welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 31 Oktober 2011

Tata Bahasa Generatif Trasformasi


Nama                   : Anita Misriyah
NPM           : 08410204
Kelas          : 5J / PBSI

Ø Tata Bahasa Generatif Trasformasi
Tata bahasa Generatif Trasformasi (TGT) adalah sebuah konsep kajian kebahasaan yang dipelopori oleh Chomsky. Pada tahun 1957, Chomsky mengenalkan gagasan barunya melalui sebuah buku yang berjudul Syntactic Structure. Gagasan barunya yang tertuang dalam buku itulah yang kemudian oleh para linguist disebut degnan Tata bahasa Generatif Transformasi. Berfungsi menangkap perangkat kaidah yang terbatas, yang secara tuntas mampu menjelaskan ciri gramatikal dari sejumlah kalimat yang tak terbatas.Jadi dengan adanya TGT ini, kita bisa mengetahui seperangkat kaidah kalimat secara jelas.
Mengkaji suatu bahasa tidak harus dihadapkan pada komponen-komponen kebahasaan yang sudah paten. Namun, pengkajian bahasa bisa dimulai dari cara kerja secara deduktif yang dibangun oleh konstruk hipotetik tertentu. TGT teori diartikan sebagai seperangkat hipotesis yang memiliki hubungan secara internal antara yang satu dengan yang lainya.
Dalam hal ini, hipotesis memiliki 2 ciri utama, (1) berisi pernyataan yang berfungsi untuk memahami sesuatu yang bersifat sementara, (2) merupakan kreasi intelek yang sistematis, teliti, tetapi bersifat tentatif sehingga memungkinkan untuk dikembangkan atau ditolak.
Ø Tata Bahasa Segmantik Generatif
Tokoh: Postal, Lakkoff, Mc Cawly, dan Kiparsky. Menurut teori generatif semantik, struktur semantik dan struktur sintaksis bersifat homogen, dan untuk menghubungkan kedua struktur itu cukup hanya dengan kaidah transformasi saja. Menurut semantik generatif, sudah seharusnya semantik dan sintaksis diselidiki bersama sekaligus karena keduanya adalah satu. Struktur semantik itu serupa dengan struktur logika, berupa ikatan tidak berkala antara predikat dengan seperangkat argumen dalam suatu proposisi. Menurut teori semantik generatif, argumen adalah segala sesuatu yang dibicakan: sedangkan predikat itu semua yang menunjukkan hubungan, perbuatan, sifat, keanggotaan, dan sebagainya. Jadi, dalam menganalisis sebuah kalimat, teori ini berusaha mengabstrasikan predikatnya dan menentukan argumen-argumennya.
Ø  Tata Bahasa Kasus
Tata bahasa kasus atau teori kasus pertama kali diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore dalam karangannya berjudul “The Cese for Case” tahun 1968 yang dimuat dalam buku Bach, E. dan R. Harms Universal in Linguistic Theory, terbitan Holt Rinehart dan Winston. Dalam karangannya yang terbit tahun 1968 itu Fillmore membagi kalimat atas :
(1) modalitas, yang bisa berupa unsur negasi, kala, aspek, dan adverbia; dan
(2) proposisi, yang terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus. Persamaan antara teori semantik generatif dengan teori kasus, yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba.
Ø  Tata Bahasa Relasional
Tata bahasa relasional muncul pada tahun 1970-an sebagai tantangan langsung terhadap beberapa asumsi yang paling mendasar dari teori sintaksis yang dicanangkan oleh aliran tata bahasa transformasi. Tokoh-tokoh aliran ini, antara lain, David M. Perlmutter dan Paul M. Postal. Buah pikiran mereka tentang tata bahasa ini dapat dibaca dalam karangan mereka, antara lain, Lectures onRelational Grammar (1974), “Relational Grammar” dalam syntax and Semantics vol. 13 (1980), dan Studies in Relational Grammar I (1983). Dalam hal ini tata bahasa relasional (TR) banyak menyerang tata bahasa transformasi (TT), karena menganggap teori-teori TT itu tidak dapat diterapkan pada bahasa-bahasa lain selain bahasa Inggris. Menurut teori bahasa relasional, setiap struktur klausa terdiri dari jaringan relasional (relational network) yang melibatkan tiga macam maujud (entry), yaitu:
§  Seperangkat simpai (nodes) yang menampilkan elemen-elemen di dalam suatu struktur;
§  Seperangkat tanda relasional (relational sign) yang merupakan nama relasi gramatikal yang disandang oleh elemen-elemen itu dalam hubungannya dengan elemen lain;
§  Seperangkat “coordinates” yang dipakai untuk menunjukkan pada tatara yang manakah elemen-elemen itu menyandang relasi gramatikal tertentu terhadap elemen yang lain.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar