welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Selasa, 18 Desember 2012

Teks Lagu Sebagai Sastra Puisi


Teks Lagu Sebagai Sastra Puisi

Menurut Ralph Waldo Emerson (dalam Tarigan, 2003:4) menjelaskan kalau puisi merupakan upaya abadi untuk mengekspresikan jiwa, sesuatu, untuk menggerakkan tubuh yang kasar dan mencari kehidupan dan alasan menyebabkannya ada. Bukannya irama melainkan argumen yang membuat iramalah. Pendapat tersebut didukung pula oleh Blair dan Chandler (dalam Tarigan, 2003:5) menyatakan puisi adalah peluapan spontanitas dari perasaan-perasaan yang penuh daya, dia bercakal-bakal dari emosi yang berpadu kembali dalam kedamaian. Jadi, puisi itu mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama (Pradopo, 2005:7).
Sebuah teks lagu dapat disejajarkan dengan puisi yang sifatnya bisa dinikmati. Puisi yang merdu dinamakan melodius  berlagu seolah-olah seperti nyanyian yang mempunyai melodi. Dan nyanyian-nyanyian yang banyak dilagukan tersebut adalah contoh puisi yang populer. Puisi itu mengekpresikan pikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama. Di samping puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, di ubah dalam wujud yang paling berkesan (Pradopo, 2005:45).
Keindahan sebuah teks lagu sama halnya dengan puisi karena teks lagu itu bersifat puitis, khususnya dalam karya sastra yang mengandung arti apabila hal itu membangkitkan perasaan perhatiaan yang menimbulkan keharuan. Berkaitan dengan segi puitis ini merupakan suasana batin penyair yang lebih menonjolkan perasaan teks lagu yang mengambarkan karya seni imajinasi sehingga mampu menimbulkan rasa tertentu dalam hati pendengarnya. Rasa tersebut timbul karena bahasa yang digunakan dalam teks lagu terangkai dengan melalui kata-kata puitis daya imajinasi bahkan bisa terwujud dalam dunia nyata. Seorang pengarang teks lagu disejajarkan dengan seorang penyair, karena lirik lagu yang diciptakanya mengungkapkan perasaan diri pencipta itu sendiri (Pradopo, 2005:13).
Shahnon Ahmad menegaskan unsur-unsur yang terkandung dalam puisi berupa emasi, imalinasi, pemikiran ide, nada, irama, kesan panca indra, susunan kata, kata-kata kiasan, kepadatan, dan perasaan yang berbaur-baur.disini dapat disimpulkan ada tiga unsur yang pokok.pertama hal yang meliputi pemikiran ide, atau emosi. Kedua adalah bentuknya dan yang ketiga adalah kesanya.semua itu terungkap dengan media bahasa (Pradopo, 2005:7).
Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa antara teks lagu dan puisi sangat erat hubunganya. Karena keduanya merupakan karya sastra yang berupa tulisan yang berbentuk puisi. Seorang pencipta teks lagu dan teks puisi keduanya disebut sasrawan.  



DAFTAR PUSTAKA

            Pradopo, Rachmad Djoko. 2005. Pengkajian Puisi. Yokyakarta: Universiti Press.

     Tarigan, Henry Guntur. 2003.  Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar