welcome

Heyy heyy heyy ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2013


Thank you all ...

Sabtu, 19 Oktober 2013

Contoh Cerpen "Kamar Nomor 18"

Kamar Nomor 18

Tinggi, tegap, putih, ganteng, berhidung mancung dan berpostur atletis. Ya begitulah postur tubuh lelaki brengsek itu. Lelaki brengsek yang aku cintai. Setelah mencicipi maduku, ia pergi meninggalkanku. Kini aku seperti sampah dibuangnya. Seperti itulah kiranya curhat Winda terhadap teman-temannya siang itu.
“Emangnya siapa lelaki itu?” Tanya Rita salah satu teman Winda.
“Setahuku kamu itu gak punya pacar Win?” Celutuk Lala.
“Iya, dia emang bukan pacarku, tapi dia itu……………..”   
Belum selesai Winda melanjutkan kalimatnya, bel masuk telah berbunyi. Anak-anak diharapkan masuk ke kelas masing-masing untuk mengikuti mata pelajaran selanjutnya yakni biologi. Hmmmm, pelajaran yang mengasyikkan tentunya, kita bisa mengenal diri kita sendiri.
“Selamat siang anak-anak, sudah siap menerima pelajaran dari Bapak?”
“Iyaa siap Pak” Serentak siswa-siswa menjawab.
“Hari ini kita akan belajar tentang alat reproduksi. Untuk yang pertama akan bapak jelaskan tentang alat reproduksi wanita yang biasa dikenal dengan nama vagina. Kalian sudah mengenal vagina bukan?”
“Belum mengenal Pak, tapi saya tahu kalau di sekeliling vagina ditumbuhi rambut- rambut sexy yaa pak.” Tanya Bimo murid ternakal di kelas itu”
“Husshh kamu itu hafalnya hanya rambut-rambutnya saja”.
“Lalu bagian yang lainnya apa dong pak?”
“Begini Bapak jelaskan”
            Pak Darno menjelaskan  bagian-bagian vagina laksana air yang mengalir. Membuat Winda si gadis kecil, cantik, imut dan centil terhanyut dalam lamunannya. Teringat sosok pria yang selalu dikasihinya yang telah merenggut masa depannya, memporak-porandakan alat reproduksinya, mencabik-cabik hatinya dan melukai perasaannya. Kasihan gadis itu, begitu malang nasibnya. Semenjak kejadian yang merenggut masa depannya, kini dia menjadi hilang arah, sering melamun di kelas, susah tidur, tidak nafsu makan dan sering murung. Sampai jam pelajaran usaipun, Winda masih terlelap dalam lamunannya.
‘’Win, kamu kenapa?” Tanya Rita
“Aku sudah tak suci lagi Ritt’’
“Apa?”        
“Aku telah dinodai oleh seseorang, pasti udah gak ada yang mau denganku lagi, masa depanku hancur”
“Kamu itu cantik Win”
‘’Tapi segelku sudah rusak Ritt, mana ada cowok yang mau denganku?”
“Tapi kamu sekarang sudah bertaubat kan? dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi kan?”
‘’Iyaa, tetapi tetap saja aku sudah ternoda, aku tak pantas dicintai lagi”
“Kamu tidak ternoda Win, kamu hanya tercelup sedikit kotoran dari lelaki brengsek yang telah menodaimu. Suatu hari nanti kotoran itu pasti akan dibersihkan oleh lelaki yang benar-benar mencintaimu. Pasti akan ada lelaki yang mencintaimu dengan tulus dan mau menerimamu apa adanya asalkan kamu berjanji tidak akan melakukan hal nista itu lagi’’
“Tapi aku sudah tidak pantas dicintai, aku sudah tidak perawan lagi Ritt’’
“Kamu masih pantas dicintai Win. Jodoh tidak ada yang tahu. Seorang janda beranak tiga saja, masih bisa mendapatkan seorang perjaka, apalagi kamu yang masih muda dan cantik”
‘’Amiinn kalau begitu Ritt, terima kasih”

Sesampainya di rumah, Winda sedikit lega karena telah mendapatkan suntikan semangat dari temannya Rita. Namun saat melihat wajah ibu dan ayahnya, Winda langsung berurai airmata. Ayah, ibu maafkan anakmu ini, Winda sudah gagal menjaga martabat dan kehormatan Winda sebagai seorang wanita. Winda tidak bisa lagi menjadi apa yang kalian harapkan. Masa depan dan cita-cita Winda telah hancur dalam waktu sekejap di kamar nomor 18. Winda terbuai oleh aroma romansa, tubuh Winda direbahkan di atas ranjang bak terlena bunga-bunga asmara, Satu persatu pakaian Winda dilucuti. Winda terasa dibawa terbang ke surga. Awalnya yang tanpa Winda ketahui sebenarnya semua itu hanyalah kenikmatan sesaat. Tuhan, apa yang harus kini Winda lakukan? (batin Winda dalam hati).
Kejadian di kamar nomor 18 merupakan peristiwa sangat bersejarah bagi Winda. Yang tidak akan pernah Winda lupakan seumur hidupnya. Winda mendapatkan pelajaran penting dari peristiwa itu yang menjadikannya kini lebih mendekatkan diri kepada Allah. Karena Allahlah yang dapat memberikan ketenangan jiwa dan keteduhan batinnya.



CERPEN KARYA:
ANITA MISRIYAH, S.Pd.
27 OKTOBER 2012

INSPIRATED BY: real story potret kehidupan anak muda zaman sekarang.