welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014


Thank you all ...

Senin, 31 Oktober 2011

ANALISIS TUTURAN BERDASARKAN DAYA YANG DITIMBULKAN, BENTUK&MAKNA KALIMAT DAN PRINSIP PERCAKAPAN PADA IKLAN BEDAK POND’S


ANALISIS TUTURAN BERDASARKAN DAYA YANG DITIMBULKAN, BENTUK&MAKNA KALIMAT DAN PRINSIP PERCAKAPAN PADA IKLAN BEDAK POND’S

Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas kelompok
Mata Kuliah : Pragmatik
Dosen : Joko Widodo


 






Oleh :
                    NAMA                                                  NPM
*      Anita Emilda                                       08410203
*      Anita Misriyah                                    08410204
*      Bambang Agus                                   08410206
*      Idha Ary                                             08410220
*      Noval                                                  08419219

IKIP PGRI SEMARANG
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
2011
BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Tindak tutur merupakan analisis pragmatik, yaitu cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dari aspek pemakaian aktualnya. Leech (1983:5-6) menyatakan bahwa pragmatik mempelajari maksud ujaran (yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan); menanyakan apa yang seseorang maksudkan dengan suatu tindak tutur; dan mengaitkan makna dengan siapa berbicara kepada siapa, di mana, bilamana, bagaimana. Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral di dalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain di bidang ini seperti analisis tuturan dari segi daya yang ditimbulkan, analisis dari bentuk dan makna kalimat, analisis prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan.


  1. RUMUSAN MASALAH
Ø  Bagaimana pembagian jenis tindak tutur berdasarkan daya yang ditimbulkan?
Ø  Bagaimana pembagian jenis tuturan berdasarkan bentuk dan makna kalimat?
Ø  Bagaimana pembagian prinsip percakapan itu?
Ø  Bagaimana analisis tuturan berdasarkan daya yang ditimbulkan, bentuk&makna kalimat, dan prinsip percakapan pada iklan bedak Pond’s?




BAB II
PEMBAHASAN

  A.  Tindak Tutur Berdasarkan Daya yang Ditimbulkan
Tindak tutur merupakan cabang ilmu bahasa yang mengkaji bahasa dari aspek pemakaian aktualnya. Pemakaian aktual yang dimaksud adalah untuk mempelajari maksud sebuah ujaran atau tuturan. Berkenaan dengan tuturan, dibedakan tiga jenis tindakan :
1)      Tindak tutur lokusi, yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan kata dan kalimat sesuai dengan makna di dalam kamus dan menurut kaidah sintaksisnya. Biasanya berupa sebuah pernyataan saja, tidak menimbulkan efek. Tindak tutur ini termasuk tindak tutur konstatif karena tindak tutur yang menyatakan sesuatu yang kebenarannya dapat diuji benar atau salah dengan menggunakan pengetahuan tentang dunia.
2)      Tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur yang mengandung maksud, menimbulkan efek secara langsung terhadap lawan tutur. Tindak tutur ini termasuk tindak tutur performatif adalah tindak tutur yang pengutaraannya digunakan untuk melakukan sesuatu, pemakai bahasa tidak dapat mengatakan bahwa tuturan itu salah atau benar, tetapi sahih atau tidak.
3)      Tindak tutur perlokusi, yaitu tindak tutur yang pengujarannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tutur. Mempunyai efek secara tidak langsung terhadap mitra tutur. Tindak tutur ini termasuk jenis tindak tutur performatif juga.

   B.  Jenis Tuturan Berdasarkan Bentuk dan Makna Kalimat
Berkomunikasi merupakan mengungkapkan ide/gagasan yang dimaksud dengan dasar untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dari sebuah tuturan.
Suatu tuturan itu sendiri merupakan tindakan berkomunikasi untuk mencapai makna dan maksud tertentu. Berdasarkan bentuk dan makna kalimat dari sebuah tuturan dibagi menjadi :
1)      Tuturan Langsung yaitu tuturan yang bentuk dan maknanya sama/sesuai.
2)      Tuturan Tidak Langsung yaitu tuturan yang bentuk dan maknanya tidak sama atau tidak sesuai.
3)      Tuturan Literal yaitu tuturan yang mempunyai makna dan maksudnya sama.
4)      Tuturan Tidak Literal yaitu tuturan yang mempunyai makna dan maksudnya berbeda.
5)      Tuturan Langsung Literal yaitu tuturan yang bentuk, makna dan maksudnya sama.
6)      Tuturan Langsung Tidak Literal yaitu tuturan yang bentuk dan maknanya sama tetapi maksudnya brbeda
7)      Tuturan Tidak Langsung Literal yaitu tuturan yang bentuknya berbeda tetapi mempunyai makna dan maksud yang sama.
8)      Tuturan Tidak Langsung Tidak Literal yaitu tuturan yang mempunyai bentuk, makna dan maksud yang berbeda.

  C.  Pembagian Prinsip Percakapan
Didalam sebuah percakapan memiliki dorongan atau motif tertentu untuk bercakap-cakap. Nah dorongan itu disebut dengan prinsip percakapan. Prinsip-prinsip percakapan dibagi menjadi :
  1. Prinsip Kerjasama
Prinsip kerjasama adalah prinsip yang mendasari percakapan karena adanya hubungan kedekatan antara penutur dengan lawan tutur. Didalam prinsip ini terdapat maksim-maksim untuk mempermudah penutur dalam bertutur dan memudahkan lawan tutur mencerna tuturan penutur. Maksim-Maksim itu terdiri dari :

v  Maksim Kuantitas : Maksim ini mengacu pada jumlah kata dalam tuturan. Dinilai dari panjang atau pendeknya kata diupayakan secukupnya.
v  Maksim Kualitas : Maksim ini melibatkan dua belah pihak yang mempunyai maksud harus sesuai kenyataan.
v  Maksim Relevansi : Maksim ini berpedoman bahwa setiap tuturan saling berhubungan dengan maksud yang akan dicapai.
v  Maksim Cara : Maksim ini mengacu pada tuturan yang disampaikan harus mudah ditangkap oleh mitra tutur yang simple dan sederhana saja.

  1. Prinsip Kesopanan
Prinsip Kesopanan adalah adanya keinginan untukmenghormati lawan tutur. Kata-katanya harus sopan, halus dan tidak kasar. Prinsip ini terbagi dari beberapa maksim meliputi :
ü  Maksim Kerendahatian: Maksim yang menunjukan ketidaksombongan penutur.
ü  Maksim Keberterimaan: Maksim yang bertujuan meninggikan penutur tetapi agar mudak diterima lawan tutur.
ü  Maksim Kecocokan: Maksim yang menimbulkan kecocokan maksud yang sama antara penutur dan mitra tutur.
ü  Maksim Kedermawanan: Maksim atau tuturan yang mudah memberikan pujian, tidak mencela untuk meninggikan lawan tutur.
ü  Maksim kebijaksanaan: Maksim yang mampu membuat kerugian orang lain sekecil mungkin, dan mampu memilih kata-kata sesuai konteks.
ü  Maksim Kesimpatian: Maksim yang mewajibkan penutur untuk menunjukkan rasa simpati dan merendahkan antipati.

  D.  Analisis Tuturan Berdasarkan Daya yang Ditimbulkan, Bentuk&Makna Kalimat, dan Prinsip Percakapan pada Iklan Bedak Pond’s
1.  Pond’s White Beauty
·         Fakta : 96 % tampak lebih putih
·         Dengan formula unik vitamin B3 benar-benar membuat kulit tampak lebih putih
·         Pond’s White Beauty membuat wajah bening merona sebening suara Afgan di handphonemu
Dari pernyataan yang pertama diatas termasuk lokusi karena hanya berupa pertanyaan saja untuk menginformasikan bahwa fakta terbukti menyatakan 96% tampak lebih putih. Kemudian termasuk tindak tutur langsung karena bentuk, makna dan maksudnya sama.
Ø  Bentuk      : kalimat berita
Ø  Makna       : sesuai kenyataan 96% tampak lebih putih
Ø  Maksud     : menginformasikan
Dari pernyataan yang kedua diatas termasuk ilokusi ekspresif karena menimbulkan efek secara langsung (menawarkan) bisa membuat kulit lebih putih khemuduian termasuk tindak tutur tidak langsung literal karena bentuknya beda tetapi makna dan maksudnya sama.
Ø  Bentuk      : kalimat berita
Ø  Makna       : benar- benar sesuai kenyataan membuat kulit lebih putih
Ø  Maksud     : menyuruh memakai produk Pond’s White Beauty karena membuat kulit lebih putih
Dari pernyataan yang ketiga diatas termasuk perlokusi karena menimbulkan efek secara tidak langsung ibarat wajah bening sebening suara Afgan dihandphonemu. Kemudian termasuk tindak tutur tidak langsung tidak literal karena dari bentuk, makna dan maksud tidak sama.

Ø  Bentuk      :  kalimat berita
Ø  Makna       : tidak sesuai kenyataan antara bening wajah dengan suara
Ø  Maksud     : menyuruh menggunakan Pond’s White Beauty
Secara keseluruhan menggunakan prinsip kerja sama mematuhi maksim kualitas dan relevansi, melanggar prinsip cara. Kemudian menggunakan prinsip kesopanan mematuhi maksim keberterimaan, kedermawanan, kebijaksanaan dan melanggar prinsip kerendahatian, kecocokan dan kesimpatian.

2.                                          Pond’s Gold Radiance
·         Ini yang bikin aku berasa umur 20 tahun lagi
·         Hanya Pond’s Gold Radiance yang membuatnya kembali bercahaya seperti sekarang
·         Dengan mikro partikel emas asli dan tekhnologi anti aging termuka mengembalikan cahaya wajah, menyamarkan kerutan, garis halus dan flek hitam serta meningkatkan kelembaban kulit
·         Pond’s Gold Radiance kembalikan cahaya mudamu
Dari pernyataan yang pertama diatas termasuk perlokusi, karena efeknya secara tidak langsung bermaksud mempromosikan Pond’s Gold Radiance untuk membuat berasa umur  literal karena bentuk dan maknanya sama tetapi maksudnya berbeda.
Ø  Bentuk      : kalimat berita
Ø  Makna       : sesuai kenyataan bercahaya seperi sekarang
Ø  Maksud     : mempromosikan Pond’s Gold Radiance
Dari pernyataan yang kedua diatas termasuk perlokusi, karena mempunyai efek secara tidak langsung menawarkan mengembalikan cahaya wajah, menyamarkan kerutan, flek hitam serta meningkatkan kelembaban kulit. Kemudian merupakan tindak tutur langsung tidak literal, makna sama maksud beda.
Ø  Bentuk      : kalimat berita
Ø  Makna       : sesuai kenyataan
Ø  Maksud     : menawarkan
Dari pernyatan yang ketiga diatas termasuk lokusi direktif, karena mempunyai efek secara langsung bermaksud menyuruh mengembalikan cahaya mudavkulit kita. Kemudian merupakan tindak tutur langsung literal yaitu bentuk, makna dan maksud sama.
Ø  Bentuk      : kalimat perintah
Ø  Makna       : sesuai kenyataan
Ø  Maksud     : memerintah
Secara kesuluruhan memenuhi prinsip kerja sama memenuhi (maksim kualitas dn relevansi melanggar maksim kuantitas dan cara). Kemudian memenuhi prinsip kesopanan (maksim keberterimaan, kedermawanan dan kebijaksanaan, melanggarmaksim kerendah hatian, kecocokan dan kesimpatian.

3.                                          Pond’s Flawless White
·         Hanya 7 hari kulit tampak lebih putih, noda hitam dan bekas jerawat berkurang secara nyata
·         Buktikan tampak makin cerahnya kulitmu hanya dalam 7 hari
Dari pernyatan yang pertama diatas termasuk perlokusi, karena menimbulkan efek tidak secara langsung bahwa menyakinkan hanya dalam 7 hari kulit tampak lebih putih, noda hitam berkurang. Kemudian merupakan tindak tutur tidak langsung literal karena makna dan maksud sama tetapi maksud berbeda.
Ø  Bentuk      : kalimat berita
Ø  Makna       : memberitahukan sesuai kenyataan
Ø  Maksud     : meyakinkan
Dari pernyataan kedua diatas termasuk ilokusi direktif, karena efeknya secara langsng memerintahkan untuk membuktikan kulit tampak lebih cerah dalam 7 hari. Kemudian merupakan tindak tutur langsung tidak literal karena bentuk dan maknanya sam tetapi maksudnya berbeda.
Ø  Bentuk      : kalimat perintah
Ø  Makna       : memerintah sesuai kenyataan
Ø  Maksud     : mempromosikan
Secara keseluruhan memenuhi prinsip kerja sam yaitu memenuhi maksim kualitas, relevansi tetapi melanggar maksim cara. Kemudian memenuhi prinsip kesopanan memenuhi maksim ked’rmawaan, keberterimaan, kecocokan, melanggar maksim
4.                                          Pond’s Pure White
Pond’s Pure White Facial Foam diformulasikandari activated carbon, dengan kegunaan:
·         Menyerap dan mengangkat kotoran dari kulit dengan optimal
·         Membersihkan wajah secara menyeluruh
·         Mengurangi kekusaman sehingga kulit tampak lebih cerah dan bersih
Dari pernyatan diatas termasuk perlokusi karena mempunyai efek secara tidak langsung tidak literal karena bentuk dan maknanya sama tetapi maksud berbeda.
Ø  Bentuk      : kalimat berita
Ø  Makna       : menginformasikan sesuai kenyataan
Ø  Maksud     : mempengaruhi

Secara keseluruhan memenuhi prinsip kerja sama yaitu memenuhi maksim kualitas, kuantitas, relevansi tetapimelanggar maksim cara. Kemudian memenuhi prinsip  kesopanan mematuhi maksim kedermawanan dan kecocokan.
5.                                          Pond’s Age Miracle
·         Yakin bekan umur 34 tahun?
Sembunyikan usia dibalik kulit muda berseri hanya dalam 7 hari karena Pond’s Age Miracle CLA bekerja melawan tanmda- tanda penuaan.
Dari pernyataan diatas termasuk ilokusi direktif karena mempunyai efek secara langsung memerintahkan untuk menyembunyikan usia untuk bisa membuat kulit berseri dalam 7 hari. Kemudian termasuk tindak tutur tidak langsung literal, karena bentuknya berbeda makna dan maksud sama
Ø  Bentuk      : kalimat tanya
Ø  Makna       : sesuai kenyataan
Ø  Maksud     : memerintah
Secara keseluruhan memenuhi prinsip kerja sama yaitu memenuhi maksim kualitas, kuantitas, relevansi tetapimelanggar maksim cara. Kemudian memenuhi prinsip  kesopanan mematuhi maksim kedermawanan dan kecocokan.








BAB III
PENUTUP

  1. Simpulan

Tindak tutur merupakan entitas yang bersifat sentral di dalam pragmatik dan juga merupakan dasar bagi analisis topik-topik lain di bidang ini seperti analisis tuturan dari segi daya yang ditimbulkan, analisis dari bentuk dan makna kalimat, analisis prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Dari analisis-analisis tadi mempunyai tujuan yang sama dari sebuah tuturan yaitu untuk berkominikasi agar tercapainya maksud dari sebuah tuturan penutur kepada lawan tutur.

  1. Saran
Dalam penyusunan makalah ini penulis telah berusaha mencapai hasil yang sempurna, namun kaerena teterbatasan pencarian data dan penulis dalam menyusun makalah ini. Maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran. Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian.













DAFTAR PUSTAKA

Andini, Nirmala dan Aditya Pratama. 2003. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Prima Media.
Tarigan, Henry Guntur. 1990. Pengajaran Pragmatik. Bandung : Angkasa.
Leech, Louise. 2007. Prinsip-Prinsip Dasar Pragmatik. Yogyakarta : Pustaka Belajar.
Femina. 2005. Majalah Wanita Mingguan. Edisi 22-28 Desember 2005.
Herworld Indonesia. 2002. Fashion. Edisi Desember 2002.
Female. 2007. Indonesian’s Leading Fasion and Beauty Magazine. Edisi Januari 2007.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar