welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 31 Oktober 2011

Laporan Orientasi Budaya Surabaya-Bali


LAPORAN ORIENTASI BUDAYA
SURABAYA-BALI

Ditulis untuk memenuhi salah satu tugas kelompok
Mata Kuliah : Orientasi Budaya
Dosen Pengampu : Mukhlis, S.Pd., M.Pd.


 






Oleh:
                  NAMA                                    NPM
*      Febri Alexandro                      07410208
*      Agung Wibawa                       08410201
*      Anang Sulistyo                       08410202
*      Anita Emilda                           08410203
*      Anita Misriyah                        08410204
*      Arum Dyah T                          08410205
                                                                                

IKIP PGRI SEMARANG
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
2010
HALAMAN PERSETUJUAN
Laporan Orientasi Budaya ini telah disetujui oleh Ketua Program Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Dosen Pembimbing Orientasi Budaya Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Semarang Tahun Ajaran 2009 / 2010 pada :

Hari                 : Senin
Tanggal           : 17 Mei 2010

Mengetahui,


               Ketua Progdi PBSI                                                     Dosen Pembimbing


               Drs. Harjito, M.Hum.                                                  Mukhlis, S.Pd., M.Pd.
               NIP. 93650113                                                           NIP. 087101213



DAFTAR ISI

Halaman Judul .............................................................................................................. i
Halaman Persetujuan ................................................................................................... ii
Daftar Isi .................................................................................................................... iii
Kata Pengantar ............................................................................................................ v
Pedahuluan
   Latar Belakang .................................................................................. 1
   Tujuan ............................................................................................... 1
   Manfaat ............................................................................................. 1
Pelaksanaan
1).    Objek Wisata Orientasi Budaya di Surabaya ....................................... 2
v  Kesenian Ludruk ...................................................................... 2
v  Jembatan Suramadu ................................................................. 4
v  Kunjungan Pusat Batik Madura ............................................... 5
2).    Objek Wisata Orientasi Budaya di Bali ............................................... 6
v  Desa Adat Bali ......................................................................... 6
v  Tari Barong dan Keris ............................................................. 7
v  Museum Kartun…………………..………………………….10
v  Pabrik kata 2x Jangkrik………………...……………………13
v  Jogger…………………………………………...……………13
v  Pantai Kuta………………………………………………..…15
v  Pasar Seni Sukowati………………...……………………….15
v  Taman Ayun…………………………………………………15

Penutup
°         Simpulan……………………………………………………………..17
°         Saran……………………...………………………………………….20

Lampiran
§  Selayang Pandang…………………………………………………... 21
§  Jadwal Pelaksanaan Orientasi Budaya……………………………….22

Foto
















KATA PENGANTAR

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan atas bimbingan dosen Mukhlis, S.Pd., M.Pd. sehingga penulis dapat membuat Laporan Orientasi. Laporan ini penulis susun guna memenuhi tuntuan tugas kelompok dalam mata kuliah Orientasi Budaya.

Dalam penulisan makalah penulis telah berusaha untuk mencapai hasil yang sempurna, Tetapi karena keterbatasan pencarian data dan keterbatasan kemampuan penulis, maka dari itu Laporan Orientasi Budaya ini hanyalah sekedar hasil setapak.

Pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Ketua Progdi PBSI IKIP PGRI Semarang yang telah memberikan persetujuan atas Laporan Orientasi Budaya ini.
2.      Dosen Pembimbing Orientasi Budaya yang telah memberikan petunjuk atas penyusunan Laporan ini.
3.      Teman-teman kelas 4 E yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis dalam pembuatan laporan ini.

Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca terhormat.

                                                                                                                                                                                                                        Semarang, 17 Mei 2010



                                                                                                                                    Penulis,
PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang
Orientasi Budaya merupakan kegiatan intrakulikuler yang wajib diikuti oleh setiap mahasisiwa program Sarjana (S1). Orientasi Budaya adalah suatu kegiatan perkuliahan dan kerja lapangan yang merupakan pengintegrasian pengetahuan teoretis yang diperoleh di kampus dengan pengalaman di lapangan. Orientasi Budaya  termasuk ke dalam kelompok Mata Kuliah Berkehidupan dan Bermasyarakat (MMB), yaitu kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

    1. Tujuan
Kegiatan Orientasi Budaya ini diselenggarakan dengan bertujuan agar mahasiswa :
      1. Dapat menjadi guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

      1. Dapat menjadi anggota masyarakat yang membangun.
      2. Dapat mengembangkan kebudayaan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dimilikinya.

    1. Manfaat
Manfaat yang didapat selama Orientasi Budaya antara lain :
  • Menambah pengalaman praktis di lapangan.
  • Memperluas wawasan.
  • Mengetahui Kesenian Surabaya(Ludruk), kebudayaan Masyarakat Madura, dan adat – istiadat masyarakat Bali.






PELAKSANAAN
A. Objek Wisata Orientasi Budaya di Surabaya
      1. Kesenian Ludruk
v  PengertianLudruk
                  Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik.
Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa, menggunakan bahasa khas Surabaya, meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang, Malang, Madura, Madiun dengan logat yang berbeda. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk, membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak, peronda, sopir angkotan, dll).
      Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan “Pak Sakera”, seorang jagoan Madura. Tari Remo, diperagakan sebagai pembuka pementasan Ludruk
v  Fungsi Ludruk
a. Sebagai hiburan,
b. Seni pertunjukan,
c. Sebagai pengungkapan suasana kehidupan masyarakat pendukungnya,
d. Sebagai penyaluran kritik sosial.

v  Ludruk dari masa ke masa

                  Ditengarai, ludruk merupakan budaya rakyat yang lahir untuk “memberontak” model kesenian keraton dan istana semacam wayang dan ketoprak yang ceritanya terlalu elit dan tak menyentuh rakyat. Cerita-cerita ludruk umumnya mengangkat masalah kehidupan orang kecil sehari-hari dengan penggunaan bahasa yang lebih egaliter dan terkesan “kasar” tanpa unggah-ungguh bila dibandingkan dengan bahasa yang digunakan dalam pewayangan ataupun ketoprak.
                  Pada jaman revolusi, ludruk bukan hanya berfungsi sebagai sarana hiburan saja melainkan juga sarana komunikasi antara pejuang bawah tanah dengan rakyat yang menyaksikannya. Pakem- pakem yang terbentuk dalam aktivitas ludruk menyimpulkan keadaan tersebut :
1. Tarian Ngeremo menyimpulkan ejekan terhadap pria yang tidak ikut berjuang, pakaian dan dandanan perempuan tetapi dimainkan oleh laki laki.
2. Weloed (wedo’ane loedroek) membawakan lagu lagu pembuka yang akan memberikan gambaran tentang situasi yang seharusnya dicita-citakan dalam kehidupan dimainkan oleh banci-banci.
3. Ngidung membawakan syair-syair yang intinya melambangkan apa yang seharusnya diperjuangkan oleh rakyat dalam situasi dan kondisi yang ada saat ini.
a. Guyonan untuk mengesankan bahwa syair ini tidak serius
b. Serius, dimana menceritakan misi dan cerita sandiwara yang akan dibawakan
c. Guyonan yang sangat lucu, untuk menghapus kesan serius sebelumnya
d. Penutup dengan kesan permintaan maaf apabila ada pihak pihak yang tersinggung dengan apa yang telah dibawakan.
4. Sandiwara, yang merupakan sebuah drama yang menyimpulkan keadaan
secara realistis berani mengungkapkan keprihatinan masyarakat yang sedang terjajah. Di samping itu, bentuk seni ini mengandung unsur-unsur yang mendorong perjuangan.        
      1. Jembatan Suromadu
                        Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ialah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
                        Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009[2]. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.
                        Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.
                        Kata"SuraMadu" langsung pikiranku melayang Provinsi Jatim (Jawa Timur) karena SuraMadu adalah nama Jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Madura. Jembatan ini tak kunjung selesai seingatku jembatan ini mulai dicanangkan pada saat pemerintahan Presiden Habibie dan sampai sekarang pemerintahan SBY juga sudah kelar. Memang untuk membangun jembatan ini harus menghadapi tantangan yang banyak sekali disamping Anggaran (Indonesia dilanda Krisis 1998) , pembebasan tanah, serta pro dan kontra dengan masyarakat.
                        Memang saat ini untuk arus lalu lintas Surabaya ke Madura atau sebaliknya dilakukan dengan Kapal Ferry dan traffiknya sangat padat. Pada saat kami pulang kampung kemarin kami berjalan ke Pantai Kenjeran Surabaya untuk melihat ikan Hiu tutul yang terdampar dipantai tsb, dan karena penasaran ingin melihat jembatan SuraMadu dari dekat akhirnya kami teruskan menuju lokasi untuk melihat sampai seberapa pesat pembangunn jembatan tsb (hasilnya dapat dilihat pada foto diatas). Jembatan SuroMadu dibangun dari dua sisi yaitu dari Kota Surabaya dan dari Madura.
                       
      1. Kunjungan Batik Madura
                  BATIK adalah salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia, alhamdulillah telah diakui sebagai warisan budaya dunia. Sudah sepatutnya, kita bangga dan melestarikan salah satu kekayaan bangsa Indonesia ini. Mari kita jadikan batik ini sebagai ikon bangsa Indonesia, kita jadikan batik ini adalah pakaian nasional, pakaian sehari-hari kita, bukan lagi sebagai pakaian sakral yang harus dikenakan pada acara-acara tertentu saja.
                  Dari Ujung Timur sampai Barat Indonesia, hampir seluruh daerah memiliki corak batik masing-masing. Dari Medan, Padang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Lampung, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Pekalongan, Banyumas, Jogjakarta, Surakarta, Lasem, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, Kalimantan, Bali, Lombok, sampai Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) dan tentu saja masih banyak yang lainnya. Masing-masing memiliki karakteristiknya, daerah pesisir pantai memiliki kekhasan yang lain dari yang non pesisir. Daerah pesisir, karena memang dahulu relatif lebih sering berinteraksi dengan dunia luar, maka hal ini juga berpengaruh terhadap corak batiknya. Corak batik daerah pesisir lebih berani, dengan corak-corak yang bebas tanpa memiliki pakem ditambah dengan dominan warna yang menyala, sedangkan batik daerah 'tengah' masih memegang teguh pakem yang diturunkan dari nenek moyang. Corak-corak batik pesisir bisa kita temui di daerah Cirebon, Pekalongan, Tuban, Lasem dan Madura, sedangkan corak batik yang masih setia dengan pakem dapat dicontohkan dari batik Jogja dan Surakarta, walaupun akhir-akhir ini batik Surakarta juga sudah berakulturasi dan mencoba akomodatif dengan permintaan pasar.
                  Khusus untuk batik Madura, kita bisa temukan corak-corak yang beragam pula bahkan untuk setiap kota memiliki kekhasan masing-masing. Batik Tanjungbumi, Bangkalan berbeda dengan batik Pamekasan maupun Sumenep. Batik Tanjungbumi lebih tegas dalam menunjukkan jati dirinya sebagai batik khas pesisir, sedangkan batik Pamekasan maupun Sumenep lebih kaya dalam corak dan penggunaan warna-warna kalem juga semakin jamak.

B. Objek Wisata Orientasi Budaya di Bali
1.      Desa Adat Bali.
                        Desa Adat Bali, adalah tempat kepariwisataan patut mendapat perhatian yang kritis dari semua pihak, utamanya dari kalangan akademisi. Dengan perhatian yang sungguh-sungguh, diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur yang merupakan jiwa kebudayaan Bali dan umat Hindu pendukungnya. Ajaran agama mendorong umat-Nya untuk mewujudkan kemakmuran sebesar-besarnya dengan kerja keras, tetapi senantiasa berlandaskan dharma, yakni moralitas dan etika yang luhur. Demikian pula sebagai salah satu asset bangsa, Bali sangat berperanan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.
                        Semua pihak menyadari bahwa pembangunan pariwisata di Bali memberikan dampak positif bagi kesejahtraan masyarakat, tetapi di balik dampak positif itu tentu tidak lepas dari sisi negatifnya, yang bila tidak ditangani dengan sungguh-sungguh nantinya dapat merupakan penyakit yang dapat menggerogoti budaya Bali yang akarnya adalah agama Hindu; daun, bunga, dan buahnya adalah kepariwisataan, yang telah nyata dinikmati oleh wisatawan dan profitnya dinikmati langsung oleh kalangan pengelola kepariwisataan. Bila pengembang atau investor hanya berorientasi pada profit belaka dan mengeksploitasi habis-habisan budaya Bali, tanpa memperhatikan pelestarian budaya dan masyarakat Bali, maka mereka (para investor itu) adalah drakula budaya, yang hanya mengisap darah dan potensi budaya Bali, lalu pergi.
                        Selanjutnya, bila kita ingin melihat Bali secara komprehensif, sorotan kita tidak dapat lepas untuk melihat masyarakat Bali sebagai satu persekutuan hukum yang disebut dengan desa pakraman yang alam perkembangannya dewasa ini lebih populer disebut dengan nama desa adat. Desa adat atau desa pakraman mengatur hubungan manusia dengan dengan Tuhan Yang Maha Esa, Para Dewata dan Leluhur disebut parhyangan, dengan sesamanya yang disebut pawongan, dan dengan alam lingkungannya disebut palemahan
Bersentuhannya masyarakat Bali dengan kepariwisataan, terjadi sentuhan antara desa adat Bali dengan kepariwisataan, dan masyarakat Bali telah menetapkan kebijaksanaan pengembangan kepariwisataan yang menekankan pada kebudayaan. Pariwisata ini kemudian populer dikenal dengan istilah pariwisata budaya. Bagaimanakah interaksi antara desa adat Bali dengan kepariwisataan, merupakan hal yang akan dibahas dalam tulisan ini.


2.      Tari Barong dan Keris
Tari barong menggambarkan pertarungan antara “Kebijakan” malawan
“Kebatilan” barong adalah makhluk mitologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.
            Gending Pembukaan
                        Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat, kemudian datang tiga orang bertopeng yang menggambarkan sedang membuat keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dangan kera dan akhirnya berkelahi, dimana kera dapat memotong salah seorang dari mereka.
            Babak Pertama
                        Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut –pengikut dari Rangda sedang mencari pengikut- pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.
            Babak Kedua
                        Pengikut- pengikut Dewi Kunti tiba. Salah seorang pengikut Rangda berubah menjadi setan. (semacam Rangda) dan memasukan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama- sama menghada Dewi Kunti.
            Babak Ketiga
                        Munculah Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sahasewa kepada Rangda. Tetepi setan ( semacam Rangda memasuki roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bisa menjadi marah dan berniat mengorbankan anaknya serta memerintahkan kepada patihnya untuk membuang Sahadewa kedalam hutan. Dan patihnya tak luput kemasukan roh jahat oleh setan ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana Rangda.
            Babak Keempat
                        Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa dan keabadian ini tidak diketahui oleh Rangda kemudian datanglah Rangda, untuk mengoyak- koyak dan membunuh Sahadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugerahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerahkan kepada Sahadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk surga, permintaan ini dipenuhi oleh Sahadewa dan sang Rangda mendapat surga.
            Babak Kelima
                        Kalika adalah seorang pengikut Rangda menghadap Sahadewa, penolakan ini menimbulkan perkelahian, dan Kalika berubah rupa menjadi “babi hutan” Sahadewa mendapat kemenangan kemudian Kalika ( bani hutan ) ini berubah menjadi (burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda. Oleh karena saktinya Rangda ini maka Sahadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah rupa menjadi Barong. Karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsung terus abadi “Kebajikan” melawan “Kebati;an” kemudian munculah pengikut- pengikut Barong masisng- masing dengan kerisnya yang hendak menolong barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian sang Rangda.
3.      Museum Kartun
Museum kartun Indonesia Bali merupakan sebuah organisasi yang mendedikasikan dirinya pada seni kartun Indonesia dan pada kehidupan kartunis Indonesia. Di dalam gedung seluar 1600 meter persegi ini, menampilkan karya-karya kartun anak bangsa dari seluruh bangsa Indonesia.
Museum Kartun Indonesia Bali berdiri pada 13 maret 2008. Diprakarsai oleh Istio Adi seorang pengusaha kaos kartun Jangkrik 85 Bali, bersama beberapa kartunis senior Indonesia diantaranya GM Sudarta,Priyanto Sunarto, Pramono R, Pramooedjo, Jango Permarta juga praba Pangripta dan Cece Riberu. Salah satu slogan Museun Kartun Indonesia Bali adalah Cartoon for peace, mari menciptakan perdamaian dunia lewat kartun.
Kartun yang dipajang amat bervariasi. Tema yang dipilih pun beragam, mulai yang bertema ringan hingga bertema serius seperti pemberantasan korupsi, illegal loging, hingga kartun bom bali satu.
Kartunya bagus-bagus dan bervariasi. Meski lucu, apa yang ingin disampaikan kartunis sudah mengena. Selain menampilkan aneka peristiwa sejarah Indonesia dalam bentuk kartun, di museum ini para pengunjung juga dapat melihat aneka kartun para tokoh di Indonesia mulai presiden pertama Indonesia Seokarno, mantan presiden Soeharto, Megawati, Susilo Bambang Yudoyono, hingga tokoh perjuangan hak buruh, Marsinah.
Selain para tokoh dalam negeri, di museum ini juga dapat dilihat kartun para tokoh dunia mulai Osama Bin Laden, Aung San Su Kyi, Presiden Amerika Serikat yang doyan perang George Bush, Pemimpin Libya Mohamar Khadafi, hingga mantan presiden Irak Saddam Husein.
Secara umum, kartun yang dipajang di museum ini menceritakan perjalanan sejarah kartun di Indonesia dan peran kartunis serta karyanya dalam sejarah bangsa Indonesia dan juga dunia. Selain itu, karya yang ditampilkan juga kreatif para kartunis.
Tujuan yang ingin dicapai dari pendiri museum ini adalah agar kartunis dan karyanya bisa sejajar dengan pelukis dan karya lukisnya. Karya kartun tidak kalah pentingnya dengan karya tulis.
VISI
    • Menempatkan karya seni kartun dalam konteks seni, sehingga terapresiasi, memiliki nilai setara karya seni lain .
    • Konservasi, koleksi, informasi dan pustaka seni kartun Indonesia.
MISI
    • Memperluas wawasan seni kartun dan perannya kepada masyarakat.
    • Menyajikan seni kartun sebagai sarana pendidikan yan menghibur.
    • Meningkatkan harkat dan martabat seniman kartun Indonesia.
Tujuan Museum
    • Menyimpan karya kartun bernilai “sejarah”.
    • Melestarikan karya kartun untk dinikmati masyarakat.
    • Menyatukan “kartunis” dalam dan luar negeri
    • Menjadi sumberinformasi mengenai seni kartun.
    • Menjadi tempat pamer karya seni kartun.

Semboyan museum :
Menyajikan Sejarah Kartun Karikatur Indonesia dan Sejarah Indonesia dalam Kartun Karikatur.
Kegiatan Museum :
        • Tempat pamer karya kartun yang layak dimuseumkan
        • Sarana pamer karya kartun tematik maupun non tematik
        • Temu kartunis, domestic, regional dan internasional

4.      Pabrik kata 2x Jangkrik
Pabrik kata 2x Jangkrik atau Jangkrik85 Bali adalah sebuah produsen kaos dengan tag line : "Pabrik Kaos Kartun dan Karikatur". Di Jangkrik85 Bali kamu dapat menemukan kaos-kaos dengan gambar kartun yang lucu dengam karakter khas Bali. Tidak seperti Jogger yang tak membuka cabang di mana pun, Jangkrik 85 mempunyai beberapa outlet yakni di Central Parkir Kuta, Sunset Road, Ubud, Sanur, dan Centro Cartoon Corner. Di Jangkrik85 Bali, selain melihat-lihat produk yang dipajang, pengunjung dipersilahkan untuk menyaksikan proses produksi di “bengkel jangkrik” yang terdapat di luar gerai. Di situ kamu bisa menyaksikan langsung proses produksi kaos Jangkrik85 Bali dari sejak pembuatan desain hingga pencetakan.
Sebagai bentuk kebanggaan terhadap kartun, Jangrik85 Bali mendirikan Museum Kartun Karikatur Indonesia, sebuah museum kartun pertama di Asia Tenggara.
5.      Jogger
Joger berdiri pada tahun1980, kemudian pada tanggal 18 Januari 1981 mulai diberi nama Joger. Kata Joger sendiri merupakan singkatan dari dua nama orang yaitu Joseph Theodorus Wulianadi dan Gerhard. Gerhard adalah sahabat Joseph yang berasal dari Jerman. Dulu tim kreatif Joger ada 7, namun sejak tahun 1987 sampai dengan sekarang hanya tersisa 5 tim kreatif, mereka adalah :
        • Words Collection
Bertugas mengumpulkan kata – kata yang berasal dari semesta alam ( gunung, laut, hutan).
        • Editor
Bertugas mengedit kata – kata yang berasal dari words collection.
        • Grafis
Setelah kata – kata mengalami pengeditan maka selanjutnya akan didesain menurut kreasi mereka.
        • Komposer Warna
Setelah didesain, tibalah saatnya untuk nermain dengan warna. Komposer warna harus pandai dalam memadukan warna agar menarik perhatian pembeli.
        • Kritikus
Kritikus adalah tahap akhir dari pembuatan kaos Joger, tugasnya adalah mengkritik apakah kata – kata itu sudah layak dipasarkan atau belum.
Kalau anda suka Joger, berarti anda waras, tetapi kalau anda tidak suka Joger, berarti anda lebih waras. Bali bagus, Joger jelek. Begitulah kata – kata yang dipermainkan hingga menjadi kalimat- kalimat yang lucu tetapi menarik. Dengan kreativitas dan inovasi mengutak- atik kata, bisnis ini mampu bertahan. Justru anehnya ada yang menyebut dengan “anti - marketing”. Joger semakin tidak terpisahkan dengan Bali karena di berbagai kalimat uniknya sering tersebut Bali.
6.      Pantai Kuta
Pantai Kuta merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal di Bali. Pantai Kuta sering dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional. Di pantai Kuta banyak sekali orang – orang yang menjajakan beraneka ragam pernak- pernik yang berhubungan dengan pantai. Yang menarik di sana adalah kita bia melihat indahnya sunset pada sore hari.

7.      Pasar Seni Sukowati
Pasar Sukawati adalah salah satu pasar tradisional yang ada di Bali tepatnya terletak di jalan raya Sukawati Gianyar. Pasar Sukawati merupakan sebuah pasar yang sangat terkenal di Bali, karena pasar ini menjual pakaian- pakaian santai dengan harga yang sangat miring. Di sana juga menyediakan pakaian seperti batik khas Bali. Semua barang – barang bisa ditawar dan sebagai tipsnya harganya bisa sepertiga dari harga pertama yang ditawarkan oleh penjualnya.
8.      Taman Ayun
                        Taman Ayun diterjemahkan sebagai taman yang indah. Kolam yang luas disekeliling pura dulunya sering dipakai oleh dayang-dayang puri kerajaan dengan perahu kecil. Pura ini dikelilingi pagar dan tidak boleh dilewati. Taman ayun terletak di desa Mengwi Badung, sekitar 18 km barat laut Denpasar.
                        Pura Taman Ayun dibangun pada abad 17 (konon dibangun tahun 1634) oleh raja pertama Kerajaan Mengwi Tjokerda Sakti Blambangan dengan arsitek yang berasal dari cina. Awalnya pura ini didirikan karena pura-pura yang saat itu tersedia jaraknya terlalu jauh untuk dijangkau oleh masyarakat Mengwi.
Pura Taman Ayun dibangun dengan tiga fungsi:
1.                  Sebagai pura penyawangan/pengayatan sehingga masyarakat Mengwi yang ingin sembahyang ke pura-pura besar seperti Besakih, Batukaru, dan Batur cukup datang ke pura ini.
2.                  Sebagai pemersatu dari masyarakat dengan beberapa garis keturunan yang sama-sama beribadah ditempat ini.
3.                  Pura ini memiliki fungsi ekonomi karena kolam yang mengelilingi pura juga dipakai sebagai air irigasi untuk mengairi sawah-sawah di sekitar pura. Keberadaan pura ini oleh masyarakat dan pemerintah setempat diajukan ke The World Heritage Center (UNESCO) untuk dijadikan salah satu world heritage / warisan budaya dunia.
                        Pura Taman Ayun, di Kabupaten Badung, Bali, siap menjadi salah satu warisan budaya dunia dengan dengan berbagai pertimbangan, seperti tidak akan mengubah tatanan apapun yang sudah dijalani masyarakat.
                        Sejak dulu Pura Taman Ayun diharapkan menjadi warisan budaya dunia karena sebagai budaya hidup dengan kegiatan upacara keagamaan tetap berjalan.
                        Ide pembangunan pura ini karena zaman dulu minimnya transportasi bagi warga masyarakat, sehingga harus berjalan dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk menjangkau pura-pura disekitarnya


.










PENUTUP
  1. Simpulan
Orientasi Budaya merupakan pengintegrasian pengetahuan teoretis yang diperoleh di kampus dengan pengetahuan di lapangan. Dalam Orientasi Budaya tahun 2010 ini dilaksanakan di Surabaya-Bali. Adapun tempat kunjungan yang telah kami kunjungi, antara lain :
1).    Objek Wisata Orientasi Budaya di Surabaya
v KesenianLudruk
                  Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari diiringi musik gamelan.       
v Jembatan Suromadu           
                  Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).
v Kunjungan Batik Madura
                  Khusus untuk batik Madura, kita bisa temukan corak-corak yang beragam pula bahkan untuk setiap kota memiliki kekhasan masing-masing. Batik Tanjungbumi, Bangkalan berbeda dengan batik Pamekasan maupun Sumenep. Batik Tanjungbumi lebih tegas dalam menunjukkan jati dirinya sebagai batik khas pesisir, sedangkan batik Pamekasan maupun Sumenep lebih kaya dalam corak dan penggunaan warna-warna kalem juga semakin jamak.
2).    Objek Wisata Orientasi Budaya di Bali
Ø  Desa Adat Bali.
                  Desa Adat Bali, adalah tempat kepariwisataan patut mendapat perhatian yang kritis dari semua pihak, utamanya dari kalangan akademisi. Dengan perhatian yang sungguh-sungguh, diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur yang merupakan jiwa kebudayaan Bali dan umat Hindu pendukungnya.
Ø  Tari Barong dan Keris
                  Tari barong menggambarkan pertarungan antara “Kebijakan” malawan “Kebatilan” barong adalah makhluk mitologi melukiskan “Kebajikan” dan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan “Kebatilan”.
Ø  Museum Kartun
                  Museum kartun Indonesia Bali merupakan sebuah organisasi yang mendedikasikan dirinya pada seni kartun Indonesia dan pada kehidupan kartunis Indonesia. Di dalam gedung seluar 1600 meter persegi ini, menampilkan karya-karya kartun anak bangsa dari seluruh bangsa Indonesia.
Ø  Pabrik kata 2x Jangkrik
            Pabrik kata 2x Jangkrik atau Jangkrik85 Bali adalah sebuah produsen kaos dengan tag line : "Pabrik Kaos Kartun dan Karikatur". Di Jangkrik85 Bali kamu dapat menemukan kaos-kaos dengan gambar kartun yang lucu dengam karakter khas Bali.
Ø  Jogger
                  Joger adalah tempat berbelanja di Bali. Joger berdiri pada tahun1980, kemudian pada tanggal 18 Januari 1981 mulai diberi nama Joger. Kata Joger sendiri merupakan singkatan dari dua nama orang yaitu Joseph Theodorus Wulianadi dan Gerhard. Gerhard adalah sahabat Joseph yang berasal dari Jerman.
Ø  Pantai Kuta

                  Pantai Kuta merupakan salah satu objek wisata yang sangat terkenal di Bali. Pantai Kuta sering dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional. Di pantai Kuta banyak sekali orang – orang yang menjajakan beraneka ragam pernak- pernik yang berhubungan dengan pantai.
Ø  Pasar Seni Sukowati

Pasar Sukawati adalah salah satu pasar tradisional yang ada di Bali tepatnya terletak di jalan raya Sukawati Gianyar. Pasar Sukawati merupakan sebuah pasar yang sangat terkenal di Bali, karena pasar ini menjual pakaian- pakaian santai dengan harga yang sangat miring
Ø  Taman Ayun
Taman Ayun diterjemahkan sebagai taman yang indah. Kolam yang luas disekeliling pura dulunya sering dipakai oleh dayang-dayang puri kerajaan dengan perahu kecil. Pura ini dikelilingi pagar dan tidak boleh dilewati. Taman ayun terletak di desa Mengwi Badung, sekitar 18 km barat laut Denpasar.


  1. Saran
Dalam Orientasi Budaya Surabaya-Bali tanggal 18-22April 2010 ini masih ada kekurangan yang harus diperbaiki seperti memperbanyak objek wisata yang harus dikunjungi, jam kunjung yang diperpanjang, seringnya meninggalkan kewajiban sebagai orang muslim, semoga Orientasi Budaya tahun depan lebih baik dari tahun ini dan tahun- tahun sebelumnya. Amiieenn .











LAMPIRAN
    1. Selayang Pandang
Bus Sindoro dari Odori Tour yang kami naiki sangatlah nyaman, senyaman singgahsana raja. Kami menuju pulau Bali untuk mengikuti kegiatan KKL dengan didampingi DPL kami yaitu bapak Mukhlis. Perjalanan yang dimulai dari jalan Dr. Cipto menuju tempat tujuan menghabiskn waktu lima hari tiga malam. Kondisi seperti ini membuat tubuh mahasiswa menjadi tidak fit kerena sangat kelelahan, dalam perjalanan, Namun hal tersebut tertepis oleh keharmonisan dan kekompakan kelas. Kepenatan dan kejenuhan selama perjalanan dapat terkupakan dengan hiburan yang disuguhkan, seperti karaoke dan canda tawa rekan-rekan.
Sesampainya di pelabuhan Ketapang, seluruh penumpang diharuskan turun dan pindah duduk di kabin kapal karena akan melakukan penyebrangan ke pelabuhan Gili Manuk. Di situlah mahasiswa turun dan menuju ke bus kembali, karena perjalanan akan dilanjutkan kembali yaitu menuju hotel yang letaknya di Ibu Kota Bali yaitu Denpasar, kurang lebih tiga jam waktu yang harus kami tempuh untuk sampai di hotel tersebut.
Setelah tiba di hotel pemandu langsung memberikan kunci kamar kepada masing – masing kelompok, dengan keadaan yang masih kelelahan, mahasiswa menempati kamar yang sudah disediakan, tapi tidak lama kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju objek studi wisata.


    1. Jadwal PelaksanaanOrientasi Budaya Surabaya-Bali
HARI 1
MINGGU, 18 APRIL 2010.
09.00 WIB
Semua peserta berkumpul di IKIP PGRI Semarang.
09.30 WIB
Rombongan diberangkatkan.
13.30 WIB
Makan siang. (sholat Dhuhur dan Ashar)
14.30 WIB
Melanjutkan perjalanan ke Surabaya
17.30 WIB
Tiba di Hotel, Sholat dan makan malam
18.30 WIB
Perjalanan menuju THR menyaksikan kesenian Ludruk.
19.00 WIB
Tiba di THR untuk menyaksikan kesenian Ludruk.
HARI II
SENIN , 19 APRIL 2010
06.30 WIB
Makan pagi di hotel
07.30 WIB
Perjalanan menuju Madura
09.00 WIB
Tiba di pusat batik di Bangkala Madura.
11.30 WIB
Melanjutkan perjalanan ke Bali.
13.00 WIB
Makan sing di rumah makan.
14.00 WIB
Melanjutkan perjalanan ke pulau Bali.
18.00 WIB
Makan malam di rumah makan pasir putih.
19.30 WIB
Melanjutkan perjalanan.
23.00 WIB
Tiba di penyebrangan Ketapang Banyuwangi.
HARI III
SELASA, 20 APRIL 2010.
00.00
Tiba di Pelabuhan Gilimanuk Bali.
03.30 WITA
Tiba di hotel, mandi Sholat dan makan pagi.
07.00 WITA
Perjalanan menuju desa Adat.
09.30 WITA
Perjalanan untuk menyaksikan Tari Barong.
11.30 WITA
Perjalanan menuju rumah makan untuk makan siang.
13.00 WITA
Kunjugan ke Musium Kartun.
14.00 WITA
Kujungan di pabrik kata-kata Jangkrik.
15.00 WITA
Perjalanan ke Joger dan Kuta.
16.45 WITA
Wisata di Pantai Kuta.
18.30 WITA
Kembali ke hotel untuk istirahat dan makan malam.
20.00 WITA
Menyaksikan hiburan Organ Tunggal.
HARI IV
RABU, 21 APRIL 2010.
06.00 WITA
Makan Pagi dan Check Out dari hotel.
07.00 WITA
Perjalanan menuju pasar Sukowati.
10.00 WITA
Melanjutkan perjalanan ke Taman Ayun.
12.00 WITA
Perjalanan menuju rumah makan.
14.00 WITA
Perjalanan menuju ke penyebrangan Gilimanuk.
16.00 WITA
Tiba di pelabuhan Gilimanuk.
17.00 WIB
Perjalanan menuju rumah makan.
21.00 WIB
Melanjutkan perjalanan ke Semarang.
HARI V

06.30 WIB
Diharapkan tiba di Kampus IKIP PGRI Semarang
FOTO
§  Kesenian Ludruk
§  Jembatan Suromadu
§  Kunjungan Batik Madura
§  Desa Adat Bali
§  Tari Barong dan Keris


 






§  Museum Kartun
§  Pabrik kata 2x Jangkrik
§  Jogger
§ 

§  Pantai Kuta
§  Pasar Seni Sukowati
§  Taman Ayun


 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar