motivasi Belajar :         
1.      Cita-cita atau aspirasi siswa
2.      Kemampuan Siswa
3.      Kondisi Siswa
4.      Kondisi Lingkungan Siswa
v  Teknik meningkatkan motivasi belajar :
1.      Memberikan penghargaan
2.      Memberikan nilai ulangan
3.      Mengadakan permainan dan menggunakan simulasi

B.     Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha mencapai hasil yang sempurna, namun kaerena teterbatasan pencarian data dan penulis dalam menyusun makalah ini. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
DAFTAR PUSTAKA


Ø  Mudjiono & Dimyati. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud.

Ø  Mulyasa, E. 2004. Model Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA.


Ø  Sardiman. 1987. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali

                                                                                                      
























DAFTAR PUSTAKA
Ø  Anni, Tri Chaterina. 2004. Psikologi Belajar. Semarang: UNNES Press.

Ø  Lie, Anita. 2004. Cooperative Learning (mempraktikkan cooperative learning diruang-ruang kelas). Jakarta: Grasindo.


Ø  Mudjiono & Dimyati. 1994. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud.

Ø  Mulyasa, E. 2004. Model Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: UNESA.


Ø  Sardiman. 1987. Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali

Ø  . Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

                                                                                                      







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar