welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Senin, 05 November 2012

Kimia Laju Reaksi



 LAJU REAKSI

Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakanmolaritas zat terlarut dalam reaksi yang dihasilkan tiap detik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api adalah contoh reaksi yang cepat. Laju reaksi dipelajari oleh cabang ilmu kimia yang disebut kinetika kimia.

Faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi
Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
Luas permukaan sentuh                        
Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi; sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi.
Suhu
Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu pada suatu reaksi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering, menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan, maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.
Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Katalis dapat dibedakan ke dalam dua golongan utama: katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis heterogen adalah katalis yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya, sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permukaan di mana pereaksi-pereaksi (atau substrat) untuk sementara terjerat. Ikatan dalam substrat-substrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah, sehingga akhirnya terlepas.
Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi, dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya.
Konsentrasi
Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat.




Pengaruh Luas Permukaan
terhadap
Laju Reaksi

A.                Tujuan
Menyelidiki pengaruh luas permukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi.

B.                 Alat dan Bahan
Alat
·         Tabung reaksi
·         Gelas ukur
·         Stopwatch
      Bahan
·         Batu pualam (CaCO3)
·         Larutan HCl 2 M

C.                Langkah Kerja
1.      Timbanglah :   satu gram batu pualam dalam bentuk serbuk
(batu pualam yang telah dihaluskan).
satu gram batu pulam dalam bentuk butiran.
2.      Masukkan    :  satu gram batu pualam serbuk ke dalam tabung
reaksi pertama.
satu gram batu pulam butiran ke dalam tabung reaksi ke dua.
3.      Masukkan sebanyak 10 mL larutan HCl 2 M ke dalam masing-masing tabung reaksi dan catat waktu saat memasukkan larutan.
4.      Catat waktu reaksi mulai HCl dimasukkan sampai batu pualam habis bereaksi.

D.                Hasil Kerja

Nomor
Tabung Reaksi
Bentuk batu pualam
Waktu Reaksi
(detik)
1
serbuk
133
2
           butiran          
305

E.                 Permasalahan
1.      Jelaskan perbedaan waktu reaksi batu pualam dalam bentuk serbuk dan butiran!
Jawab: waktu reaksi batu pualam dalam bentuk serbuk lebih cepat daripada waktu reaksi batu pualam dalam bentuk butiran yaitu 133 detik. Sedangkan waktu reaksi batu pualam dalam bentuk butiran yaitu 305 detik. 
2.      Bagaimana pengaruh bentuk/luas permukaan terhadap laju reaksi?
Jawab: bentuk/luas permukaan berpengaruh terhadap laju reaksi, jika luas permukaan semakin besar maka laju reaksi tersebut akan semakin cepat. Sebaliknya, jika luas permukaan bidang sentuh semakin kecil maka laju reksi akan semakin lambat.

3.      Gambarkan grafik waktu reaksi batu pualam + HCl terhadap ukuran/bentuk batu pualam!



F.                 Kesimpulan
1.        Luas permukaan bidang sentuh merupakan salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi.
2.        Semakin luas permukaan bidang sentuh maka laju reaksi akan semakin cepat.
3.        Begitu sebaliknya, jika luas permukaan bidang sentuh semakin kecil maka laju reaksi akan semakin lambat.
4.        Ini terjadi karena semakin luas bidang yang bersentuhan maka zat yang dihasilkan makin banyak atau jika luas permukaan sentuh makin besar, laju reaksi makin cepat.



Pengaruh Konsentrasi
terhadap
Laju Reaksi

A.    Tujuan
Menyelidiki pengaruh konsentrasi zat terhadap laju reaksi.

B.     Alat dan Bahan
Alat
·           Tabung reaksi
·           Stopwatch
Bahan
·           Pita magnesium
·           Larutan HCl 1 M
·           Larutan HCl 2 M
·           Larutan HCl 3 M.

C.    Langkah Kerja
1.      Masukkan :            4 mL larutan HCl 1 M ke dalam tabung reaksi 1.
4 mL larutan HCl 2 M ke dalam tabung reaksi 2.
4 mL larutan HCl 3 M ke dalam tabung reaksi 3.
2.      Masukkan pita Mg yang sama panjangnya ke dalam masing-masing tabung reaksi!
3.      Catat waktu reaksi mulai dari memasukkan pita Mg sampai pita Mg selesai bereaksi!




D.    Hasil Kerja

Nomor
Tabung Reaksi
Konsentrasi
Larutan HCl
Waktu Reaksi
(detik)
1
1 M
100
2
2 M
78
3
3 M
54

E.     Permasalahan
1.      Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi!
Jawab: Mg +1/2 H2 + 1/2Cl2               MgHCl
2.      Bagaimana pengaruh konsentrasi zat terhadap laju reaksi?
Jawab: konsentrasi zat akan memengaruhi laju reaksi. Jika kosentrasi zat reaktan semakin besar maka laju reaksi semakin cepat.
3.      Mengapa zat dengan konsentrasi besar memungkinkan terjadinya reaksi lebih cepat/besar?
Jelaskan!
Jawab: Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat. Padatan berbentuk serbuk memiliki luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar daripada butiran. Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
                                                                                                            
F.     Kesimpulan
Jawab:
1.         Konsentrasi pereaksi termasuk faktor yang memengaruhi laju reaksi.
2.         Semakin besar konsentrasi zat reaktan maka laju reaksi akan semakin cepat.
3.         Begitu juga sebaliknya, semakin kecil konsentrasi zat rektan maka laju reaksi akan semakin lambat.
Pengaruh Suhu terhadap
Laju Reaksi

A.    Tujuan
Menyelidiki pengaruh suhu zat terhadap laju reaksi.

B.     Alat dan Bahan
Alat
·            Gelas kimia
·            Termometer
Bahan
·           Larutan Na2S2O3 0,2 M
·           Larutan HCl 3 M

C.    Langkah Kerja
1.      Masukkan ke dalam masing-masing gelas kimia 1, 2, dan 3 10 mL Na2S2O3 0,2 M!
2.      Panaskan larutan Na2S2O3 pada gelas kimia 1 pada suhu 28˚C, pada gelas kimia 2 pada suhu 40˚C, dan gelas kimia 3 pada suhu 50˚C!
3.      Letakkan di atas kertas yang telah diberi tanda silang!
4.      Masukkan 5 mL larutan HCl 3 M ke masing-masing gelas kimia!
5.      Catat waktu reaksi mulai saat HCl dimasukkan sampai tanda silang pada kertas tidak terlihat lagi.

D.    Hasil Kerja

NO.
Na2S2O3
HCl
Suhu
Waktu Reaksi
(detik)
1.
10 mL, 0,2 M
5 mL, 3 M
28˚C
130
2.
10 mL, 0,2 M
5 mL, 3 M
38˚C
66
3.
10 mL, 0,2 M
5 mL, 3 M
48˚C
33

E.     Permasalahan
1.      Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi!
Jawab: 2Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq)          2NaCl(aq) + H2O(l) + SO2(g) + S(S)  
2.      Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju reaksi masing-masing?
Jawab: pengaruh suhu terhadap laju reaksi yaitu semakin tinggi suhu reaksi maka laju reaksi semakin cepat. Pada suhu 48˚C laju reaksi paling cepat dibandingkan suhu 38˚C dan 28˚C yaitu 33 detik dan pada suhu 28˚C laju reaksi paling lambat yaitu 130 detik. Ini bisa terjadi karena saat suhu reaksi dinaikkan, maka energy kinetic dari partikel-partikel zat reaktan yang bertumbukan akan semakin cepat sehingga zat produk yang diperoleh makin besar (laju reaksi makin cepat).

3.      Gambarkan grafik waktu reaksi terhadap suhu reaksi pada percobaan tersebut.


F.     Kesimpulan
Jawab:
1.         Suhu (temperatur) merupakan salah satu faktor yang memengaruhi  laju reaksi.
2.         Semakin tinggi suhu reaksi maka laju reaksinya akan semakin cepat.
3.         Sebaliknya, semakin rendah suhu reaksi maka laju reaksi akan semakin lambat.
4.         Ini bisa terjadi karena saat suhu reaksi dinaikkan, maka energy kinetic dari partikel-partikel zat reaktan yang bertumbukan akan semakin cepat sehingga zat produk yang diperoleh makin besar (laju reaksi makin cepat).
5.         Untuk setiap kenaikan suhu 10˚C laju reaksi akan naik menjadi dua kali lebih cepat dari semula.




Rounded Rectangle: KESIMPULAN
1. Laju reaksi merupakan perubahan konsentrasi pereaksi (reaktan) atau hasil reaksi (produk) dalam satu satuan waktu.
2.  Faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi, yaitu luas pemukaan bidang sentuh pemukaan, kosentrasi pereaktan, suhu, dan katalis.
3. Semakin luas permukaan bidang sentuh maka laju reaksi akan semakin cepat.
4. Begitu sebaliknya, jika luas permukaan bidang sentuh semakin kecil maka laju reaksi akan semakin lambat.
5. Ini terjadi karena semakin luas bidang yang bersentuhan maka zat yang dihasilkan makin banyak atau jika luas permukaan sentuh makin besar, laju reaksi makin cepat.
6. Semakin besar konsentrasi zat reaktan maka laju reaksi akan semakin cepat.
 


           























Rounded Rectangle: 7. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil konsentrasi zat rektan maka laju reaksi akan semakin lambat.
8. Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat. Padatan berbentuk serbuk memiliki luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar daripada butiran. Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat.
9. Semakin tinggi suhu reaksi maka laju reaksinya akan semakin cepat.
10. Sebaliknya, semakin rendah suhu reaksi maka laju reaksi akan semakin lambat.
11. Ini bisa terjadi karena saat suhu reaksi dinaikkan, maka energy kinetic dari partikel-partikel zat reaktan yang bertumbukan akan semakin cepat sehingga zat produk yang diperoleh makin besar (laju reaksi makin cepat).
12. Untuk setiap kenaikan suhu 10˚C laju reaksi akan naik menjadi dua kali lebih cepat dari semula.
 



















                        




PENUTUP

I.            SIMPULAN
              Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi (reaktan) atau hasil reaksi (produk) dalam satu satuan waktu. Beberapa faktor yang memengaruhi laju reaksi adalah luas permukaan bidang sentuh, konsentrasi pereaksi, suhu (temperatur), dan katalis. Semakin besar luas bidang sentuh maka laju reaksi akan semakin cepat, begitu juga sebaliknya. Jika konsentrasi pereaksi semakin besar maka laju reaksi akan semakin cepat, begitu sebaliknya. Jika suhu reaksi dinaikkan maka laju reaksi akan semakin cepat.


II.           SARAN
              Kami benar-benar mendapat banyak manfaat setelah melakukan percobaan ini, tidak hanya mengerti teori tetapi juga bisa membuktikannya dengan melakukan percobaan. Seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak” begitu pula dengan hasil laporan ini yang tentunya ada kekurangan. Oleh karena itu kami meminta maaf dan menerima kritik serta saran yang membangun agar kami dapat membuat laporan lain yang lebih baik.
              Sekian dan terimakasih J



                                                                        Semarang,        Oktober 2012


                                                                                    Penyusun     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar