welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 31 Oktober 2011

LINGUISTIK BERDASARKAN ALIRAN/TEORI YANG MENDASARI :

NAMA : Anita Misriyah
NPM    : 0841024
                        Kelas    : 5j / PBSI

LINGUISTIK BERDASARKAN ALIRAN/TEORI YANG MENDASARI :

1.     Linguistik Srtuktural
Linguistik  strukturalis  berusaha  mendiskripsikan  suatu  bahasa  berdasarkan  ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu.
v  Ferdinan de Saussure (1857-1913)
Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern berdasar pada pandangan- pandangan yang  dimuat  dalam  bukunya Course  de  Linguistique Generale. Buku  tersebut memuat pandangan mengenai konsep  :  (1)  telaah  sinkronik dan diakronik,  (2) perbedaan  langue dan  parole,  (perbedaan  signifiant  dan  signifie,  dan  (4)  hubungan  sintagmatik  dan paradigmatik.
v  Aliran Praha
Terbentuk pada tahun 1926 yang diperkarsai oleh Vilem Mathesius (1882-1945).Dalam bidang fonologi,  aliran Praha merupakan yang pertama kali membedakan dengantegas akan fonetik dan fonologi. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri, sedangkan fonologi mepelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.
v  Aliran Glosematik
Lahir  di  Denmark,  tokohnya,  antara  lain,  Louis  Hjemslev  (1899-1965),dia terkenal karena usahanya untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri bebas  dari  ilmu  lain  dengan  peralatan,  metodologis  dan  terminologis.  Sejalan  dengan pendapat  Saussure,  Hjemslev  menganggap  bahasa sebagai  sistem  hubungan  dan mengakui adanya hubungn sintagmatik dan hubungn paradigmatik.
v  Aliran Tagmemik
Aliran ini dipelopori oleh Kenneth L.Pike seorang tokoh dari Summer Institute of Linguistics. Aliran  ini  bersifat  strukturalis  dan  antropologis. Menurut  aliran  ini  satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem. yang  disebut  dengan  tagmem  adalah  kolerasi  antara  fungsi  gramatikal  dan  slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling di pertemukan untuk mengisi slot tersebut.

2.     Linguistik Transformasional
Dunia  ilmu,  termasuk  linguistik merupakan kegiatan yang dinamis; berkembang terus  sesuai  dengan  filsafat  ilmu  itu  sendiri  yang  selalu  ingin mencari  kebenaran  yang hakiki. Perubahan  total  terjadi  dengan  lahirnya  linguistik  transformasional  yang mempunyai pendekatan dan cara yang berbeda dengan linguistik struktural.
Tata  bahasa  Transformasi  lahir  dengan  terbitnya  buku  Noam  Chomsky  yang berjudul Syntactic  Structure pad  tahun  1957. Setiap  tata  bahasa dari  suatu  bahasa menurut Noam Chomsky adalah merupakan  teori dari bahasa  itu sendiri dan  tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat, yaitu :
(1) Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.
(2) Tata  bahasanya  harus  dibentuk  sedemikian  rupa  tidak  berdasarkan  pada  gejala bahasa tertentu saja dan harus sejajar dengn teori linguistik. Chomsky  membedakan  adanya kemampuan  (competence) dan perbuatan  berbahasa (performance).  Kemampuan  merupakan pengetahuan  yang  dimiliki  pemakai  bahasa mengenai bahasanya;  sedangkan perbuatan bahasa  adalah pemakaian bahasa  itu  sendiri dalam keadaan yang sebenarnya.
.

3.     Linguistik Pragmatik
Yaitu pembahasan tentang makna membawa kita pada pentingnya semantik, yaitu tataran linguistik yang mengkaji hubungan antara bentuk-bentuk linguistik (linguistic forms) dan entitas yang terdapat di luar bahasa, dalam analisis bahasa. Berdasarkan truth conditional semantics, untuk dapat dinyatakan benar, sebuah pernyataan harus dapat diverifikasi secara empiris atau harus bersifat analitis. Selanjutnya, untuk melihat pentingnya pragmatik dalam linguistik, Menurut Leech (dalam Eelen 2001: 6) perbedaan antara semantik dan pragmatik pada, pertama, semantik mengkaji makna (sense) kalimat yang bersifat abstrak dan logis, sedangkan pragmatik mengkaji hubungan antara makna ujaran dan daya (force) pragmatiknya; dan kedua, semantik terikat pada kaidah (rule-governed), sedangkan pragmatik terikat pada prinsip (principle-governed). Tentang perbedaan yang pertama, meskipun makna dan daya adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak dapat benar-benar dipisahkan, sebab daya mencakup juga makna.
Dengan kata lain, semantik mengkaji makna ujaran yang dituturkan, sedangkan pragmatik mengkaji makna ujaran yang terkomunikasikan atau dikomunikasikan. Selanjutnya, kaidah berbeda dengan prinsip berdasarkan sifatnya. Kaidah bersifat deskriptif, absolut atau bersifat mutlak, dan memiliki batasan yang jelas dengan kaidah lainnya, sedangkan prinsip bersifat normatif atau dapat diaplikasikan secara relatif, dapat bertentangan dengan prinsip lain, dan memiliki batasan yang bersinggungan dengan prinsip lain.

                                               
















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar