welcome

Hai hai hai ...
Blog ini adalah blog yang berisi hal-hal seputar pendidikan, kebahasaan, kesusastraan, percintaan dan umum...

Selamat datang di blog saya ...
Selamat membaca tulisan-tulisan saya ...
Semoga menggugah selera ...
Selera Anda adalah inspirasi saya ...


Oh ya jangan lupa silahkan juga kunjungi ...
*my twitter on https://twitter.com/misy_2014
*my email http://profile.yahoo.com/AKCYPOGQN3Q6NZG52KVHGINC6E/
*my linked in : https://id.linkedin.com/pub/anita-misriyah-missy/a4/9b5/31a
*my ask.fm http://ask.fm/mis_missy
*my instagram : anita_misriyah
*my line : Missy


Thank you all ...

Minggu, 13 Mei 2012

Contoh Artikel Pengaruh Bahasa Gaul


PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PEMBELAJARAN MENGKRITIK/MEMUJI BERBAGAI KARYA SENI/PRODUK DENGAN BAHASA YANG LUGAS DAN SANTUN PADA SISWA SMP KELAS IX SEMESTER GASAL
Oleh:
Anita Misriyah
08410204/7E/PBSI

1.    PENDAHULULAN
Bahasa sebagai alat komunikasi, kita gunakan untuk berkomunikasi dan menggambarkan fikiran-fikiran dan pengalaman-pengalaman kita. Kita interpretasikan keadaan sekeliling kita dan pengalaman-pengalaman kita dengan bahasa, jadi bahasa adalah sebuah sistem konsep-konsep. Kenyataan-kenyataan di dunia ini tergambar dalam tiap-tiap bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, Perancis, Jawa, Batak, dan sebagainya. Hamid Hasan Lubis (1993:104).
Majunya perkembangan teknologi di Indonesia menyebabkan berkembangnya pula cara berkomunikasi bagi masyarakat. Tidak hanya media handphone alat komunikasi yang berkembang pesat. Dewasa ini perkembangan internet sangat melesat jauh. Tidak lagi sebagai media browser, internet kini sebagai media komunikasi yang maju. Social Network atau Jejaring sosial di dunia maya kini makin menyebar layaknya jamur. Friendster, Koprol, Tumblr, Plurk, Facebook, Twitter dan banyak lagi macamnya.
Umumnya kalangan remajalah yang aktif menggunakan sarana jejaring sosial ini. Kini bahasa gaul yang kian santer digunakan para remaja dalam berkomunikasi. Hal ini ikut pula berpengaruh dalam tatanan bahasa Indonesia yang kurang sesuai dari kaidah yang seharusnya. Yang nantinya akan berpengaruh terhadap kebiasaan berbahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya pada siswa kelas XI Semester Gasal dalam pembelajaran mengkritik/memuji berbagasi karya seni/produk dengan bahasa yang lugas dan santun.

2.    PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PEMBELAJARAN MENGKRITIK/MEMUJI BERBAGAI KARYA SENI/PRODUK DENGAN BAHASA YANG LUGAS DAN SANTUN PADA SISWA SMP KELAS XI SEMESTER GANJIL
 2.1 Bahasa Gaul yang Menjamur di Kalangan remaja
Bahasa gaul merupakan bahasa ABG ( Anak Beranjak Gede ) yang biasa digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa ini mulai dikenal dan digunakan sekitar tahun 1970. Bahasa gaul terus berkembang biak mengikuti perkembangan zaman. Dari masa ke masa makin banyak istilah-istilah baru. Istilah lama yang kini jarang terdengar tanpa sadar telah tidak laku lagi akibat munculnya istilah baru yang lebih ‘in’. Tidak sedikit kata-kata itu sudah tidak dikenal lagi dan berganti dengan istilah lain yang lebih “funky”. Kata-kata tersebut biasanya merupakan bahasa daerah yang dipelintir atau dipelesetkan artinya. Ada juga kata yang posisi konsonan dan vokalnya diubah sedemikian rupa, menimbulkan bunyi baru yang cukup unik dan lucu kalau didengar.
1)   Enggak
2)   Garing
3)   Emberr
4)   Apa-apaan sich
5)   Cape’ duech
6)   Unyu
7)   Yoiyoi
8)   Capcus cinnn



2.2      Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul dalam Pembelajaran dalam Mengkritik/memuji sebuah Karya Seni/produk dengan Bahasa yang Lugas dan Santun Pada Siswa SMP Kelas XI Semester Gasal

Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Bahasa itu merupakan alat yang sangat tidak memadai untuk berfikir dengan tertib dan untuk melahirkan pendapat (C.P.F.Lecoutere, L. Grootaers).
Bahasa gaul adalah dialek nonformal baik berupa slang atau prokem yang diungkapkan oleh kalangan tertentu, bersifat sementara, hanya berupa variasi bahasa, penggunaannya meliputi: kosakata, ungkapan, singkatan, intonasi, pelafalan, pola, konteks serta distribusi.
Bahasa gaul kini tidak hanya digunakan oleh para ABG, orang yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi pun suka menggunakan bahasa gaul. Mengapa demikian, karena bahasa gaul sudah beredar sejak tahun 1970-an sehingga yang dahulu berjaya menggunakan bahasa gaul dan kini telah berumur pun akan menjadi kebiasaan hingga di usia tua.
Tidak ada larangan menggunakan bahasa gaul. Bahasa ini memang tidak tersedia di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pada tahun 1999, artis kenamaan Debby Sahertian malah menerbitkan suatu buku yang berjudul ‘Kamus Bahasa Gaul’. Berisi tentang daftar istilah yang digunakan oleh para remaja. Tidak jauh beda dengan yang sebelumnya kita bahas. Perkembangan bahasa gaul akan tetap terus berkembang mengikuti bergulirnya zaman.
Memang tidak semua remaja Indonesia menggunakan bahasa yang tidak lazim itu. Mereka yang menganggap dirinya ‘keren’ dan ‘gaul’ tersebut hilang kesadaran dan semakin jatuh saja pendidikan tentang berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bagaimanakah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar itu? Utuk dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, harus diperhatikan situasi pemakaian dan kaidah yang digunakan. (Nanik, 2010: 10). Dalam situasi resmi pada saat pembelajaran, mangkritik karya seni/produk dengan bahasa lugas dan santun tentunya dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Dalam sebuah kritik, bukanlah kritik objek dan keputusan yang dapat disetujui bersama oleh semua orang, melainkan bagaimana ia dapat mempertanggungjawabkan keputusannya itu, satu keputusan yang mungkin baginya tidak bagi orang lain. Keputusan yang diambil merupakan kebenaran internal yang diyakini.
Dari penjelasan diatas, jadi pengaruh bahasa gaul dalam pembelajaran memberikan kritik ini adalah dari hal kecil ini, kebiasaan berbahasa gaul, dapat menjadi suatu kebiasaan dan akan sulit berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar di lingkungan formal. Tujuan Pembelajaran ini, siswa dapat  menentukan keunggulan/kekurangan karya seni/produk dan siswa dapat menggapi kritikan teman.

3.         PENUTUP
     3.1 Simpulan                    
Dari uraian diatas, penulis membuat kesimpulan yang bisa di jabarkan menjadi beberapa poin sebagai berikut.
1. Remaja Indonesia kurang mencintai bahasa asli indonesia sehingga lebih cenderung menggunakan bahasa yang dibuatnya sendiri yang sedang populer dan dijadikan bahasa sehari-hari.
2. Perhatian para remaja akan pentingnya menggunakan bahasa indonesia sesuai dengan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan sangat kecil sehingga saat dibutuhkan penggunaan bahasa indonesia yang formal mengalami kesulitan.

  3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis mencoba memberikan saran-saran sebagai bahan pertimbangan dan masukan untuk memajukan perhatian remaja akan pentingnya berbahasa yang baik dan benar antara lain :
1.    Memberikan penyuluhan dengan konsep menarik tidak terkesan monoton akan penjelasann mengenai penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD.
2.    Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang tertuang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang beracukan pada EYD/Tata Baku Bahasa Indonesia. Gunakan Bahasa  Gaul sesuai konteksnya, tetapi tetap jangan dijadikan suatu kebiasaan. karena lama kelamaan Bahasa Indonesia bisa tenggelam.

Daftar Pustaka

Lubis, Hamid Hasan. 1993. Jenggala Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.
Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa. Surakarta: Yuma Pustaka.

http://koranbaru.com/40-istilah-bahasa-gaul/ (2 November 2011)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar