welcome

Heyy heyy heyy ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2013


Thank you all ...

Senin, 05 November 2012

Kesultanan Demak


KESULTANAN DEMAK
Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Secara geografis Kesultanan Demak terletak di daerah Jawa Tengah. Sebelumnya kesultanan Demak merupakan keadipatian vazal dari kerajaan Majapahit. Bisa dikatakan munculnya Kesultanan Demak merupakan suatu proses Islamisasi hingga mencapai bentuk kekuasaan politik. Apalagi munculnya Kesultanan Demak juga dipercepat dengan melemahnya pusat Kerajaan Majapahit sendiri, akibat pemberontakan serta perang perebutan kekuasaan di kalangan keluarga raja-raja.
Sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa, Kesultanan Demak sangat berperan besar dalam proses Islamisasi pada masa itu. Kesultanan Demak berkembang sebagai  pusat perdagangan dan sebagai pusat penyebaran agama Islam. Kerajaan Demak mendapat bantuan dari para bupati daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut agama Islam. Wilayah Kerajaan Demak pada awalnya hanya sebuah bawahan Kerajaan Majapahit, kemudian berkembang hingga mencapai Banten di Barat dan Pasuruan di Timur. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara, saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Periode ketika beribukota di sana kadang-kadang dikenal sebagai "Demak Bintara". Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata


Faktor-faktor pendorong berdirinya Kesultanan Demak sebagai berikut.
1.      Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis sehingga para pedagang Islam mencari persinggahan dan perdagangan baru, diantaranya Demak.
2.      Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, masih keturunan Raja Majapahit Brawijaya V dari perkawinannya dengan Putri Campa yang beragama Islam.
3.      Raden Patah mendapat dukungan dari para wali yang saat itu sangat dihormati.
4.      Banyak adipati pesisir yang tidak puas dengan Majapahit dan mendukung Raden Patah.
5.      Mundur dan runtuhnya Majapahit karena Perang Paregreg.
6.      Pusaka keraton Majapahit sebagai lambang pemegang kekuasaan yang diberikan kepada Raden Patah. Dengan demikian, Kesultanan Demak merupakan kelanjutan dari Majapahit dalam bentuk yang baru.


Raden Patah adalah pendiri dan sultan pertama dari kerajaan Demak yang memerintah tahun 1500-1518. Menurut Babad Tanah Jawi, Raden Patah adalah putra Prabu Brawijaya raja terakhir. Di ceritakan prabu Brawijaya selain kawin dengan Ni Endang Sasmitapura, juga kawin dengan putri cina dan putri campa. Karena Ratu Dwarawati sang permaisuri yang berasal dari Campa merasa cemburu, prabu Brawijaya terpaksa memberikan putri Cina kepada putra sulungnya, yaitu Arya Damar bupati Palembang. Setelah melahirkan Raden Patah, setelah itu putri Cina dinikahi Arya Damar, dan melahirkan seorang  anak laki-laki yang diberi nama Raden Kusen. Demikianlah Raden Patah dan Raden Kusen adalah saudara sekandung berlainan bapak. Menurut kronik Cina dari kuil Sam Po Kong, nama panggilan waktu Raden Patah masih muda adalah Jin Bun, putra Kung-ta-bu-mi (alias Bhre Kertabhumi) atau disebut juga prabu Brawijaya V dari selir Cina.

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Raden Patah antara lain.
1.      Membangun Masjid Demak dibawah arsitek Sunan Kalijaga. Di serambi masjid ini, Sunan Kalijaga meletakkan dasar-dasar perayaan Sekaten (Sahadatain).
2.      Menjadikan para wali sebagai penasihat dan pendamping raja.
3.      Di bawah pimpinan Adipati Unus pada tahun 1513 Demak menyerang Portugis di Malaka. Akan tetapi, serangan itu mengalami kegagalan.

Pada tahun 1518 Raden Patah wafat kemudian digantikan putranya yaitu Pati Unus. Pati Unus terkenal sebagai panglima perang yang gagah berani dan pernah memimpin perlawanan terhadap Portugis di Malaka. Karena keberaniannya itulah ia mendapatkan julukan Pangeran Sabrang lor. Pati Unus hanya memerintah selama tiga tahun, ia meninggal dalam usia muda. Ia melakukan blockade terhadap Portugis di Malaka sehingga Portugis mengalami kekurangan bahan makanan. Karena Pti Unus wafat tidak meninggalkan anak, mka ia digantikkan oleh salah seorang adiknya bernama Raden Trenggono.
Sultan Trenggono adalah Sultan Demak yang ketiga, beliau memerintah Demak dari tahun 1521-1546 M. Sultan Trenggono adalah putra Raden Patah pendiri Demak yang lahir dari permaisuri Ratu Asyikah putri Sunan Ampel. Pada masa pemerintahannya Demak mencapai puncak kejayaan.
Sultan Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggana, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak  waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto.
 Sunan Prawata adalah nama lahirnya  Raden Mukmin adalah raja keempat Kesultanan Demak, yang memerintah tahun 1546-1549. Ia lebih cenderung sebagai seorang ahli agama daripada ahli politik.
Sepeninggal Sultan Trenggana yang memerintah Kesultanan Demak tahun 1521-1546. Sunan Prawata nama lahirnya adalah Raden Mukmin selaku putra tertua naik tahta. Ia berambisi untuk melanjutkan usaha ayahnya menaklukkan Pulau Jawa. Namun, keterampilan berpolitiknya tidak begitu baik, dan ia lebih suka hidup sebagai ulama daripada sebagai raja. Raden Mukmin memindahkan pusat pemerintahan dari kota Bintoro menuju bukit Prawoto. Lokasinya saat ini kira-kira adalah desa PrawotoKecamatan SukoliloKabupaten PatiJawa Tengah. Oleh karena itu, Raden Mukmin pun terkenal dengan sebutan Sunan Prawoto.
Cita-cita Sunan Prawoto pada kenyataannya tidak pernah terlaksana. Ia lebih sibuk sebagai ahli agama dari pada mempertahankan kekuasaannya. Satu per satu daerah bawahan, seperti BantenCirebonSurabaya, dan Gresik, berkembang bebas; sedangkan Demak tidak mampu menghalanginya. Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang. Sehingga berakhirlah Kesultanan Demak dan berdirilah Kesultanan Pajang.


KESIMPULAN
           Kesultanan Demak adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah, dengan gelar Sultan Alam Akbar al Fatah (1500-1518). Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Periode ketika beribukota di sana kadang-kadang dikenal sebagai Demak Bintara. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata.
              Setelah Raden Patah wafat pada tahun 1518, pemerintahan dipegang oleh Pati Unus. Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menuggu waktu.
Sultan Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggana, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana. Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto.
           Sunan Prawoto berambisi untuk melanjutkan usaha ayahnya menaklukkan Pulau Jawa. Namun, keterampilan berpolitiknya tidak begitu baik, dan ia lebih suka hidup sebagai ulama daripada sebagai raja. Raden Mukmin memindahkan pusat pemerintahan dari kota Bintara menuju bukit Prawoto.
Lokasinya saat ini kira-kira adalah desa PrawotoKecamatan SukoliloKabupaten PatiJawa Tengah. Oleh karena itu, Raden Mukmin pun terkenal dengan sebutan SunanPrawoto.

            Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak.
             Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang.
Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang. Maka berakhirlah Kesultanan Demak dan berdirilah Kesultanan Pajang.

Letak Geografis
           Secara geografis Kesultanan Demak terletak di daerah Jawa Tengah, tetapi pada awal kemunculannya Kesultanan Demak mendapat bantuan dari para bupati daerah pesisir Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah menganut agama Islam. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Periode ketika beribukota di sana kadang-kadang dikenal sebagai Demak Bintara. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata.
Kehidupan Politik
1.      Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah dengan gelar Sultan Alam Akbar al Fathah (1500-1518).
2.      Pada masa itu, ia mendirikan Masjid Demak dibawah arsitek Sunan Kalijaga.
3.      Setelah Raden Patah wafat, ia digantikan oleh putranya bernama Pati Unus (Muhammad Yunus) yang dikenal sebagai panglima yang gagah berani.
4.      Ia melakukan blockade terhadap Portugis di Malaka sehingga Portugis mengalami kekurangan bahan makanan.
5.      Setelah Pati Unus wafat, ia digantikan oleh adiknya Raden Trenggono (1521-1546 M).
6.      Dibawah pemerintahannya, Kesultanan Demak mencapai puncak kejayaan. Ia berhasil memperluas wilayah kekuasaannya ke Jawa Timur.
7.      Setelah Trenggono wafat (1546) pemerintahan dipegang oleh putranya Sunan Prawoto. Ia berusaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan namun keterampilan berpolitiknya tidak begitu baik, dan ia lebih suka hidup sebagai ulama daripada sebagai raja.
8.      Ia juga memindahkan pusat pemerintahan dari Bintara ke Prawoto.
9.      Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak.
10.  Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang. Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir.
11.  Joko Tingkir Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang. Maka berakhirlah Kesultanan Demak dan berdirilah Kesultanan Pajang.

Kehidupan Sosial
1.      Kesultanan Demak menjadi Kerajaan Islam pertama di Jawa. Sehingga Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa.
2.      Sebagai pusat penyebaran Islam Demak menjadi tempat berkumpulnya para wali seperti Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Bonang.
3.      Para wali tersebut memiliki peranan yang penting pada masa perkembangan Kesultanan Demak bahkan para wali tersebut menjadi penasehat bagi raja Demak. Dengan demikian terjalin hubungan yang erat antara raja/bangsawan, para wali/ulama dengan rakyat. Hubungan yang erat tersebut, tercipta melalui pembinaan masyarakat yang diselenggarakan di Masjid maupun Pondok Pesantren. Sehingga tercipta kebersamaan atau Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan di antara orang-orang Islam).


Kehidupan Budaya
1.      Dalam bidang budaya banyak hal yang menarik yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak. Salah satunya adalah Masjid Demak, di mana salah satu tiang utamanya terbuat dari pecahan-pecahan kayu yang disebut Soko Tatal. Masjid Demak dibangun atas pimpinan Sunan Kalijaga.
2.      Dilihat dari arsitekturnya, Masjid Agung Demak memperlihatkan adanya wujud akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu dengan kebudayaan Islam.
3.      Di serambi depan Masjid (pendopo) itulah Sunan Kalijaga menciptakan dasar-dasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad saw) yang sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon.
Kehidupan Ekonomi
1.      Letak Demak sangat strategis di jalur perdagangan nusantara sehingga memungkinkan Demak berkembang sebagai kesultanan maritim.
2.      Demak berperan sebagai penghubung antara daerah penghasil rempah di Indonesia bagian Timur dan penghasil rempah-rempah Indonesia bagian barat. Dengan demikian perdagangan Demak semakin berkembang. Dan hal ini juga didukung oleh penguasaan Kesultanan Demak terhadap pelabuhan-pelabuhan di daerah pesisir pantai pulau Jawa.
3.      Sebagai kerajaan Islam yang memiliki wilayah di pedalaman, maka Kessultanan Demak juga memperhatikan masalah pertanian, sehingga beras merupakan salah satu hasil pertanian yang menjadi komoditi dagang.
4.      Pertanian di Demak tumbuh dengan baik karena aliran sungai Demak lewat pelabuhan Bergota dan Jepara. Kesultanan Demak bisa menjual produksi andalannya seperti beras, garam dan kayu jati.



  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar