welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 05 November 2012

Hikayat Si Miskin (Part 2)


RINGKASAN HIKAYAT SI MISKIN (part 2)


Suatu ketika ada seorang suami dan istri begitu miskin yang sedang berkelana untuk mencari makan. Tibalah mereka di suatu negeri yang makmur, negeri tersebut adalah negeri Antah Berantah. Dimana ada baginda yang memerintah benama Maharaja Indra Dewa. Ia memiliki kerajaan yang begitu besar dengan rakyat yang makmur dan sangat kaya. Para raja bawahan begitu takluk kepadanya, tiap tahun mereka memberikan hadiah kepada baginda tersebut.
Pasangan suami istri tersebut datang dengan memakai pakaian yang robek dan tak layak pakai. Mereka berharap mendapatkan sedikit makanan, karena sudah beberapa hari mereka sangat lapar. Suasana kerajaan menjadi ramai karena kedatangan mereka berdua. Para rakyat sama sekali tak ada yang membantu. Mereka justru mengejek dan tertawa, sambil melempari si Miskin tersebut dengan batu ataupun kayu.
Seketika itu pun si Miskin merasa kesakitan dan menangis karena tubuhnya berlumuran darah. Baginda menyuruh bawahannya untuk mengusir si Miskin. Maka si Miskin itu pergi dengan rasa lapar yang ditambah sakit di seluruh tubuhnya. Si miskin kembali ke hutan dimana biasanya ia tertidur.
Setiap hari si Miskin berusaha untuk mendapatkan makanan, entah ke pasar maupun ke rumah-rumah. Namun tak ada yang peduli, ia justru dilempari batu dan kayu hingga tubuhnya berlumuran darah. Setelah itu, si Miskin pergi dan menemukan tempat pembuangan sampah-sampah. Ia mendapatkan makanan yang sudah basi, namun tetap ia makan karena ia begitu lapar dan tak tahu kemana harus mencari makanan selain makanan basi tersebut.
Si Miskin kembali ke hutan sambil membasuh darahnya agar tidak keluar terus-menerus. Pagi harinya ia menceritakan kejadiaan yang ia alami kepada istrinya sambil menangis. Istrinya pun ikut menangis, karena tak kuasa menahan kesedihan atas cerita menyedihkan yang diceritakan suaminya tersebut. Istri si Miskin memberi semangat dan menasihati agar suaminya tetap bersyukur, karena kehidupan mereka saat ini dikarenakan kena sumpah Batara Indera, si Miskin dahulu adalah raja di kerajaan keinderaan. Setelah mendengar nasihat isrinya, Si miskin pun kembali menjalani kehidupan.
Setelah mengandung 3 bulan, istri si Miskin mengidam meminta buah mempelam yang ada di halaman kerajaan. Si miskin tentunya tak berani, namun ia merasa kasihan kepada istrinya. Hingga ia bersedia untuk memohon kepada baginda meminta buah mempelam tersebut. Tak diduga, sang baginda merasa kasihan dan memberikan buah mempelam ditambah buah yang lain. Penduduk sekitar juga mulai menaruh simpati kepada si Miskin. Mereka memberi si Miskin beberapa kue.
Akhirnya istri si Miskin pun melahirkan seorang putra tampan, yang diberi nama Marakermah yang artinya anak dalam penderitaan. Ketika si Miskin menggali tanah untuk tempat berteduh, ia menemukan taju atau topi mahkota. Dengan kehendak Yang Maha Kuasa terbentuklah kerajaan lengkap dengan segala yang dibutuhkan.
Kerajaan tersebut diberi nama Puspa Sari. Si Miskin menjadi raja dengan nama Maharaja Indra Angkasa denag istrinya menjadi permaisuri bernama Ratna Dewi. Akhirnya, mereka hidup bahagia bersama putranya, Marakermah.

                                                                                                         




UNSUR-UNSUR INTRINSIK

·         Tema               :           kehidupan sosial
·         Tokoh              :           si Miskin
                                    istri si Miskin
                                    Maharaja Indra Dewa
                                    Rakyat di kerajaan Antah Berantah
                                    Penduduk sekitar           
                                    Batara Indera
·         Penokohan        :         si Miskin => baik, pengertian.
Kalimat pendukung : Si miskin tentunya tak berani, namun ia merasa kasihan kepada istrinya. Hingga ia bersedia untuk memohon kepada baginda meminta buah mempelam tersebut.
            Istri si Miskin  =>  penyabar, pengertian.
Kalimat pendukung : Istri si Miskin memberi semangat dan menasihati agar suaminya tetap bersyukur.
            Maharaja Indera Dewa  =>  baik, suka menolong.
Kalimat pendukung : sang baginda merasa kasihan dan memberikan buah mempelam ditambah buah yang lain.
            Rakyat di kerajaan Antah Berantah  =>  jahat.
Kalimat pendukung : Mereka justru mengejek dan tertawa, sambil  melempari si Miskin tersebut dengan batu ataupun kayu.
Penduduk sekitar  =>  baik hati, suka menolong.
Kalimat pendukung : Penduduk sekitar juga mulai menaruh simpati kepada si Miskin. Mereka memberi si Miskin beberapa kue.
            Batara Indera  => jahat.
Kalimat pendukung : kehidupan mereka saat ini dikarenakan kena sumpah Batara Indera

·         Alur                  :          campuran.
·         Sudut pandang            :          orang ketiga serba tahu.
·         Latar                 :          latar waktu => suatu hari.
            latar tempat => kerajaan Antah Berantah
            latar suasana => mengharukan.
·         Amanat           :          kita harus saling tolong menolong
jangan memperolok kekekurangan yang dimiliki seseorang
            jangan menghina orang miskin
            kita harus yakin bahwa Allah Maha Kuasa dan adil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar