welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 31 Oktober 2011

CERPEN “MBOK JAH” KARYA UMAR KAYAM

ANALISIS TAHAPAN ALUR dalam CERPEN “MBOK JAH”
KARYA UMAR KAYAM
Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas Individu
Mata Kuliah : Penulisan Ilmiah
Dosen : Ririn Ardi, S.Pd.



 









Oleh :
Nama : Anita Misriyah
NPM : 08410204
Kelas : III E


IKIP PGRI SEMARANG
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
2009
  1. JUDUL
Analisis Tahapan Alur dalam cerpen “Mbok Jah” Karya Umar Kayam

  1. PENDAHULUAN
Barang kali kita termasuk pecandu telenovelo atau serial kungfu. Mengapa kita berela-rela diri untuk selalu mengikuti jalan cerita? Bahkan kita sengaja menyediakan waktu untuk menyaksikan serial kegemaran tadi. Jawabnya tentu saja tidak tunggal. Bias saja lantasan jalan cerita yang berliku dan sukar ditebak akhir ceritanya. Ini berarti kita telah memasuki pembicaraan alur. Alur adalah peralihan satu keadaan ke keadaan yang lain yang saling berkesinambungan. Alur atau disebut juga plot adalah rangkaian peristiwa yang dijalin berdasarkan hubungan urutan waktu atau hubungan sebab akibat sehingga membentuk keutuhan cerita.
Sebagai rangkaian cerita, alur menggambarkan tahapan cerita. Pengaturan urutan peristiwa pembentuk cerita yang menunjukkan adanya Hubungan kausalitas. hubungan kausalitas ini tidak selalu segera tampak dalam sebuah novel yang tersusun rapi karena kadang-kadang tersembunyi di balik peristiwa yang meloncat-loncat, atau di dalam ucapan maupun perilaku tokoh-tokohnya. Sedangkan tahapan alur itu sendiri adalah urutan jalan cerita yang disajikan dalam cerpen atau novel.
            Jalan cerita dalam cerpen Mbok Jah karya Umar Kayam mengisahkan tentang kehidupan Mbok Jah seorang pembenatu yang sudah dua puluh tahun mengabdi kepada keluarga Mulyono yang memutuskan untuk pulang ke desanya dan membuat keputusan setiap lebaran sekaten Mbok Jah akan datang. Maka dari itu penulis mengambil judul “Analisis Tahapan Alur dalam Cerpen Mbok Jah Karya Umar Kayam”.



  1. RUMUSAN MASALAH
Seperti apakah Tahapan Alur dalam cerpen “Mbok Jah” Karya Umar Kayam ?

  1. LANDASAN TEORI
Teori yang digunakan dalam menganalisis Tahapan Alur dalam cerpen “Mbok Jah” Karya Umar Kayam meliputi :
a)      Pengertian Alur
Alur merupakan unsur yang sangat penting dalam cerita. Alur berperan mengatur hubungan peristiwa-peristiwa dalam suatu cerita. Karena peristiwa-peristiwa dalanm suatu cerita mempunyai hubungan yang erat satu sama lain. Suatu peristiwa atau kejadian dalam cerita dapat terjadi justru disebabkan oleh adanya peristiwa sebelumnya. Rangkaian peristiwa yang terdapat dalam suatu cerita.
Alur atau plot adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah inter-relasi fungsional yang sekaligus fiksi. Dengan demikian, alur ini merupakan perpaduan unsur–unsur yang membangun cerita. Dalam pengertian ini alur merupakan rangkaian suatu jalur tempat lewatnya rentetan peristiwa yang merupakan rangkaian pola tindak tanduk yang berusaha memecahkan konfflik yang terdapat di dalamnya".
Alur suatu cerita sangat erat hubungannya dengan unsur-unsur yang lain seperti perwatakan, setting, suasana lingkungan begitu juga dengan waktu. Berdasarkan hubungan antara tokoh-tokoh dalam cerita, yang biasanya ditentukan oleh jumlah tokoh, maka alur terbagi atas dua bagian seperti yang dikemukakan oleh semi (1984:36)



b)      Tahapan Alur menurut Tasrif Ali meliputi :
1.      Pengenalan
Pengenalan disebut juga paparan (exposition) yaitu  pengarang menyampaikan informasi sekedarnya kepada pembaca, misalnya memperkenalkan tokoh cerita, keadaannya, tempat tinggalnya, pekerjaannya, maupun kebiasaan-kebiasaannya.
            fungsi paparan untuk memberikan informasi kepada pembaca agar dapat mengikuti kisahan selanjutnya dengan mudah. Harus diingat bahwa situasi yang digambarkan pada bagian awal alur, hendaknya membuka kemungkinan bagi pengembangan cerita dan memancing rasa ingin tahu pembaca akan kelanjutan cerita
2.      Pemaparan  konflik
Pemaran konflik adalah tahapan cerita yang melukiskan munculnya masalah antara tokoh utama dengan sesuatu (bisa masalah dengan tokoh lain, diri sendiri, nilai-nilai, lingkungan, dan lain-lain).
3.      Penanjakan
 Penanjakan yaitu Perkembangan masalah menjadi pertikaian/perselisihan antara dua kekuatan yang bertentangan. Hubungan antar tokoh sering kali sering tidak sejalan sehingga menimbulkan pertikaian.
4.      Klimaks
Klimaks adalah tahapan cerita yang melukiskan konflik mencapai puncaknya. Perselisihan yang semakin meruncing.yang mencapai puncaknya. Puncak cerita terjadi karena ketidaksesuaian antar tokoh mencapai titik maksimal

.
5.      Peleraian
Peleraian (falling action), yakni tahapan alur yang melukiskan pemecahan masalah dari konflik yang ada. Satu persatu konflik berakhir.
6.      Penyelesaian
Penyelesaian (denouement),  yakni  tahapan alur yang melukiskan akhir suatu cerita yang merupakan penyelesaian masalah. Dalam penyelesaian cerita, mungkin digunakan alur tertutup atau alur terbuka.
Cerita menggunakan alur tertutup jika dalam penyelesaian itu sudah ditampilkan jawaban atau jalan keluar terhadap semua permasalahan yang dihadapi para tokoh. Sebaliknya, cerita menggunakan alur terbuka jika dalam penyelesaian itu tidak diberikan jawaban atau jalan keluar terahadap permasalahan yang dihadapi tokoh. Pembaca atau pendengar cerita itu disuruh memperkirakan jawabannya. Di samping itu, mungkin cerita berakhir secara menyenangkan (happy ending )atau menyedihkan (sadending).

E. PEMBAHASAN
Tahapan alur dalam cerpen Mbok Jah karya Umar Khayam
1.      Pengenalan
Dua puluh tahun Mbok Jah mengabdi pada keluarga Mulyono. Perlakuan baik dan penuh tepa selira selalu di dapat Mbok Jah

Dua puluh tahun telah dilewatinya untuk bekerja sebagai pembantu di rumah keluarga yang sederhana dan sedang-sedang saja kondisi ekonominya. Gaji yang diterimanya tidak pernah tinggi cukup saja, tetapi perlakuan yang baik dan penuh tepa selira dari seluruh keluarga itu telah memberinya rasa aman, tenang, dan tenteram. Buat seorang janda yang sudah terlalu tua itu, apalah yang dikehendaki lagi selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian.
2.      Pemaparan konflik
Mbok Jah memutuskan untuk pulang kedesanya. Tetapi keluarga majikan tidak mau ditinggal Mbok Jah. Akhirnya diambil jalan tengah setiap sekaten lebaran Mbok jah akan datang dan Mbok jah menepati janjinya.

Diputuskannya untuk pulang saja ke desanya. Dia masih memiliki warisan sebuah rumah desa yang meskipun sudah tua dan tidak terpelihara, akan dapat dijadikannya tempai tinggal di hari tua.
               Pokoknya keluarga majikan tidak mau ditinggalkan oleh Mbok Jah. Tetapi keputusan Mbok jah sudah mantap. Tidak mau menjadi beban sebagai kuda tua yang tidak berdaya. Hingga jauh malam mereka twar-menawar. Akhirnya diputuskan suatu jalan tengah Mbok Jah akan ”turun gunung” dua kali dalam setahun. Yaitu pada waktu sekaten dan waktu idul fitri. Mereka lantas setuju dengan jalan tengah itu. Mbok Jah menepati janjinya. Waktu sekaten dan idul fitri dia memang datang. Bahkan kedono dan kedini selalu ikut menemaninya duduk  menglesot di halaman masjid kraton untuk mendengarkan suara gamelan sekaten yang hanya berbunyi tang-tung-gromyang itu. Malah lama-kelamaan mereka bisa ikut larut menikmati suasana.
3.      Penanjakan
Dua tahun terakhir Mbok Jah tidak muncul sehingga membuat rasa ingin tahu keluarga Mulyono terhadap keadaan Mbok Jah.

”Inggih, Ndoro-ndoro saya dan Gus-Den Rara yang baik, saya pasti dua sekaten dan dua lebaran terakhir Mbok jah tidak muncul. Keluarga Mulyono bertanya-tanya. Jangan-jangan Mbok Jah mulai sakit-sakitan atau jangan-jangan malah .....

4.      Klimaks
Keluarga Mulyono mengunjungi desa Mbok jah. Mengetahui keadaan Mbok jah yang memprihatinkan. Di deasa Mbok Jah hanya terdapat kursi yang sudah reyot sedangkan sebagai suguhan hanya bisa tiwul Gunung Kidul.

Di dalam hanya ada satu meja, beberapa kursi yang sudah reyot, dan sebuah amben yang agaknya adalah tempat tidur Mbok Jah. Mereka disilakan duduk. Dan keluarga Mulyono masih ternganga-nganga melihat kenyataan rumah bekas pembantu mereka itu.
“Silahkan Ndoro, makan seadanya Tiwul Gunung Kidul dan sambelnya Mbok jah tidak pakai terasi karena kehabisan terasi dan temannya Cuma daun singkong direbus”.


  1. Peleraian
Kedono kedini bagian dari keluarga Mulyono tidak tahan melihat Mbok jah dan menawarkan Mbok Jah untuk tinggal kembali bersamanya saja.

Kedono dan Kedini tidak tahan lagi. Diletakkan piring mereka dan langsung memegang bahu embok mereka.
”Kau ikut kami ke kota, ya? Harus! Sekarang juga bersama kami”.
6.      Penyelesaian
Mbok jah menolak ajakan Kedono Kedini. Tetapi sebuah kesepakatan lagi tiap sekaten Mbok jah betul-betul akan datang.

Mbok jah tersenyum, tapi menggelengkan kepala.
” Simbok tahu kalu anak-anakku akan menawarkan ini. Kalian anak-anakku yang baik. Tapi tidak. Gus-Den Rara, rumah simbok di hari tua ya, di sini. Nanti sekaten dan lebaran akan datang, saya pasti datang. Betul “Mereka pun tahu itu keputusan yang tidak bisa ditawar lagi.

  1. SIMPULAN
Cerpen “Mbok Jah Karya Umar Kayam” menceritakan tentang kehidupan seorang pembantu yang sudah dua puluh tahun mengabdi kepada majikan keluarga Mulyono. Perlakuan baik dan penuh tepa selira selalu di dapat oleh Mbok Jah. Tetapi di rumah keluarga Mulyono ini dia merasa renta dan tidak kuat sebelumnya. Mbok Jah merasa dirinya menjadi beban keluarga itu. Diputuskannya untuk pulang ke desanya. Majikan beserta seluruh anggota keluarganya protes keras dengan keputusan Mbok Jah. Akhirnya diambil jalan tengah sebuah kesepakatan setiap sekaten lebaran Mbok Jah harus datang mengunjungi keluarga Mulyono. Lebaran tahun pertama Mbok Jah menepati janji nya. Tapi dua tahun terakhirnya Mbok Jah tidak datang membuat rasa ingin tahu keluarga Mulyono mengenai keadaan Mbok Jah. Kemudian mengunjungi desa Mbok Jah dan melihat keadaan Mbok Jah yang memprihatinkan kedono-kedini, tidak tahan melihat keadaan Mbok Jah dan menawarkan untuk tinggal di keluarga Mulyono lagi. Akhirnya Mbok Jah menolak dan membuat kesepakatan lagi untuk lebaran berkunjung menemui ke keluarga Mulyono.

  1. DAFTAR PUSTAKA
·           Andini, Nirmala dan Aditya Pratama. 2003. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Prima Media.
·           Harjito. 2007. Melek Sastra. Semarang : Wonodri Krajan nomor 964A.
·           Sunarno. 2006. Bulletin Bahasa Indonesia. Semarang : Tim MGMP.
















  1. LAMPIRAN







1 komentar:

  1. Nice blog bu, saya anak smp 9 smg kelas 9c(dulu 8H) yg pernah di ajar bu missy tambahan b.indo

    sangat bermanfaat bu materinya :)

    BalasHapus