welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Minggu, 13 Mei 2012

Peringatan Hari Ibu




Peringatan Hari Ibu
Menjelang Peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2011, masih banyak disekitar kita potret anak durhaka. Seperti Malin Kundang. Itulah sebutan yang pas untuk seorang anak yang durhaka terhadap orangtua. Bentuk keduharkaan sang anak terhadap orang tua diantaranya suka membentak-bentak orang tua, tidak patuh terhadap orangtua, ketika disekolahkan malah cabut, bahkan ada yang kabur dari rumah. Hingga membuat orangtua resah. Tidak lagi mempedulikan kekhawatiran orangtuanya. Tidak berpikirkah mereka bagaimana perasaan kedua orangtuanya, terutama sang Ibu. Seorang ibu yang telah melahirkannya dan berjuang keras membesarkannya. Begitu besar jerih payah orangtua kita untuk kita. Mari kita berpikir sejenak.
Sebagai contoh masih teringat dibenak kita bahwa Arumi Bachsin pernah menghilang beberapa waktu lalu. Hal ini sangat meresahkan orangtuanya. Terutama sang ibu. “Ibu mana yang tidak kebingungan ketika anak yang ia lahirkan tidak ada di sisinya, menghilang entah ke mana. Ayah siapa yang tidak kalang kabut melihat anak darah dagingnya keluar rumah dan kemudian tak ketahuan kemana juntrungannya.” Tegas Ibunda Arumi. Setelah 6 bulan menghilang, kabur dari rumah. Tapi Alhamdulilah Arumi telah pulang dan berkumpul kembali bersama keluarganya. Berita pulangnya Arumi tentu saja sangat membahagiakan semua pihak terutama keluarganya.
Arumi telah pulang dan berkumpul kembali bersama keluarganya. Semoga peristiwa seperti ini lebih mendewasakan kita semua dalam hubungan anak terhadap orang tua dan hubungan orang tua terhadap anaknya. Dan tentu saja semoga tidak akan terjadi lagi Arumi Arumi lain yang tiba-tiba menghilang dan membingungkan banyak orang.
Sebagai anak, mestinya harus berbakti dan taat pada orang tua. Sebagai orang tua, wajib memberikan kasih sayang kepada anaknya tanpa pandang bulu. Selamat datang Arumi. Semoga terus langgeng bersama keluargamu. Dari kisah Arumi, dapat kita petik sebuah hikmah bahwa apapun masalah kita didalam keluarga, jangan sampai kabur dari rumah. Karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, justru malah menambah masalah. Jangan menjadi anak durhaka. Apalagi dalam bulan Desember ini, akan kita peringati hari Ibu.
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Description: Description: Description: Description: Description: http://suzannita.files.wordpress.com/2009/12/300px-mothers_day_cake.jpgKini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, merupakan momen memuji ke-ibu-an para ibu, Mengajarkan kita untuk berbakti kepada orangtua. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, misal penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari. Selamat hari Ibu. Terima kasih telah membesarkanku, mendidikku, menyayangiku dan membimbingku. Namun belum ada yang bisa aku berikan untukmu. Maafkan aku Bu. Semoga di hari Ibu kali ini, menjadi titik awal bagiku untuk membahagiakanmu. Untuk selalu melukis senyum diwajahmu. I LOVE YOU …….






Description: Description: Description: Description: E:\ooo.jpg
 






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar