welcome

Heyy heyy heyy ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2013


Thank you all ...

Senin, 11 Juni 2012

LAPORAN KELOMPOK HASIL ORIENTASI DAN OBSERVASI PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMA NEGERI 2 SEMARANG TAHUN 2011/2012


LAPORAN HASIL ORIENTASI DAN OBSERVASI
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
DI SMA NEGERI 2 SEMARANG
TAHUN 2011/2012
Ditulis guna melengkapi salah satu persyaratan penyelesaian
Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL )

Oleh :
                 1. Agung Wibawa               08410201                 PBSI
                 2. Alek Hidayat                  08330086                 Pend. Fisika
                                 3. Anita Misriyah                08410204                 PBSI
                 4. Ari Sandi P.                      08320139                 Pend. Biologi
                 5. Arief Seto B.A.                08320140                 Pend. Biologi
                 6. Ayu Haryanti                  08330130                 Pend. Fisika
                 7. Ayu Lega M.                   08320142                 Pend. Biologi
                 8. Biyas Murwat P.             08410208                 PBSI
                 9. Bunga Fitria Sari            08430108                 PBSJ
                 10. Candra Wijaya            08410211                 PBSI
                 11. Deby Apriyani              08420009                 PBI
 12. Devy Maygawati         08320145                 Pend. Biologi
 13. Dwi Pramono                08110265                 PPB
               14. Ervina Listiana            08420014                 PBI
                 15. Fitri Puji Lestari            08420196                 PBI
                 16. Ika Widy S.                 08310104                   Pend. Matematika
 17. Lala H Ainul A.          08330019                 Pend. Fisika
 18. Livaris Eko S.             08310277                    Pend. Fisika
               19. Meka Brata I.              08110330                    PPB
 20. Muhammad Labib      08210286                 PKN
 21. Nur Cholifah                 08210113                 PKN
 22. Nur Salim                      08110385                 PPB
 23. Nurlia Astika                 08330190                 Pend. Fisika
 24. Nurun Nadhifah           08310495                 Pend. Matematika
 25. Riska Puspitarini          08420393                 PBI
 26. Saras Anneke Putri      08310286                 Pend. Matematika
 27. Siti Khoirun N.              08110290                 PPB
 28. Sri Hartinah                  08430381                 PBSJ
 29. Sulistiyono                    08430382                 PBSJ
 30. Sulistyo Supriyanto     08310501                 Pend. Matematika
 31. Susi Navik                     08420263                 PBI


INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
SEMARANG
2011
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan hasil orientasi dan observasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) ini, telah disetujui dan disahkan pada :

Hari                 :
Tanggal           :




              Menyetujui,

Koordinator Dosen Pembimbing,                  a.n. Kepala SMA Negeri 2 Semarang,
                                                                        Koordinator  Guru Pamong



Dra. M.Th., Retnaningdyastuti, M.Pd.          Drs. Moch. Ansori
NIP. 19530603 1981032 001                        NIP. 19650425 1990031 012











KATA PENGANTAR
            Puji Syukur kami panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikanya penyusunan laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini. Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu tugas pelaksanaan PPL dan disusun berdasarkan hasil observasi, wawancara dan latihan praktek mengajar di SMA Negeri 2 Semarang yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juli sampai dengan tanggal 7 Oktober 2011.
            Untuk itu, sebagai wujud penghargaan yang setinggi-tingginya, kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, membimbing dan memperhatikan kami demi tersusunnya laporan ini, diantaranya:
1.      Drs. Muhdi, M.Hum., selaku rector IKIP PGRI Semarang.
2.      Dra. Intan Indiati, M.Pd., selaku Kepala UPT  PPL  IKIP PGRI Semarang.
3.      Dra. M. Th., Retnaningdyastuti, M.Pd., selaku Koordinator DPL di SMA Negeri 2 Semarang.
4.              Drs. H. Bambang Nianto Mulyo, M.Ed selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Semarang.
5.      Drs. Sumarno, selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana dan Koordinator PPL.
6.      Drs. Moch. Ansori, selaku Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum.
7.      Drs. Sarwono, selaku  Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan.
8.      Segenap Dosen Pembimbing Lapangan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Matematika, Fisika, Biologi, PKn dan PPB.
9.      Seluruh Guru Pamong SMA Negeri 2 Semarang.
10.       Segenap Guru dan Karyawan serta keluarga Besar SMA Negeri 2 Semarang.
Penyusun menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Kami berharap semua pihak turut serta memberi saran dan kritik yang membangun demi tersusunnya laporan yang lebih baik. Akhir kata semoga laporan Praktek Pengalaman Lapangan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kepada kita semua.
Semarang,   Oktober 2011
                                                                                     Penyusun
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
B.      Landasan Pelaksanaan PPL
C.      Tujuan, Fungsi PPL
D.     Manfaat PPL
E.      Sasaran dan Tujuan PPL
F.       Prinsip-prinsip PPL
G.     Status dan Bobot Kredit PPL
H.     Waktu dan Tempat Pelaksanaan PPL
I.        Sistematika Laporan
BAB II ORIENTASI SINGKAT SEKOLAH LATIHAN
A.    Sejarah Singkat Sekolah latihan
B.     Tujuan Sekolah Latihan
C.     Status Sekolah Latihan
D.    Keadaan Fisik Sekolah Latihan
E.     Personalia Sekolah Latihan
F.      Keadaan Siswa
G.    Sumber- sumber Belajar
BAB III SISTEM ADMINISTRASI SEKOLAH LATIHAN
A.    Arti dan Tujuan Administrasi Sekolah
B.     Bidang Garapan Administrasi Sekolah (Khusus Administrasi Kurikulum dan Kesiswaan)
1.      Administrasi Kurikulum
2.      Administrasi Kesiswaan
3.      Administrasi Personalia
4.      Administrasi Keuangan
BAB IV KEGIATAN KESISWAAN
A.    OSIS
B.     Olah raga dan Kesenian
C.     Pramuka
D.    Kegiatan Ekstrakurikuler lainnya
BAB V PENALARAN SEKOLAH
A.    Usaha Bidang Kesehatan
B.     Praktik Bimbingan dan Penyuluhan
C.     Hubungan dengan Masyarakat
BAB VI PENUTUP
A.    Simpulan
B.     Saran
LAMPIRAN LAMPIRAN















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Guru adalah jabatan profesional yang dalam menjalankan tugasnya memerlukan seperangkat kompetensi keguruan. Untuk memperolehnya diperlukan proses pembentukan kompetensi tersebut, antara lain melalui kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang wajib dilakukan oleh mahasiswa keguruan.
         IKIP PGRI Semarang adalah lembaga pendidikan yang salah satu misi utamanya adalah menyiapkan tenaga terdidik untuk siap bertugas dalam bidang pendidikan. Dalam memenuhi kualifikasi profesionalisme calon guru, maka adanya mata kuliah PPL yang berbobot 4 sks yang berupaya memperkenalkan calon guru pada dunia kerja yang akan mereka hadapi kelak. Praktik Pengalaman Lapangan merupakan pelatihan untuk menerapkan teori yang telah diperoleh pada semester-semester sebelumnya. Dengan pelatihan tersebut, mahasiswa akan memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.
         Kegiatan PPL meliputi kegiatan pra PPL dan micro teaching di kampus, pelatihan administrasi, praktik bimbingan konseling, serta praktik mengajar di sekolah latihan maupun kegiatan pendidikan lainnya baik yang bersifat non-kulikuler maupun ekstrakulikuler yang berlaku di sekolah latihan. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa praktikan, sebagai bekal kesiapan sebagai seorang calon tenaga pengajar, calon konselor, calon laboran, seniman, perancang kurikulum, dan pendidik masyarakat. PPL dilaksanakan atas dasar tanggung jawab bersama antara IKIP PGRI Semarang dengan sekolah praktikan yang ditunjuk.
         Perkembangan dunia pendidikan dalam masyarakat ditandai dengan adanya penemuan-penemuan metode baru dalam sistim pembelajaran serta semakin terspesifikasi profesi kependidikan, menuntut adanya upaya peningkatan layanan pendidikan baik dalam penyelenggaraan praktik-praktik pendidikan maupun dalam proses penyiapan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, tugas-tugas yang harus dilaksanakan mahasiswa praktikan dalam pelaksanaan kegiatan PPL harus mendapat perhatian sungguh-sungguh, kerena kesiapan calon pendidik dapat dilihat dari tingkat keberhasilan mahasiswa praktikan dalam melaksanakan PPL. Sementara itu, keberhasilan mahasiswa dalam melaksankan PPL sangat bergantung pada faktor-faktor penyiapan, administrasi dan organisasi penyelenggaraan, yang di dalam hal ini dikelola oleh UPT PPL bekerja sama dengan sekolah-sekolah atau tempat latihan lainnya yang ditunjuk.

B.     Landasan Teori  Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan
  1. Statuta IKIP PGRI Semarang
  2. Kurikulum pendidikan jenjang S-I untuk LPTK
  3. Pedoman Umum Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester IKIP PGRI semarang
  4. Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  5. Undang-undang no 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  6. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  7. Pedoman Pemantaun dan Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Guru (PEPPG) dari Direktorat Ketenagaan Dikti Depdiknas Tahun 2007.
  8. Kurikulum jenjang S1 untuk LPTK
  9. Pedoman Akademik IKIP PGRI Semarang.

C.    Tujuan dan Fungsi PPL
1.      Tujuan Praktik Pengalaman Lapangan
                  Praktik Pengalaman Lapangan bertujuan membina mahasiswa praktikan menjadi calon guru atau calon tenaga pendidikan lain yang profesional sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan, berdasarkan kompetensi, yang meliputi kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2.      Fungsi Praktik Pengalaman Lapangan
                  Praktik Pengalaman Lapangan berfungsi memberikan bekal kepada mahasiswa praktikan agar memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.

D.    Manfaat Praktik Pengalaman Lapangan
1.      Bagi Mahasiswa
a.       Memperoleh seperangkat pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dapat menunjang tercapainya kompetensi pendidikan.
b.      Berlatih sebagai guru
c.       Memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola sekolah.
2.      Bagi lembaga IKIP PGRI Semarang
a.       Sebagai umpan balik dalam upaya menyempurnakan sistem pendidikan di lingkungan IKIP PGRI Semarang sesuai dengan kebutuhan pembangunan di bidang pendidikan.
b.      Mempererat dan meningkatkan kerja sama antara IKIP PGRI Semarang sebagai pengembang Ilmu pengetahuan dan teknologi (di bidang pendidikan) dan instansi-instansi pendidikan terkait.
3.      Bagi Sekolah Latihan
a.       Memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat digunakan dalam pengembangan sekolah.
b.      Memperoleh bantuan dan pikiran dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan administrasi maupun akademik.

E.     Sasaran Praktik Pengalaman Lapangan
Praktik Pengalaman Lapangan mempunyai sasaran agar mahasiswa praktikan memiliki seperangkat pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang dapat menunjang tercapainya kompetensi profesional, pedagogic, kepribadian, dan sosial.
Selain itu, sasaran kegiatan PPL adalah mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan PPL yang diterapkan oleh IKIP PGRI Semarang, dengan pembinaan dan perkembangan kepribadian meliputi :
1)      Aspek sikap dan perilaku sebagai pendidik yang baik
2)      Aspek peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pengembangan proses belajar mengajar
3)      Aspek peningkatan keterampilan kependidikan/keguruan

F.     Prinsip- prinsip Praktik Pengalaman Lapangan
  1. PPL dilaksanakan atas dasar tanggungjawab bersama antara IKIP PGRI Semarang dengan sekolah latihan.
  2. PPL harus dikelola secara baik dengan melibatkan berbagai unsure yaitu IKIP PGRI Semarang, Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten, dan Sekolah latihan.
  3. Pembimbingan mahasiswa harus secara intensif dan sistematis oleh guru pamong dan dosen pembimbing yang memenuhi syarat untuk tugas-tugas pembimbingan.
  4. PPL tidak dapat diganti dengan micro teaching atau peer teaching. PPL harus tetap dilaksanakan disekolah latihan.
  5. Mahasiswas praktikan harus melaksanakan seluruh komponen tugas dan kegiatan PPL sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  6. Mahasiswa praktikan bukan pengganti guru pengajar disekolah latihan.
  7. Mahasiswa yang sedang melaksanakan PPL tidak diperbolehkan menempuh mata kuliah lainnya.

G.    Status dan Bobot Kredit Praktik Pengalaman Lapangan
  1. Status
Mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan bagian integral dari bagian kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPT) yang disusun berdasarkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan lainnya serta termasuk dalam struktur program kurikulum IKIP PGRI Semarang. Praktik Pengalaman Lapangan wajib dilaksanakan oleh mahasiswa IKIP PGRI Semarang sebagai salah satu perguruan tinggi dalam LPTK.
  1. Bobot Kredit
Mata kuliah Praktik Pengalaman Lapangan mempunyai bobot kredit empat satuan kredit semester (4 SKS). Satu SKS untuk kuliah praktik dalam satuan semester memerlukan waktu pertemuan : 4 x 1 jam x 16 pertemuan = 64 pertemuan. Memperhatikan besarnya bobot SKS tersebut, maka PPL dilaksanakan selama 256 jam pertemuan atau kurang lebih delapan minggu efektif dengan menerapkan sistem blok waktu.

H.    Waktu dan Tempat pelakasanaan Praktik Pengalaman Lapangan
      Praktik Pengalaman Lapangan dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli 2011   sampai dengan tanggal 7 Oktober 2011. PPL dilaksanakan yaitu hari Senin hingga Kamis pukul 07.00 – 13.30, Hari Jumat pukul 07.00 – 11.30 dan Hari Sabtu pukul 07.00 – 13.00.
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan bertempat di SMA N 2 Semarang yang ditetapkan berdasarkan persetujuan rektor dengan dengan kepala kantor wilayah Departemen Pendidikan Nasional atau pimpinan yang lain yang sesuai.

  1. Sistematika Laporan
BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
B.    Landasan Pelaksanaan PPL
C.    Tujuan, Fungsi PPL
D.   Manfaat PPL
E.    Sasaran dan Tujuan PPL
F.    Prinsip-prinsip PPL
G.   Status dan Bobot Kredit PPL
H.   Waktu dan Tempat Pelaksanaan PPL
I.     Sistematika Laporan
BAB II ORIENTASI SINGKAT SEKOLAH LATIHAN
A.   Sejarah Singkat Sekolah latihan
B.    Tujuan Sekolah Latihan
C.    Status Sekolah Latihan
D.   Keadaan Fisik Sekolah Latihan
E.    Personalia Sekolah Latihan
F.    Keadaan Siswa
G.   Sumber- sumber Belajar
BAB III SISTEM ADMINISTRASI SEKOLAH LATIHAN
A.   Arti dan Tujuan Administrasi Sekolah
B.    Bidang Garapan Administrasi Sekolah (Khusus Administrasi Kurikulum dan Kesiswaan)
1.  Administrasi Kurikulum
2.  Administrasi Kesiswaan
3.  Administrasi Personalia
4.  Administrasi Keuangan
BAB IV KEGIATAN KESISWAAN
A.   OSIS
B.    Olah raga dan Kesenian
C.    Pramuka
D.   Kegiatan Ekstrakurikuler lainnya
BAB V PENALARAN SEKOLAH
A.   Usaha Bidang Kesehatan
B.    Praktik Bimbingan dan Penyuluhan
C.    Hubungan dengan Masyarakat
BAB VI PENUTUP
A.   Simpulan
B.    Saran
LAMPIRAN LAMPIRAN

BAB II
ORIENTASI SINGKAT SEKOLAH LATIHAN

A.    SEJARAH SMA NEGERI 2 SEMARANG
SMA NEGERI II
Sampai dengan akhir tahun 1977, seluruhnya terletak di Jalan Taman menteri Soepeno 1 Sermarang. Dahulu pada tahun 1950 –an dikenal dengan nama SMA Bagian B (Pasti/Alam).
SMA NEGERI II
Bersama dengan SMA Negeri 1 menempati bangunan gedung sekolah bekas HBS (Hogere Burger School). Gedung HBS ini dibangun oleh pemerintah Belanda (zaman penjajahan Belanda) pada tahun 1937, dan diresmikan penggunanaanya untuk sekolah (HBS) pada tanggal 1 Agustus 1939. Mulai tahun 1939 sampai tahun 1942 digunakan untuk sekolah HBS Pemerintah (Gouvernement HBS).
Adanya anggapan seolah-olah SMA Bagian B atau SMA Negeri 1 dan SMA Negeri II Semarang berasal dari HBS adalah kurang tepat. Maka di bawah ini secara singkat kami sampaikan perkembangan SMA Negeri yang terletak di Jalan Taman Menteri Soepeno 1 Semarang tersebut sebagai berikut
1.        Zaman Penjajahan :
a.         Tahun 1939 s.d. 1942 ( pada zaman penjajahan Belanda )
b.         Tahun 1942 s.d. 1945 ( zaman penjajahan Jepang )
Oleh Pemerintah Jepang  gedung HBS tersebut dipergunakan untuk asrama Sekolah Pendidikan Tentara Jepang.
2.        Zaman Pebdudukan Belanda :
a.       Tahun 1945 (Jepang menyerah kepada Sekutu )
Belanda dating kembali di Indonesia bersama Sekutu pada tanggal 29 September 1945. Oleh Belanda gedung HBS, yang digunakan oleh Jepang untuk asrama, dipergunakan untuk Rumah Sakit Tentara Belanda.

b.       Tahun 1946 s.d. 1949 :
Gedung bekas HBS tersebut difungsikan kembali oleh Belanda untuk sekolah.
Sekolah-sekolah yang menempati gedung ini adalah :
a)       HBS (Hogere Buger School ) = Sekolah bagi Penduduk Kelas Atasa
b)      AMS ( Algemene Middelbare School ) = Sekolah Menengah Umum
c)       VHO (Voorbereidend voor Hoger Onderwijs ) = Persiapan untuk Pendidikan yang lebih tinggi
d)      MS ( Middelbare School ) = Sekolah Menengah
Di bawah pimpinan seorang direktur Belanda bernama J. Marchant, kemudian J. Marchan digantikan P. Vogelensang.
3.      Tahun 1949 ( Pengakuan Kedaulatan Republik Indonesia ):
Oleh putera-putera Indoneia (guru-guru), telah dipersiapkan berdirinya SMA Negeri di Semarang. SMA yang dibentuk ini berasal dari peleburan sekolah-sekolah Swasta Nasional yang ada di Semarang dan sebagai “intinya” adalah SMA Taman Siswa / Taman Madya Semarang
4.      Tahun 1949/1950 :
Diresmikan berdirinya SMA Negeri tersebut di atas oleh Pemerintah Republik Indonesia  pada tanggal 1 Agustus 1950 dan menempati gedung bekas HBS di jalan Taman Menteri Soepeno 1 Semarang.
Adapun sebagai Kepala Sekolah yang pertama :
·         Untuk SMA Negeri Bagian B (Pasti/Alam) adalah Bp. Ir. Soeroto
·         Untuk SMA Negeri Bagian A (Bahasa) adalah Bp. Drs. Soemadi
Kedua sekolah ini menempati gedung bekas HBS tersebut :
·         SMA BAgian B berlangsung pada pagi hari
·         SMA Bagian A berlangsung pada siang/sore hari
Selanjutnya SMA BAgian A dipindahkan ke Jalan Pemuda 149 (dahulu Bodjong weg) dan yang saat ini dikenal dengan nama SMA Negeri 3 Semarang.
Tidak lama kemudian Bp. Ir. Soeroto diangkat menjadi Isnpektur Umum SMA di Jakarta, maka sebagai pengganti Kepala SMA Bagian B saat itu adalah Bp. Mr. Hutauruk.
Pada saat itu pula (tahun 1949/1950), tentara Pelajar (TP) dari daerah pedalaman diperintahkan masuk Kota Semarang. Karena statusnya juga sebagai Pelajar, maka untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya meraka ditampung pada SMA Negeri.
5.      Tahun 1955/1956
SMA Negeri Bagian B dopecah menjadi 2 sekolah, keduanya tetap menempati satu bangunan gedung bekas HBS tersebut.
a.       SMA Negeri I Bagian B, berdasarkan Surat Keputusan Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3411/B.II tanggal 1 Djuli 1955, dengan Kepala Sekolah Bp. M. Kartono (dokumen di SMA 1 Semarang)
b.      SMA Negeri II Bagian B, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3412/B.II tanggal 1 Djuli 1955, dengan Kepala Sekolah Bp. M. Abdoelmadjid (dokumen di SMA 2 Semarang)
6.      Tahun 1960/1961
Terjadi perubahan baik nama maupun status dari SMA Bagian B:
a.       SMA Negeri I Bagian B menjadi : SMA Negeri I
b.      SMA Negeri II Bagian B menjadi : SMA Negeri II
Status SMA BAgian B (Pasti/Alam) hanya menngenal 1 (satu) jurusan, dengan adanya perubahan tersebut kemudian masing-masing SMA mempunyai 4 (empat) jurusan yaitu :
a.       jurusan Ilmu Pasti  (PAS)
b.      jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (PAL)
c.       jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (SOS)
d.      jurusan Ilmu Budaya/Bahasa (BUD)
dengan istilah umum dikenal sebagai jurusan Pas/Pal/Sos/Bud.
Murid kelas I pada tahun ajaran tersebut di atas mengarah pada 4 jurusan, sedangkan murid kelas II dan III menyelesaikan program lama (Bagian B sampai dengan tahun ajaran 1963/1964).
7.      Perkembangan SMA Negeri I dan SMA Negeri II
Menjadi SMA Negeri I-II Semarang;
a.         Tahun 1963/1964;
Kepala SMA Negeri II, Bp. M. Abdoelmadjid pension digantikan  Bp. Tjiook Tik Djoe
b.         Tahun 1965/1966:
Kepala SMA Negeri II, Bp. Tjook Tik Djoe pension, digantikan Bp. Budiman
c.       Tahun 1967/1968:
Kepala SMA Negeri 1, Bp. Kartono diangkat sebagai Kepala Sekolah Indonesia di Jepang, digantikan Bp. Ign. Soeparjo
d.      Tahun 1970/1971
Kepala SMA Negeri II dirangkap oleh Bp. Ign. Soeparjo, dengan nama sekolah menjadi SMA Negeri I-II Semarang
Bp. Boediman dipindahkan ke Kantor Perwakilan Dep. P dan K Provinsi Jawa Tengah.
e.       Tahun 1967/1977
Kepala SMA Negeri I-II digantikan oleh Bp. Abdoelkohar
Bp. Ign. Soeparjo diangkat menjadi Kepala Kantor Departemen P dan K Kotamadia Semaran
8.      Tahun 1978/1979
Dengan adanya kebijakan Pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahwa pada 1 (satu) gedung hanya dipergunakan untuk Kegaiatan Belajar mengajar 1 (satu) sekolah, maka setelah gedung baru yang berlokasi di Jalan Sendangguwo Baru selesai dibangun, SMA negeri I-II Semarang dipecah menjadi 2 (dua) lokasi SMA Negeri :
a.       SMA Negeri I;
Tetap menempati gedung bekas HBS dengan Kepala Sekolah Bp. Abdoelkohar.
Pada 10 November 1979 belau wafat, pada tahun 1980 digantikan oleh Bp. R. Soegiono Notowidjojo
b.      SMA Negeri II ;
Dipindahkan ke Jalan Sendangguwo Baru, menempati gedung baru, dengan Kepala Sekolah Bp. Soetiman
Sekolah tersebut melaksanakan tugas secara operasional dengan kegiatan Proses Belajar Mengajar sejak pada hari Senin tanggal 16 Januari 1978, dengan catatan bahwa :
tahun 1978 siswa kelas 1 di lokasi baru, kelas 2 dan 3 di SMA Negeri I-II Semarang tahun 1979 siswa kelas 1 dan 2 di lokasi baru, kelas 3 di SMA Negeri I-II Semarang
tahun 1980, siswa kelas 1, 2 dan 3 seluruhnya di lokasi baru
9.      CATATAN SINGKAT
a.       Perubahan/pengembangan SMA Negeri II Bagian B
1.      SMA Bagian B menjadi :
SMA Negeri I Bagian B dan SMA Negeri II Bagian B
2.      SMA Negeri I Bagian B  menjadi : SMA Negeri I
SMA Negeri II Bagian B menjadi : SMA Negeri II
3.        SMA Negeri I dan SMA Negeri II menjadi : SMA Negeri I-II
4.        SMA Negeri I-II dipecah menjadi 2 (dua ) lokasi
·         SMA Negeri I, di Jalan Taman Menteri Soepeno 1 Srmarang
·         SMA Negeri II, di Jalan Sendangguwo Baru 1 Semarang



b.      Organisasi Keluarga Besar SMA I-II (KSMA)
Sejak SMA Bagian B dipecah menjadi 2 (dua) SMA Bagian B sampai akhir usia SMA Negeri I-II pada tahun 1980, baik KSMA maupun OSIS, irganisasi ini tetap satu dan tidak terpisahkan, dengan setiap tahun ajaran terjadi pergantian Ketua serta Pengurus KSMA/OSIS secara bergiliran
c.       Pada awal kepindahannya (antara tahun 1977 s,d, 1979) urusan administrasi sebagaian masih bersama dengan SMA Negeri I. Namun sejak tahun awal 1980 telah resmi dipisahkan dari SMA Negeri I Semarang
10.  Pada tahun 1982/1983 :
Ada perubahan penomoran sekolah di seluruh Indonesia, yang semula dengan indeks angka Romawi dibanti dengan angka Arabi, sehingga :
* SMA Negeri II Semarang berubah menjadi SMA Negeri 2 Semarang
11.  Pada Tahun 1984/1985
Pada waktu kurikulum 1984 mulai dilaksanakan, SMA mengenal 4 jurusan, yaitu :
-  Program Ilmi-ilmu Fisik atau  Program A1
-  Program Ilmu-ilmu Biologi atau  Program A2
-  Program Ilmu-ilmu Sosial atau Program Aз
-  Program Ilmu-ilmu Bahasa atau Program A4
12.  Pada Tahun 1994/1995:
Pada waktu kurikulum 1994 mulai dilaksanakan, SMA mengenal 3 jurusan, yaitu :
- jurusan Ilmu Pengetahuan Alam atau jurusan IPA
- jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau jurusan IPS
- jurusan Bahasa



13.  Pada Tahun 1995/1996 :
Waktu Bp. Prof. Dr. Ir. Wardiman Djojonegoro sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada tahun 1995 nama SMA berubah menjadi SMU (akronim dari Sekolah Menegah Umum)
Demikian pula SMA Negeri 2 Semarang berubah menjadi  SMU Negeri 2 Semarang
SMA telah beberapa kali mengalami perubahan, baik nama maupun statusnya.
Demikian pula SMA Negeri yang berada di Jalan Taman Menteri Soepeno 1 Semarang.
a.       1995/1996 :  SMA Bagian B menjadi : SMA Negeri I Bagian B dan
SMA Negeri II Bagian B
b.   1960/1961 : SMA Negeri I Bagian B menjadi : SMA Negeri I
SMA Negeri II Bagian B menjadi : SMA Negeri II
c.   1982/1983 :  SMA Negeri I menjadi : SMA Negeri 1
SMA Negeri II menjadi : SMA Negeri 2
d.      1995/1996 : SMA Negeri 1 menjadi : SMU Negeri 1
SMA Negeri 2 menjadi : SMU Negeri 2
e.       2001/2002 s.d. sekarang : SMU Negeri 2 menjadi : SMA Negeri 2
14.  Periode Kepemimpinan ( Kepala Sekolah ) di SMA Negeri 2 Semarang
Kepala-kepala Sekolah yang tercatat sampai dengan tahun 2010 adalah sembagai berikut :
    1. Lokasi lama di Jalan Taman Menteri Soepeno 1 Semarang
1. 1949 s.d. 1950                     : Bp. Ir. Soeroto
2. 1950 s.d. 1955                     : Bp. Mr. Hutauruk
3. 1955 s.d. 1964                     : Bp. M. Abdoelmadjis
4. 1964 s.d. 1966                     : Bp. Tjiook Tik Djoe



5. 1966 s.d. 1970                     : Bp. Budhiman
6. 1970 s.d. 1976                     : Bp. Drs. Ign. Soeparjo
7. 1976 s.d. 1979                     : Bp. Abdoelkohar
b. Lokasi baru di Jalan Sendangguwo Baru 1 Semarang
8. 1978 s.d. 1980         : Bp. Soetiman
9. 1980 s.d. 1987         : Bp. Soemadi, B.Sc.
 10. 1987 s.d. 1990      : Ibu Dra. Endang Sri Sediapti Soekaharini
 11. 1990 s.d. 1995      : Bp. Soehirman, B.Sc.
 12. 1995 s.d. 1998      : Ibu Soetijatni
 13. 1998 s.d. 1999      : Bp. Drs. Goenawan Soedianto
 14. 1999 s.d. 2002      : Bp. Drs. Sudibyo Atmoprawiro, M.Pd.
 15. 2002 s.d. 2005      : Ibu Dra. Sutji Aryani, M.Pd.
 16. 2005 s.d. 2009      : Bp. Drs. Pudji Tikno, MM.
 17. 2009 s.d. 2010      : Bp. Suprihadi, SE, M.Pd.
18. 2010 s.d. 2011       : Drs. H. Bambang Nianto Mulyo, M.Ed

B.     TUJUAN SMA NEGERI 2 SEMARANG
ü   Visi
Menjadi sekolah bertaraf internasional yang unggul dalam prestasi dan budi pekerti, berwawasan imtaq, iptek, nasionalisme, budaya daerah, dan lingkungan
ü   Misi
a.         Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur.
b.         Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa asing serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi  secara profesional.
c.         Meningkatkan potensi diri untuk meraih prestasi dalam bidang akademis dan nonakademis secara nasional dan internasional melalui pembelajaran berbasis siswa.

d.        Menjunjung tinggi nilai budaya daerah dan nasionalisme.
e.         Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang berstandar internasional serta lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan asri.
f.          Meningkatkan kemandirian dan berperan aktif secara  internasional dalam perkembangan dunia dari perspektif ekonomi, sosiokultural, dan lingkungan hidup.
g.         Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu secara sosial ekonomi yang berprestasi.
ü   Tujuan
1.      Nilai ujian masuk rata – rata > 7,50
2.      Sejumlah 50 % lulusan diterima di PTN
3.      Memiliki KIR yang handal dan dapat menang di tingkat Propinsi
4.      Semua siswa dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris
5.      Semua siswa memiliki ketrampilan komunikasi teknologi
6.      Peningkatan kreatifitas seni
7.      Peningkatan budi pekerti luhur, iman dan taqwa
Berdasarkan  tujuan  yang  ingin  dicapai  dan  kondisi  saat  ini  maka  tantangan  nyata  dapat  dirumuskan  sebagai  berikut  :
1.     Kwalitas  tenaga  kependidikan  belum  sesuai  dengan  kebutuhan
        Tantangan  nyata  :  Peningkatan  kwalitas  guru
2.     Pengembangan  kurikulum  sesuai dengan  tuntutan  jaman
Tantangan  nyata  :  Belum  semua  SDM  mampu  untuk  mengembangkan  program  pembelajaran  secara  professional.
3.     Kerja  sama dengan  berbagai  unsur  terkait  belum  optimal.
 Tantangan  nyata  :  Masyarakat,  orang  tua  siswa,  lembaga  terkait  dan  dunia   usaha.
4.     PBM  berbasis  kompentensi  berjalan  secara  mandiri
5.    Kegiatan  ekstrakurikuler  belum  mencapai  prestasi  secara  optimal.
       Tantangan  nyata  :  perlu  peningkatan  intensitas  kegiatan  ekstrakurikuler  yang  spesifik  dan  ditangani  secara  professional.

  1. STATUS SMA NEGERI 2 SEMARANG
SMA Negeri 2 Semarang adalah Sekolah Menengah Atas yang berstatus negeri SK terakhir status sekolah No.3412/BI tanggal/bulan/tahun : 1 Juli 1955.
                                                                         
  1. KEADAAN FISIK SMA NEGERI 2 SEMARANG
Status SMA N 2 Semarang memiliki luas area 14.189 M, dengan jumlah murid yang banyak maka harus diimbangi dengan keadaan kelas yang banyak pula. Adapun sarana adan prasarana belajar meliputi :
  1. Ruang belajar
Jumlah ruang belajar sebanyak 38 kelas yang terbagi menjadi ;
a.       Kelas X           : 13 ruang kelas
b.      Kelas XI          : 14 ruang kelas
yang terdiri dari 10 kelas XI IA dan 4 kelas XI IS
c.       Kelas XII        : 11 ruang kelas
Yang terdiri dari 7 ruang kelas XII IA dan 4 ruang kelas XII IS
  1. Lapangan olahraga
a.       Lapangan basket                     : 1 buah
b.      Lapangan tenis                        : 1 buah
c.       Lapangan bulu tangkis            : 2 buah
d.      Lapangan tenis meja               : 2 buah
e.       Lapangan Volley                     : 2 buah
  1. Laboratorium
a.       Laboratirium Bahasa               : 1 buah
b.      Laboratirium Audio visual      : 1 buah
c.       Laboratirium Komputer          : 3 buah
d.      Laboratirium Fisika                 : 1 buah
e.       Laboratirium Kimia                 : 1 buah
f.       Laboratirium Biologi               : 1 buah
  1. Perpustakaan
Perpustakaan terdiri dari satu ruang khusus dan memiliki berbagai koleksi buku pelajaran dan buku penunjang ( mata pelajaran fiksi serta non fiksi). Ada subsidi buku paket dari pemerintah sebanyak 12 mata pelajaran. Perpustakaan ditangani oleh seorang koordinator dan tenaga tata usaha.
  1. Tempat ibadah
Tempat ibadah di SMA N 2 Semarang, terdiri dari :
a.   Sebuah masjid yang sedang dalam proses pembangunan yang dapat menampung sekitar 300 jamaah.
b.    Ruang Agama Katholik   : 1 buah
c.    Ruang Agama Protestan: 1 buah
6.    Aula
SMA N 2 Semarang memiliki sebuah aula yang dapat menampung sekitar 1000 orang. Digunakan untuk kegiatan siswa seperti Bulu Tangkis, Tenis Meja, Pencak silat, Seni Tari dan kegiatan lainnya.
Adapun sarana lainnya : Ruang kepala Sekolah, Ruang Wakil Kepala Sekolah, TU, Guru, BK, UKS, OSIS, Pramuka, Koperasi, Paskibra, Sasma Dwipala, KIR, PMR, dan Pencak Silat.
    7. Ruang administrasi
a. Ruang kelas                         : 36 ruang, luas :          m2
b. Ruang perpustakaan            : 1 ruang, luas   :          m2
c. Ruang serbaguna                 :  1 ruang, luas  :          m2
d. Ruang praktik computer     : 1 ruang, luas   :          m2
e. Ruang lab bahasa                 : 1 ruang, luas   :          m2
f. Ruang yaysan                      : 1 ruang, luas   :          m2
g. Ruang TU                            : 1 ruang, luas   :          m2
h. Ruang guru                          : 1 ruang, luas   :          m2

i. Ruang kepala sekolah           : 1 ruang, luas   :          m2
j. Ruang waka                         : 1 ruang, luas   :          m2
k. Ruang BP/BK                     : 1 ruang, luas   :          m2
l. Ruang aula                           : 1 ruang, luas   :          m2
m. Ruang osis                          : 1 ruang, luas   :          m2
n. Kamar mandi siswa             : 1 ruang, luas   :          m2
o. Kamar mandi                       : 1 ruang, luas   :          m2
p. Ruang UKS                         : 1 ruang, luas   :          m2
q. Ruang koperasi                    : 1 ruang, luas   :          m2
r. Gudang                                : 1 ruang, luas   :          m2
s. Ruang penjaga                     : 1 ruang, luas   :          m2

  1. PERSONALIA SEKOLAH LATIHAN
1.      Kepala sekolah                   : 1 orang
2.      Guru tetap                          : 84 orang
3.      Guru tidak tetap                 : 4 orang
4.      Pegawai tetap                     : 13 orang
5.      Pegawai tidak tetap                        : 22 orang
6.      Tenaga administrasi            : 7 orang
7.      Tenaga perpustakaan          : 2 orang
8.      Tanaga laboratorium           : 1 orang
9.      Penjaga sekolah                  : 4 orang
10.  Pengemudi                          : 1 orang
11.  Petugas kebersihan             : 5 orang

 SUSUNAN PERSONALIA SMA N 2 SEMARANG SEBAGAI BERIKUT:
1.      Kepala sekolah                : Drs. H. Bambang Nianto Mulyo, M.Ed
2.      Wakil kepala sekolah
Kurikulum                       : Drs. Moch Ansori
Kesiswaan                       : Drs. Sarwono

Humas                             : Drs. Sarwono, M.Pd
Sarana dan prasarana       : Drs. Sumarno
3.      Tenaga pengajar
Adapun tenaga pengajar yang ada di SMA 2 Semarang berjumlah 97 pengajar (terlampir)
4.      Tenaga administrasi
Untuk tenaga admistrasi yang terdapat di SMA 2 Semarang berjumlah 23, adapun untuk nama-nama terlampir pada lampiran.

  1. KEADAAN SISWA
Siswa di SMA negeri 2 Semarang terdiri dari 3 tingkat yaitu kelas X, XI, XII. Dengan jumlah kelas sebanyak 38 yang meliputi 13 kelas X, 14 kelas XI (XI,IA ada 10 kelas dan XI.IS ada 4 kelas), dan 10 kelas XII (XI.IA ada 7 kelas dan XII.IS ada 4 kelas).
Adapun jumlah siswa seluruh adalah 11??? Yang meliputi ???siswa laki laki dan ??? siswa perempuan. Untuk mendukung uraian tersebut dibawah ini  dilengkapi dengan daftar keadaan siswa SMA negeri 2 semarang tahun pelajaran 2011/2012 yang terekam pada bulan agustus 2011 adalah sebagai berikut :
DAFTAR KEADAAN SISWA SMA NEGERI 2 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
BULAN AGUSTUS 2011
KELAS
JUMLAH SISWA
AGAMA
JUMLAH
L
P
JUMLAH
ISL
KAT
PRO
HIN
X








XI.IA








XI.IS








XII.IA








XII.IS








JUMLAH








  1. SUMBER SUMBER BELAJAR
Adapun sumber – sumber belajar yang digunakan di SMA Negeri 2 Semarang adalah sebagai berikut :
1.    Buku – buku inventaris. Terdiri dari buku pengetahuan umum, buku pelajaran, koran, karya umum, laporan, diklat dan majalah
2.    Buku – buku paket
3.    Lingkungan sekitar siswa
4.    Teknik informatika, seperti laboratorium komputer, laboratorium bahasa, saluran internet, laboratorium IPA
Adapun buku inventaris yang ada diperpustakaan SMA Negeri 2 Semarang berjumlah kurang lebih ???? eksemplar yang terdiri ??? judul buku diantaranya meliputi buku – buku
·      Sejarah, biologi dan geografi
·      Seni, olah raga dan hiburan
·      Ilmu – ilmu murni
·      Filsafat/psikologi
·      Agama
·      Bahasa
·      Karya umum
Sedangkan buku – buku paket yang digunakan sebagai sumber belajar meliputi : buku – buku paket kelas X, XI, XII.








BAB III
SISTEM ADMINISTRASI SEKOLAH LATIHAN

A.                Arti dan Tujuan Administrasi Sekolah
Administrasi adalah kegiatan pencatatan data, surat-surat, informasi secara tertulis dan penyimpanan dokumentasi, agar agar dapat digunakan bila diperlukan. Sedangkan administrasi pendidikan mencakup semua kegiatan yang direncanakan secara teratur untuk mencapai tujuan pendidikan. Kegiatan tersebut berupa perencanaan, pengawasan, dan bimbingan serta memanfatkan fasilitasyang tersedia baik material maupun spiritual untuk mencapai pendidikan.
Melihat dari arti katanya, administrasi memilikia arti luas dan sempit, arti sempit adminstrasi diartikan sebagai kegiatan pencatatan data, surat menyurat dan informasi secara tertulis serta menyimpan dokumen tersebut agar dapat dipergunakan kembali bilaman diperlukan. Sedangkan dalam arti luas adminstrasi memiliki arti lebih luas dari tata usaha dan pekerjaan operatif lainnya. Administrasi pendidikan memiliputi semua kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan secara teratur sehingga tercapai tujuan pendidikan yang telah di gariskan. Administrasi pendidikan mencakup seluruh kegiatan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Adminstrasi pendidikan merupakan salah satu bidang atau bagian dari admistrasi yang dilakukan di sekolah, didalam administrasi sekolah terdapat tata usaha sebagai salah satu alat, secara sederhana, adminstrasi sekolah adalah semua kegiatan yang dikerjakan di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.
Agar tujuan pendidikan tercapai maka adminstrasi banyak digunakan di sekolah karena merupakan subsistem pendidikan nasional. Maka administrasi pendidikan yang dilaksanakan di sekolah bersumber pada tujuan pendidikan nasional.

Tujuan daministrasi sekolah adalah untuk mencapai target pendidikan sesuai kurikulum, antara lain :
1.      Secara umum yaitu tersusunnya system pengelolan yang baik di bidang administrasi, ketenagaan, media pendidikan, pembiayaan dan humas.
2.      Secara khusus yaitu program administrasi yang relefan, efektif, efisien.
B.                 Bidang Garapan Administrasi Sekolah
Adminstrasi kurikulum meliputi administrasi prosesbelajar mengajar sampai kegiatan remedial. Semua itu dilakukan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dalam UU No. 0490/U/1992 tentang sekolah menengah atas adalah:
1.      Menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
2.      Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dan bersosial dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan IPTEK dan kesenian.
4.      Menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap professional.
Sekolah SMA N 2 Semarang untuk kelas XI dan XII dikelompokkan dalam 2 bidang studi, yaitu :
a.       Program Studi Ilmu Alam
b.      Program Studi Ilmu Sosial
Masing masing program tersebut memiliki tujuan sebagai berikut :
*      Tujuan program studi ilmu alam
Mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki karekter, kompentensi dan kecakapan hidup memalui pemahaman prinsip- Prinsip alam. Fokus program studi ilmu alam pada mata pelajaran matematika, fisika, kimia dan bologi.


*   Tujuan program studi ilmu sosial
Mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki karakter, kompetensi, dan kecakapan hidup melalui pemahaman prinsip-prinsip kemasyarakatan. Fokus program ilmu sosial pada mata pelajaran kewarganegaraan, ekonomi, sejarah dan sosiologi.
1.        Administrasi kurikulum
1.1.   Pengertian dan Landasan Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.
Pemerintah telah menetapkan kurikulum 2004 sebagai kurikulum Berbasis Kompetensi, yang berarti bahwa kurikulum harus bisa mengarah pada pencapaian kompetensi pada peserta didik.
Penyempurnaan kurikulum ini dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-undangan sebagai berikut:
A.  UUD 1945 dan perubahannya
B. Tap MPR No. IV/MPR/1999/tentang GBHN
C. UU No. 20 Th. 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional
D.  UU No. 20 Th. 1999 tentang Pemerintah Daerah
E.  PP No. 25 Th. 2000 tentang kewenangan pemerintah dan keewenangan provinsi (Daerah Otonom).
1.2.   Prinsip-prinsip pengembangan
Prinsip-prinsip pengembangan ini meiputi:
1.2.1.      Peningkatan keimanan, budi pekerti luhur dan pengalamannya sebagai wujud peningkatan karakter dan martabat bangsa.
1.2.2.      Keseimbangan etika, logika, estetika dan kinestetika.
1.2.3.      Penguatan integritas nasional.

1.2.4.      Perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi.
Kemampuan berfikir, dan belajar dengan cara mengakses, memilih dan menilai pengetahuan dalam menyikapi perkembangan iptek secara pesat.
1.2.5.      Pengembangan kecakapan hidup.
Kurikulum mengembangkan kecakapan hidup melalui pembudayaan membaca, menulis dan berhitung.
1.2.6.      Pilar pendidikan.
Kurikulum mengorganisasikan belajar untuk berbuat kreatif, hidup dalam kebersamaan, membangun dan mengekspresikan jati diri.
1.2.7.      Komprehensif dan berkesinambungan.
Kompetensi mencakup keseluruhan dimensi secara berkesinambungan mulai dari TK sampai pendidikan menengah.
1.2.8.      Belajar sepanjang hayat.
Pendidikan diarahkan pada proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlanjut sepanjang hayat.
1.2.9.      Diversifikasi kurikulum.
Kurikulum dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik.
1.3. Prinsip-prinsip pelaksanaan
1.3.1.      Kesamaan memperoleh kesempatan.
Semua peserta didik secara demokratis dan berkeadilan. berhak memperoleh pengetahuan, keterampilan yang sama.
1.3.2.      Berpusat pada anak
Penyajian kurikulum disesuaikan dengan tahap – tahap perkembangan peserta didik melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
1.3.3.      Pendekatan menyeluruh dan kemitraan.
Pendekatan yang digunakan dalam pengorganisasian pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan peserta didik, guru, sekolah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat.
1.3.4.      Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan.
Standar kompetensi disusun oleh pusat dan cara pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan daerah darim sekolah setempat. Standar kompetensi dapat dijadikan acuan penyusunan kurikulum berdiverkasi berdasarkan pada satuan pendidikan potensi daerah, dan peserta didik.
1.4.Tujuan kurikulum
Penyelenggaraan pendidikan menengah bertujuan untuk mengahsilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab dan demokratis, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos dan budaya kerja yang baik dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
1.5.Struktur dan sistem persekolahan
·         Jenjang dan \jalur pendidikan serta jenis sekolah dan madrasah pendidikan dilaksanakan melalui jalur sebagai berikut :
a.       Jalur formal
SD/ MI/SDLB selama 6 tahun
SMP/MTS/SMPLB selama 3 tahun
SMA/MA/SMALB selama 3 tahun
b.      Jalur non formal
Kelompok belajar, TPQ
Kejar Paket A setingkat SD
Kejar Paket B setingkat SMP
Kejar Paket C setingkat SMA
Universitas Terbuka setingkat Perguruan Tinggi
·         Sistem kenaikan tingkat / kelas
Sekolah / madrasah pada jenjang dasar dan menengah menggunakan sistem kenaikan tingkat/ kelas mulai dari kelas I sampai dengan kelas XII sistem penempatan siswa pada sekolah menengah menggunakan sistem kenaikan kelas yang didasarkan pada penguasaan kompetensi.
1.6.Sistem Belajar
Sistem belajar pada jenjang sekolah dasar dan menengah menggunakan sistem semester (6bulan).
Kompetensi bahan kajian menjadi acuan dalam penyusunan kompetensi mata pelajaran untuk setiap satuan pandidikan. Berikut ini merupan kompetensi dan kajian pengorganisasian mata pelajaran untuk SMA dan MA :
A.       Pendidikan Agama
B.        Kewarganegaraan
C.        Bahasa dan Sastra Indonesia
D.       Bahasa Inggris
E.        Matematika
F.         Kesenian
G.       Pendidikan Jasamani
H.       Sejarah
I.          Geografi
J.          Ekonomi
K.       Sosiologi
L.        Fisika
M.      Kimia
N.       Biologi
O.       Teknologi Informatika dan Komunikasi
P.         Keterampilan Bahasa Asing
1.7.Struktur Kurikulum
Struktur Kurikulum berisi :
1.      Sejumlah Mata Pelajaran 
Mata pelajaran mengutamakan kegiatan intruksional yang berstruktur.
2.      Kegiatan belajar pembiasaan
Kegiatan belajar pembiasaan mengutamakan pembentukan dan pengendalian perilaku dalam kegiatan rutin, spontan, dan unsur – unsur penting dalam masyarakat.
3.      Alokasi Waktu
Alokasi waktu menunjukan satuan waktu dalam tatap muka. Berikut ini merupakan struktur kurikulum SMA atau MA yang mencakup dua jenis, yaitu :
a.       Struktur Kurikulum Program Studi
Program studi terdiri atas Ilmu Alam (IA), Ilmu Sosial (IS) dan Bahasa.
b.      Struktur kurikulum Program Pilihan
Program pilihan dimaksudkan untuk memberikan kebebasan pada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik.
1.8.      Pelaksanaan Kurikulum, berdasarkan “Prinsip Kesatian Dalam Kebijakan Dan Kebergaman Dalam Pelaksanaan"
Pentahapan pelaksanaan
Pelaksanaan kurikulum 2006 dilakukan secara bertahap, sebagai berikut :
1.              Pada tahun pertama untuk kelas X SMA / MA / SMK / MAK
2.              Pada tahun kedua untuk kelas X, XI SMA / MA / SMK / MAK
3.             Pada tahun ketiga untuk kelas X, XI, XII SMA / MA / SMK / MAK
1.9.      Kegiatan pembelajaran, meliputi :
1.              Berpusat pada peserta didik
2.              Mengembangkan kreatifitas peserta didik
3.              Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang
4.              Bermuatan nilai etika, estetika, logika dan kinestika
5.              Menyediakan pengalaman belajar yang beragam



1.10.  Penilaian hasil belajar
Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kemajuan dan hasil belajar dalam ketuntasan. Penguasaan kompetensi. Penilaian akhir dapat diselenggarakan oleh sekolah atau madrasah.
Penilaian kelas berorientasi pada :
Ø   Acuan / patokan
Semua kompetensi perlu dinilai menggunakan acuan kriteria berdasarkan pada indikator hasil belajar sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Ø   Ketuntasan belajar
Pencapaian hasil belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat kompetensi yang memadai dan dapat dipertanggungjawabkansebagai prasyarat penguasaan kompetensi lebih lanjut.
Ø   Multi alat dan cara penilaian
Penilaian menggunakan berbagai alat dan cara yaitu tes dan nontes untuk memantau kemajuan dan hasil belajar peserta didik.
Ø   Kriteria penilaian
Penilaian memberikan informasi yang akurat tentang pencapaian kompetensi dasar peserta didik, adil terhadap semua peserta didik, terbuka bagi semua pihak dan dilaksanakan secara terencana, bertahap dan terus menerusuntuk memperoleh gambaran tentang perkembangan belajar peserta didik.
1.11.  Penilaian pengembangan kurikulum
Penilaian kurikulum dilakukan secara berkala oleh pusat dan daerah. Hasil penilaian kurikulum digunakan untuk menyempurnakan pelaksanaan dan pengembangan kurikulum selanjutnya.
·            Pengembangan kurikulum selanjutnya
Sesuai dengan kebijakan otonomi daerah yang berimplikasi pada kebijakan pengelolaan pendidikan dari yang bersifat sentralistik ke desentralistik, maka masing – masing lembaga tingkat pusat, daerah dari sekolah dan madrasah mempunyai tanggung jawab tertentu.
Pemerintah bertanggung jawab terhadap penyempurnaan dan pengembangan :
Ø Standar kompetensi siswa dan warga belajar
Ø Standar materi pokok
Ø Pembelajaran dan penilaian hasil belajar secara nasional
Ø Pengendalian mutu
Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penjabaran dan pelaksanaan kurikulum yang ,mencakup :
Ø Pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus
Ø Penyusunan petunjuk teknik operasional pelaksanaan kurikulum
Ø Pelaksanaan pemantauan dan penilaian sekolah serta madrasah bertanggung jawab dalam pelaksanaan kurikulum yang mencakup :
§ Pengembangan kurikulum dalam bentuk silabus.
§ Perencanaan pembelajaran dan penilaian
§ Pelaksanaan dan pengelolaan pembelajaran, serta pelaksanaan dan pengelolaan penilaian hasil belajar.
*             Administrasi Kurikulum
Kegitannya meliputi :
·         Jurnal mengajar Guru
·         Agenda kegiatan Guru
·         Kurikulum sekolah
Kurikulum sekolah harus memenuhi standar isi, standar proses, standar kelulusan, dan standar penilaian. Untuk kurikulum sekolah pada tahun 2004 menggunakan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi), pada tahun 2006 menggunakn KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidik). Dalam menentukan kurikulum sekolah terdapat kendala, antara lain guru lanjut usi (makmun, mengikuti produk dari MGMP).



·      Penyusunan KTSP
Meliputi :
1.      Pemberian wacana kepada guru; penerjemahan visi dan misi kepada pengembang
2.      Mengidentifikasi SK+KD dari sekolah untuk menciptakan indikator dari setiap mata pelajaran.
3.      Kesepakatan dari guru melalui pertimbangan.
4.      Menentukan Kriterian Ketuntasan Mengajar
5.      Menyusun Silabus (satuan waktu)
Yang terdiri dari psikomotor, afektif dan ....
6.      Menyusun Evaluasi
Macamnya tugas mendiri dan tugas terstruktur/ tidak terstruktur. Tugas terstruktur adalah tugas yang dirancang sendiri oleh guru ( contoh: membuat chart sesuai dengan ketentuan melalui penjelasan proses). Tugas tidak sturktur adalah tugas yang diserahkan oleh murid dan hanya diberikan batasan waktu. ( contoh: membuat proses tentang sesuatu).
Meliputi :
§  Ulangan
§  Objektif/ Subjektif
§  Jumlah
§  Tingkah laku
7.      Penyusunan RPP (penyusunan per bulan atau per tahun)
Setiap KD harus terdiri dari kegiatan ekplorasi, elaborasi dan evaluasi.
Setiap pertemuan membuat RPP.
RPP dibuat secara rinci dan dalam RPP harus terdapat kisi-kisi ulangan dan penilaian yang disertai kunci jawaban.



8.      Penyeragaman Ulangan Harian
Melalui :
§  Blangko pembelajaran
§  Analisis Ulangan (penyesuaian praktek dan indikator 75% mencapai KKM)
Kegiatannya meliputi:
a.       Program penyusunan laporan
b.      Melakukan remidi bagi siswa di bawah KKM
c.       Ulangan harian terencana sebelum ulangan mandiri
Soal-soal yang sulit dianalisis dan diulangkan kembali, tidak semua diremidikan. Tujuannya agar semua siswa tuntas dalam pembelajaran selama 1 semester.
9.      Tugas guru antara lain : merancang/ menyusun, mengajar, mengevaluasi, dll.
*             Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan yaitu pengaturan rancangan dan rencana tertulis tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa baik didalam lingkungan sekolah atau diluar sekolah. Di  luar akademik, siswa mendapat layanan administrasi kesiswaan yang meliputi layanan bidang bimbingan penyuluhan dan kegiatan organisasi intra sekolah. Layanan bimbingan dan layanan penyuluhan dilaksanakan secara terus-menerus, meliputi :
ü Bidang karier,
ü Belajar,
ü Sosial dan pribadi,
ü Serta dalam bidang layanan meliputi
o  Orientasi,
o  Konseling individu,
o  Konseling kelompok,
o  Bimbingan kelompok,
o  Mediasi
Kegiatan OSIS yang dilaksanakan antara lain :
1.   Kegiatan MOS
2.   Kegiatan Pentas Seni
3.   Persiapan upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus serta kegiatan-kegiatannya.
4.   Kegiatan Papenkris
5.   Kegiatan latihan Band.
Administrasi kesiswaan yang ada di SMA 2 Semarang adalah data pribadi siswa, data penerima siswa baru dan daftar nominasi, daftar kelas, buku induk, presensi, dan buku klafer.
A.  Tujuan
Tujuan administrasi siswa yaitu menciptakan suasana tertib dan aman disekolah. Tujuan lain yaitu bagi siswa sendiri agar lebih disiplin dan mampu mencetak prestasi yang lebih baik. Disamping itu juga untuk mengentaskan dan mengatasi berbagai permasalahan yang dialalmi peseta didik. Memelihara dan mengembangkan bebagai potensi dan kondisi posiutif siswa juga termasuk dalam tujuan administrasi.
B. Pengembangan
   Administrasi kesiswaan dibagi dalam beberapa bidang antara lain :
·      Kesiswaan
Bidang ini mengurusi masalah kesiswaan sehubungan dengan tata tertib,kegiatan siswa dan perilaku yang ditampilkan oleh siswa disekolah.
·      KTU
Yaitu  staf sekolah yang merupakan mitra kerja dalam menyelenggarakan administrasi sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan seklah dan kegiatan belajar mengajar.
·      Bimbingan dan konseling
BK merupakan pelayanan bantuan dimana kegiatannya harus mampu memberikan hal-hal positif kepada siswa, meringankan beban, mendorong semangnat dan memberikan penguatan, memberikan alternatif dan kesempatan, memberikan pencerahan dan kesejukan srta mendorong dab membela terwujud hak hak dan kepentingan serta kewajiban siswa dengan cara yang tepat. Semua itu diarahkan bagi terentaskannya permadsalhan dan terselenggarakannya perkembangan siswa secara tepat.
·      Sarana prasarana
Sarana dan prasarana merupakan bagian yang mengurusi dan memenuhi kebutuhan akan fasilitas yangnmenunjang kegiatan sekolah dan belajar mengajar. Semua pengelolaan administrasi kesiswaan ini dibagi menurut bidang masing-masing. Semuanya dibuat dan diatur dalam arsip yang jelas sesuai dengan hasil yang diperoleh administrasi kesiswaan meliputi beberapa bidang
1.    Agenda masuk siswa
Hal ini berkaitan dengan surat keputusan yang dikeluarkan oleh kepala sekolah sehubungan dengan penerimaan siswa baru tahun ajaran baru.
2.    Jurnal kegiatan siswa
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam lingtkungan maupun luar tercatat dan terencana dalam jurnal yang disusun secara khusus untuk mengkoordinir jalannya yang dilakukan siswa agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.
3.    Program kerja
Program kerja merupakan rancangan,rencana kerja untuk memprogram brmacam kegiatan untuk memprogram bermacam kegiatan yang berhubungan dengan sekolah dan belajar mengajar.
4.    Catatan Prestasi
Catatan prestasi merupakan bukti otentik tertulis yang mencatat berbagai macam prestasi yang diperoleh siswa tiap satu semester.
5.    Agenda Kesiswaan
Agenda kesiswaan bisa disebut sebagai evaluator. Agenda ini mengevaluasi tingkah laku yanng dilakukan siswa secara baik maupun tidak sehungga dapat memberikan nilai tersendiri bagi mereka terhadap tingkah laku yang dilkakukan. Guru akan lebih mudah mengetahui perilaku murid-murid dalam sekolah dan guru dapat memberikan teguran, hukuman ataupun pujian ats perilaku mereka. Disamping hal yang disebutkan diatas, administrasi kesiswaan juga mencakup penerimaan siswa baru. Ditahun ajaran baru ini yaitu 2011/2012 di SMA 2 semarang menerima sebanyak 416 siswa baru dengan formulir yang terjual.
*             Administrasi Personalia
SMA 2 SEMARANG dikepalai oleh seorang kepala sekolah, yang dibantu oleh 88 guru. Dalam administrasi personalia tidak ada staf pengajar yang bersal dari luar sekolah. Tenaga perngajar diSMA 2 semarang terdapat 81 PNS,3 CPNS dan 4 GIT.
TU bertugas melayani kebutuhan sekolah (baik kebutuhan siswa,guru dan warga sekolah lainnya).TU merupakan central kegiatan dan agenda sekolah.
*             Administrasi Keuangan
Secara umum keuangan yang ada diSMA N 2 SEMARANG ditangani oleh pihak :
a.     Bendahara UYHD / rutin oleh Bp. Sugri (gol III/b)
b.    Bendahara operasional oleh Ibu Yuni Khilafasilawati (Gol/b)
Sedangkan untuk keuangan SPP diSMA N 2 semarang ditangani oleh bapak Choiri, diperoleh melalui SPP murid dan didukung oleh:
§  APBN yang berwujud block grand
§  APBD sebagai bantuan keuangan dan bantuan sosial
§  APBD kota sebagai bantuan secara tidak langsung (seperti gaji,tunjangan pegawai dan kesejahteraan pegawai) dan bantuan secara langsung.
§  Sumbangan orang tua siswa
Uang SPI untuk kelas X, rencana Rp 250.000,00 / bulan (siswa baru titip Rp 200.000,00 pada waktu daftar ulang)
Uang SPI kelas XII regular, 123.500 + 46.500 = 170.000 / bulan
Uang SPI kelas XII imersi 188.500 + 46.500 = 235.000 / bulan
Uang SPI terkait dengam komputer (sewa)_+ 3 tahun.

















BAB IV
KEGIATAN KESISWAAN

Kegiatan kesiswaan diselenggarakan oleh sekolah dengan maksud dan tujuan mengembangkan minat serta bakat siswa, karena setiap siswa terdapat kemampuan yang satu dengan yang lainnya. Di SMA 2 semarang kegiatan tersebut diadakan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan keorganisasian antara lain:
A.    Kegiatan Organisasi Siswa intra Sekolah (OSIS)
Osis merupakan organisasi yang resmi diakui dan diselenggarakan di sekolah dengan tujuan untuk melatih kepemimpinan siswa dan memberikan wahana bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan ko-kulikuler yang resmi. Kegiatan-kegiatan OSIS yang dilakukan sekolah antara lain:
                    i.          Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kemampuan penalaran, seperti:
a.    Diskusi, temu karya, seminar, dll
b.    Penelitian
c.    Karya Wisata
d.   Penulisan karangan untuk berbagai media dan percobaan-percobaan akademik yang relevan di luar sekolah
                  ii.          Kegiatan pengembangan keterampilan berdasarkan hobi, antara lain:
a.    Latiahan kepemimpinan
b.    Kepramukaan
c.    UKS
d.   Olah raga
e.    Kesenian
                iii.          Kegiatan pengembangan sikap :
a.    Pengumpulan sosial
b.    Peringatan hari besar nasional dan keagamaan
Organisasi siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMA 2 Semarang sebagai rambu-rambu kegiatan pada materi pembinaan Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural. Jenis kegiatannya salah satunya adalah dengan memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugas masing-masing. Tujuan dari kegiatan tersebut antara lain:
a.         Menumbuhkan motivasi dan peran siswa dalam kegiatan OSIS
b.         Meningkatkan kemampuan siswa dalam berorganisasi untuk melahirkan calon-calon pemimpin masa depan.
     Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan tersebut adalah:
a.         Tingkat partisipasi
b.         Kehadiran
c.         Kerjasama
d.        Berminat menjadi pengurus OSIS
e.         Memiliki kemampuan dalam berorganisasi
f.          Mampu mengelola kelompok atau organisasi
Contoh kegiatannya :
·           Kerja OSIS, guru atau pembina
·           Dukungan warga sekolah dan komitesekolah
·           Pemilihan pengurus OSIS, MPK dan ekstrakurikuler
·           Menyusun job description pengurus OSIS
·           Pelaksanaan rapat kerja antara pembina dan pengurus
Unsur-unsur yang terkait : Kepala sekolah, Wakasek kesiswaan, Pembina OSIS, pengurus OSIS.
Sebagai organisasi yang di bawahi oleh bagian kesiswaan, OSIS di SMA 2 Semarang memiliki 10 sekertaris bidang, 10 guru pendamping, dan seorang bendahara. Ketua OSIS SMA 2 Semarang tahun 2011 dijabat oleh Nesbi Dewantara dengan seorang guru pembina yaitu Bapak Nafangurrohim.
B.     Olahraga dan Kesenian
Kegiatan dibidang olahraga dan kesenian dilaksanakan sesuai dengan fungsi kegiatan ekstrakulikuler, yaitu mengembangan jati diri siswa, mengembangan sifat sosial siswa, segabai sarana rekreatif diluar bidang akademik, dan menyiapkan karir siswa.
Kegiatan ekstrakulikuler dilaksanakan diluar jam pelajaran, rata-rata ekuivalen dengan 2 jam pelajaran, artinya setiap pelaksanaan ekstrakulikuler berlangsung kira-kira 2x45 menit, yaitu 90 menit.
Kegiatan ekstrakulikuler dibidang kesenian yaitu:
1.         Paduan Suara/Musik/Band
Ekstrakulikuler ini dilaksanakan  pada hari Sabtu dengan pembimbing Dra. Prataningrih. Banyak prestasi yang telah dicapai oleh ekstrakulikuler paduan suara/musik/band SMA N 2 Semarang selama 2010/2011. Prestasi tersebut antara lain:
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
Lomba Paduan Suara
Kota
7 Mei 2011
1
Lomba Keroncong Putri
Kota
7 Mei 2011
1
Lomba Keroncong Putra
Kota
7 Mei 2011
1

2.         Teater
Salah satu ekstrakulikuler yang diminati siswa SMA N 2 Semarang mempunyai bakat akting adalah ektrakulikuler teater. Ekstrakulikuler ini dilaksanakan pada hari Selasa dengan pembimbing Bapak Budi Himawan.
3.         Tari
Walaupun SMA N 2 Semarang adalah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, sekolah ini tidak mengesampingkan budaya daerah. Hal ini terbukti dengan adanya ekstrakulikuler tari yang dilaksanakan pada hari Sabtu dengan pembimbing Ibu Warniati. Banyak prestasi yang telah dicapai ekstrakulikuler tari pada tahun 2010/2011.  Prestasi tersebut antara lain:
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
Lomba Tari Tradisional
Nasional
2010
1
Lomba Tari Tradisional
Kota
2010
1
Tari Tradisional
Nasional
2010
1
Lomba Tari Berpasangan
Kota
2009
1

Kegiatanekstrakulikuler dibidang olahraga yaitu:
1.    Bulu Tangkis
Bulu tangkis adalah salah satu olahraga kebanggan bangsa Indonesia, maka dari itu ekstrakulikuler ini perlu diadakan  di sekolah-sekolah. SMA N 2 Semarang telah menjadi contoh melaksanakan ektrakulikuler bulu tangkis ini yang dilatih oleh Bapak Narfangurohim, S.Pd. Ekstrakulikuler ini biasanya melakukan latihan pada hari Senin. Prestasi yang pernah diraih olehekstrakulikuler ini selama 2010/2011 antara lain:
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
Lomba Bulutangkis tunggal putra PORSIMAPTAR
Propinsi
2010
1
Lomba Bulu tangkis Ganda Putra
Kota
13 Mei 2011
1
Lomba Bulu tangkis Ganda Putra
Nasional
27-29 Mei 2011
3

2.    Volly Ball
Latihan dilaksanakan pada hari Selasa dengan pelatih Bapak Tutur. Ekstrakulikuler ini berhasil meraih banyak juara selama 2010/2011, antar lain :
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
Bola Volly Putra
Kota
2009
1
Lomba Volly Putra
Kota
2009
1
Lomba Volly putri PORSIMAPTAR
Propinsi
2010
2

3.    Basket Ball
Basket merupakan salah satu ekstrakulikuler bergengsi di SMA N 2 Semarang. Latihan dilaksanakan pada hari Selasa dengan pelatih Bapak Nisan Adi.
4.    Tae Kwon Do
Tae Kwon Do merupakan salah satu ekstrakulikuler yang menjadi kebanggan SMA N 2Semarang karena ekstrakulikuler ini berhasil meraih juara ditingkat nasional maupun regional ASEAN. Latihan biasanya dilakukan pada hari Selasa dengan pelatih Bapak Winarni, S.Pd.
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
Tae Kwon Do
Nasional
2009
1
Tae Kwon Do
Regional ASEAN
2009
1
Lomba Tae Kwon Do
Regional ASEAN
2010
1
Tae Kwon Do
Regional ASEAN
2010
1

5.    Soft Ball Club
Ekstrakulikuler ini dilatih oleh Drs. Cucu Sanusi. Latihan softball biasanya dilakukan pada hari Selasa.
6.    Futsal
Ektrakulikuler ini merupakan estrakulikuler pilihan. Biasanya para siswa melaksanakan latihan pada hari Kamis dengan pelatih Bapak Faisal.
Banyak prestasi yang telah dicapai oleh ekstrakulikuler futsal, antara lain:
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
Lomba Futsal Porsimaptar
Kota
2009
3
Lomba Fufsal
Karesidenan Smg
2010
2
Lomba Futsal
Kota
11-12-2010
1
Lomba Futsal
Karesidenan
April 2011
3
Lomba Futsal
Propinsi
April 2011
2

Selain ekstrakulikuler olahraga dan kesenian diatas, SMA N 2 Semarang juga berhasil meraih juara, antara lain:
LOMBA
TINGKAT
TANGGAL
JUARA
POR Angkat Besi Putri
Provinsi
2009
1
POR  Sepatu Roda
Provinsi
2009
1
Lomba Nasyid
Kota
2010
2

C.    Pramuka
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan kegiatan yang pasti ada dan wajib diikuti oleh siswa disetiap SMA/SMK. Masing-masing SMA/SMK mempunyai nama ambalan yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan mengingat nama ambalan dimasing-masing sekolah. Di SMA Negeri 2 Semarang, ambalannya bernama “ Hayam Wuruk Tribuana Tungga Dewi”.
Kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SMA Negeri 2 Semarang di bimbing oleh empat pembimbing yaitu : Drs. Nur Khosin, Dra. Rahayu WidjaJati, Drs. Sumarno (SR) dan Yanuar.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam hari Jum’at mulai pukul 15.00 sampai 17.00. untuk kelas X setiap siswa wajib mengikuti ekstrakurikuler pramuka ini. Sedangkan untuk kelas XI diberi kebebasan untuk mengikuti atau tidak mengikutinya. Lain halnya dengan siswa kelas XII, mereka tidak mempunyai kewajiban untuk mengikuti ekstrakurikuler yang ada, karena mereka harus mempersiapkan ujian nasional/UN.
A.   Tugas Pokok, Fungsi dan Organisasi
1.      Tugas pokok
Tugas pokok Majelis Pembimbing adalah memberi bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, materiil, finansial, dan konsultasi pada gudep, satuan dan kwartir yang bersangkutan agar dapat :
a.       Kata-kata “memberi bimbingan” yang dimaksud diatas mengandung makna memberi arahan, saran, nasehat, dan dukungan moral.
b.      Kata-kata “memberi bantuan” yang dimaksud diatas mengandung makna membuka jalan, mengusahakan kesempatan, fasilitas, dan serta memberi peluang agar gerakan pramuka mendapat akses untuk memperoleh bantuan dari pemerintah dan masyarakat.
c.       Kata-kata “konsultasi” yang dimaksud diatas mengandung makna bahwa gudep, satuan, dan kwartir dapat berkonsultasi mengenai permasalahan yang dihadapi dalam upaya meningkatkan citra gerakan pramuka.
2.      Fungsi
Fungsi Mabi adalah memberi bimbingan, memberi bantuan konsultasi kepada gudep, satuan dan kwartir yang bersangkutan agar dapat:
a.       Memecahkan masalah-masalah moral, mental, dan psikologis.
b.      Memecahkan masalah organisatoris, termasuk meningkatkan jumlah mutu dan anggota gerakan pramuka.
c.       Memecahkan masalah-masalah material, termasuk usaha memperoleh fasilitas, dana, dan sarana.
d.      Menjalankan segenap usaha yang berkaitan dengan masalah-masalah finansial, terutama usaha untuk mengumpulkan dana, agar dapat memperoleh subsidi dan pemberian lain dari masyarakat yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga gerakan pramuka.
e.       Menyampaikan aspirasi masyarakat untuk pengembangan pendidikan gerakan pramuka.
3.      Organisasi
a.       Susunan Organisasi Mabi
Disetiap gudep, satuan dan kwartir dibentuk Mabi:
1.      Di Gugusdepan pramuka dibentuk majelis pembimbing gugus depan pramuka disingkat Mabigus.
2.      Di Satuan karya pramuka dibentuk majelis pembimbing satuan karya pramuka disingkat Mabisaka.
3.      Di kwartir ranting gerakan pramuka dibentuk majelis pembimbing ranting gerakan pramuka disingkat mabiran.
4.      Di kwartir cabang gerakan pamuka dibentuk majelis pembimbing cabang gerakan pramuka disingkat mabicab.
5.      Di kwartir daerah gerakan pramuka dibentuk majelis pembimbing daerah disingkat mabida.
6.      Di kwartir nasional gerakan pramuka dibentuk majelis pembimbing nasional gerakan pramuka disingkat mabinas
b.      Kepengurusan
1.      Susunan kepengurusan Mabi terdiri atas:
a.       Seorang Ketua
b.      Seorang Wakil Ketua
c.       Seorang Sekretaris
d.      Seorang ketua Harian
e.       Beberapa orang anggota
2.      Jumlah wakil ketua Mabi dan jumlah anggota Mabi ditentukan oleh mabi masing-masing sesuai dengan keadaan dan kebutuhan Mabinya serta diupayakan seimbang antara pria dan wanita.
3.      Ketua mabigus dipilih dari antara anggota mabigus yang ada.
4.      Pada tingka satuan karya ketua mabi dijabat oleh pejabat pada lembaga atau instansi atau departemen terkait.
5.      Pada tingkat kwartir ranting, cabang dan daerah ketua Mabi dijabat oleh Kepala Wilayah atau kepala Pemerintah setempat.
6.      Pada tingkat nasional ketua Mabi dijabat oleh Presiden Republik Indonesia.
7.      Jabatan Ketua Harian disesuaikan dengan kebutuhan.
8.      Wakil ketua, ketua harian, sekretaris Mabi dipilih dari anggota Mabi
9.      Dalam kepengurusn Mabi hanya dapat dibentuk bidang-bidang sesuai kebutuhan.
10.  Struktur Organisasi Mabi terlampir.
B.   Hubungan, Koordinasi, dan Kerjasama
1.      Hubungan dengan gugus depan, satuan, dan kwartir
a.         Untuk dapat berpean nyata dan aktif, serta dapat memberi bimbingan, bantuan dan konsultasi secara konsepsional, efektif dan efisien, masing-masing mabi dapat menyelenggarakan suatu hubungan, koordinasi dan kerjasama, saling memberi informasi dengan gugus depan, satuan, dan kwartir.
b.         Gugusdepan, satuan atau kwartir wajib memberikan laporan penggunaan fasilitas dan pemanfaatan fasilitas dana dari Mabi secara periodik maupun insidentil kepada Mabi yang bersangkutan.
c.         Gugusdepan, satuan atau kwartir wajib mengundang Mabi yang bersangkutan bila menyelenggarakan musyawarah, rapat, atau melaksanakan kegiatan yang dianggap penting, contohnya Jambore, PW, LT, dll.
2.      Hubungan dengan instansi pemerintah
a.       Masing-masing mabi menguasahakan hubungan timbal balik dengan dengan instansi pemerintah.
b.      Instansi pemerintah melalui mabi yang bersangkutan atau langsung dapat menyalurkan bantuan kepaa gugusdepan, satuan atau kwartir.

3.      Hubungan dengan masyarakat
a.       Mabi masing-masing berupaya menjalin hubungan timbal balik dengan masyarakat termasuk lembaga masyarakat lainnya (LSM) sehingga aspirasi masyarakat dapat ditampung.
b.      Masyarakat  melalui Mabi yang bersangkutan atau langsung dapat menyalurkan aspirasi, saran dan kritik serta bantuannya kepada gugusdepan, satuan dan kwartir.
4.      Media komunikasi dalam rangka melancarkan hubungan
a.       Setiap jajaran Mabi dapat menerbitkan suatu media informasi.
b.      Media informasi penting diperlukan untuk meningkatkan citra gerakan pramuka dan melancarkan hubungan antara Mabi, pemerintah, gudep, satuan, kwartir dan masyarakat.

D.    Kegiatan ekstrakurikuler lainnya
            i. Paskibra       
        Kegiatan ekstrakurikuler paskibra merupakan salah satu kegiatan yang digemari oleh siswa. Kegiatan ini di bimbing oleh Sunarawan, S.Pd.sedangkan pelaksanaannya dijadwalkan setiap hari kamis mulai pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.00.
            ii. Karya ilmiah remaja
            Karya ilmiah remaja merupakan salah satu ekstrakurikuler di SMA N 2 Semarang yang sangat bermanfa’at bagi siswa-siswa yang ingin belajar berbicara dengan baik, belajar menulis yang sopan, berfikir cepat, dan menghasilkan penemuan-penemuan baru, dan kegiatan bermanfa’at yang lain.Kegiatan ekstrakurikular ini dibimbing dan dipimpin oleh Drs.Teguh Wibowo.
        Kegiatan ekstrakurikular ini dilaksanakan setiap hari kamis dan dimulai pukul 15.00 sampai pukul 17.00. Kegiatan ekstrakurikular ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat diminati siswa di SMA Negeri 2 Semarang.
            iii. Palang Merah Remaja (PMR)
Kegiatan ekstrakurikuler palang merah remaja ini merupakan salah satu kegiatan tentang cara bagaimana menolong orang yang sakit ringan seperti pusing, mual, ssesak nafas, muntah, pingsan, luka goresan, luka kecil karna jatuh,dll.Pertolongan yang dilakukan biasanya disebut sebagai pertolongan pertama pada kecelakaan. Kegiatan ekstra kurikular yang juga cukup banyak peminatnya ini dipimpin oleh Drs. Moch. Ansori. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada hari sabtu mulai pukul 15.00 sampai pukul 17.00.
            iv. Pecinta alam/ sasma dwipala
Kegiatan pecinta alam ini dibimbing dan diarahkan oleh Rudi Hermawan dan dilaksanakan pada hari sabtu mulai pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.00.
            v. Baca tulis Al-qur’an
Baca tulis Al-qur’an merupakan salah satu kegiatan religy yang ada di SMA Negeri 2 Semarangdan ditujukan untuk para siswa yang ingin belajar cara membaca kitab suci Al-qur’an dengan baik dan benar. Kegiatan ini mempunyai banyak sekali manfa’at. Diantaranya tetap menanamkan rasa cinta kepada kitab suci kita sebagai umat islam yaitu kitab suci Al-qur’an.Kegiatan ini dibimbing oleh Nur Cholis, S.Pd Sudono S.Pd dan Khoiri,S.Ag. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jum’at.
            vi. Tafsir / Kajian Islam
Kegiatan ekstra kurikuler ini mengkaji menegenai kaidah agama Islam. Kegiatan ekstrakurikuler ini dilaksanakn setiap hari jum’at dimulai pukul 15.00 sampai pukul  17.00.Tafsir atau kajian Islam ini di bimbing dan diarahkan oleh Dra. Nur Badriyah , Dra. S. Zubaidah , Dra. Sadaria, Umi maftukhah, S.Pd.



            vii. English conversation club / ECC
Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari kamis pada pukul 15.00 sampai dengan pukul 17.00. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Drs. Marwito Rusdi, S.pd dan Nesty Noor Hayati, S.pd. Kegiatan ekstrakurikuler ini berfungsi untuk memperlancar kemampuan siswa dalam berbicara bahasa inggris. Para siswa yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa inggrisnya bisa memanfa’atkan kegiatan Ekstrakurikuler ini. Kegiatan ini sangatlah bagus karna tanpa membayar mahal mereka bisa mengembangkan kemampuan bahasa inggrisnya.
Mahasiswa  Praktik Pengalaman Lapangan IKIP PGRI SEMARANG yang berada di sekolah latihan SMA N 2 Semarang minimal harus mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada. Peran mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan IKIP PGRI SEMARANG yang mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler adalah sebagai pendamping dari guru pembimbing yang nantinya akan mebantu pembimbing dalam pelaksanaan ekstrakurikuler tersebut.














BAB V
PENALARAN SEKOLAH

A.    Usaha bidang kesehatan
Usaha menciptakan kondisi yang sehat sebaik kondisi lingkungan maupun kesehatan siswa dan guru. Usaha dibidang kesehatan perlu mendapat perhatian khusus.
Usaha kesehatan yang di tempuh SMA N 2 Semarang, diantaranya :
1.      Menyediakan obat-obatan ringan
2.      Selalu ditananamkan hidup bersih dan sehat kepada siswa siswi dengan penerapan kedisiplinan.
B.     Program bimbingan dan penyuluhan
1.      Misi dan visi bimbingan dan koselling
Visi “ hidup itu sesuatu yang membahagiakan “
Misi “ memandirikan anak didik dalam hidupnya dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki secara obtimal”
2.      Fungsi, asas, dan pola kerja
Bimbingan dan konselling berfungsi:
a.       Fungsi pemahaman
Mengantar anak didik untuk dapat memahami diri dan lingkungan.
b.      Fungsi Pencegahan
Mencegah atau terhindarnya anak dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul mengganngu atau menghambat perkembangan dirinya.
c.       Fungsi Pengentasan
Terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan hidup yang dialami anak didik.
d.      Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
Tercipta dan terpeliharanya situasi dan kondisi yang kondusif dan positif memelihara pemandirian dan pengembangan potensi anak didik.
e.       Membela anak yang mengalami pencideraan.
3.      Azas bimbingan dan konselling
Bimbingan dan konseling berasaskan pada:
a.       Azas kerahasiaan
Azas ini memberi jaminan kepada anak bahwa data atau informasi, permasalahan yang disampaikan tidak sampai pada orang lain.
b.      Azas kesukarelaan
Suka dan rela untuk mengikuti layanan kegiatan.
c.       Azas keterbukaan
Bersikap terbuka dan tidak berpura-pura dalam member dan menerima informasi mutlak diperlukan untuk menggapai suatu tujuan.
d.      Azas keahlian
Bimbingan dan konseling diselenggarakan atas keindahan-keindahan professional.
4.      Pola kerja
Pola kerja bimbingan dan konseling dikenal dengan istilah pola 17, bimbingan dan konseling kerja dalam ruang lingkup empat pokok bidang bimbingan.
a.       BIdang Pribadi
b.      Bidang Sosial
c.       Bidang Belajar
d.      Bidang Karier
Empat bidang itu terjabarkan dalam tujuh  layanan kegiatan dan lima kegiatan pendukung.
Tujuh kegiatan layanan bimbingan dan konseling:
a.       Layanan Orientasi
b.      Layanan Informasi
c.       Layanan Penempatan dan Penyaluran
d.      Layanan Pembelajaran
e.       Layanan Konseling Perorangan
f.       Layanan Bimbingan Kelompok
g.      Layanan Konseling Kelompok
Lima kegiatan pendukung:
a.       Aplikasi Instrumentasi
b.      Himpunan Data
c.       Konferensi Kasus
d.      Kunjungan Rumah
e.       Alih Tangan Kasus
Demikian sekilas tentang bimbingan dan konseling di SMA N 2 Semarang.
C.    Hubungan dengan masyarakat
Hubungan dengan masyrakat adalah berbagai bentuk kegiatan yang dilaksanakan wakil kepala sekolah bagian Hubungan Masyarakat dengan melibatkan segala komponen sekolah berinteraksi dengan masyarakat.
Adapun program hubungan masyarakat tahun ajaran 2011/2012 antara lain:
1.      Orientasi siswa melalui pengenalan sekolah secara umum.
2.      Upacara hari senin melalui upacara setiap hari senin dan hari besar nasional.
3.      SKJ melalui mengadakan senam kesegaran jasmani yang dilaksanakan tiap hari jumat
4.      Acara senang susah dengan menjenguk pihak sekolah yang senang maupun susah.
5.      Rapat pengurus komite sekolah melalui undangan kepengurusan komite sekolah.
6.      Rapat pleno komite sekolah melalui undangan ke orang tua siswa untuk membahas laporan tahun lalu, membahas program yang akan datang.
7.      Asuransi jiwa dengan mengikutsertakan asuransi jiwa siswa, guru, dan karyawan.
8.      HUT SMA N 2 Semarang dan HUT RI melalui kerjasama OSIS dan ekstra.
9.      Halal bi halal dengan mengadakan halal bi halal keluarga besar SMA (termasuk mantan).
10.  Bakti social melalui kerja sama OSIS dan instansi lain.
11.  Poto kolektif dengan mengadakan poto bersama untuk persiapan ujian nasional.
12.  Sholat idul adha melalui hubungan sekolah dan komite sekolah.
13.  Seminar melalui kerja sama OSIS dan instansi lain.
14.  Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW
15.  Bimbingan tes melalui kerja sama dan bimbingan tes.
16.  Sosialisasi ujian nasional dengan mengundang orang tua kelas XII.
17.  Ujian nasional siswa kelas XII
18.  Pelepasan siswa kelas XII melalui undangan kepada orang tua siswa.



BAB VI
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SMA N 2 Semarang yang meliputi kegiatan observasi dan orientasi, maka praktikan dapat menyimpulkan sebagai berikut.
1.        PPL merupakan program pengalaman lapangan yang sangat penting bagi mahasiswa praktikan karena dapat secara langsung mempraktekan teori dan ilmu yang didapat di bangku kuliah selama ini pada kondisi yang sebenarnya termasuk suka dan duka dalam mengajar.
2.        PPL memberikan banyak pengetahuan tentang system di sekolah serta administrasi pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah latihan.

B.     Saran
1.      Bagi praktikan
Praktikan hendaknya dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan yang sangat singkat ini untuk dapat menimba ilmu dan pengalaman dalam mengajar khususnya dan dalam penanganan siswa serta administrasi pendidikan pada umumnya.
2.      Bagi sekolah latihan
Sekolah latihan hendaknya dapat lebih kooperatif dan terbuka terhadap mahasiswa praktikan, untuk memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman serta pembimbingan yang bersahabat kepada mahasiswa praktikan tidak merasa takut dan sungkan dalam melaksanakan bimbingan kepada guru pamong dan kepada seluruh pihak yang bersangkutan di sekolah latihan.
3.      Setelah PPL ini dilaksanakan ada hubungan yang lebih erat antara sekolah dan praktikan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar